Konflik AS-Venezuela Dinilai Minim Guncang Harga Minyak, Ancaman bagi Indonesia Rupiah Melemah
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela dinilai tidak akan berdampak signifikan terhadap harga minyak dunia.
Namun, Indonesia tetap menghadapi risiko ekonomi lain yang justru lebih krusial, yakni tekanan nilai tukar rupiah dan ketergantungan impor energi.
Pengamat Energi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (FEB Unpad), Yayan Satyakti, mengatakan dampak konflik AS–Venezuela terhadap Indonesia dapat dilihat dalam dua sekuens, yakni jangka pendek dan menengah.
“Nah kemudian bagaimana dampaknya terhadap Indonesia? Dampaknya terhadap Indonesia itu kita bisa lihat ada dua sekuens,” kata Yayan saat dihubungi tvOnenews.com, Senin (5/1/2026).
Dalam jangka pendek, Yayan menilai potensi gejolak lebih berkaitan dengan proses penyesuaian politik di Venezuela pasca-penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya oleh Amerika Serikat. Situasi ini membuka kemungkinan terjadinya transisi kekuasaan.
“Dalam jangka pendek ini dimungkinkan bahwa dengan adanya adjustment proses di Venezuela, itu mungkin akan ada terjadi gejolak-gejolak terhadap pergeseran kekuasaan,” ujarnya.
- Shutterstock
Ia menyinggung munculnya nama María Corina Machado, politikus Venezuela yang dinilai memiliki kedekatan politik dengan Presiden AS Donald Trump dan berpotensi memimpin transisi pemerintahan.
“Dimungkinkan beliau ini yang akan mencoba untuk melakukan transisi sesudah adanya Maduro. Nah jadi katakan ya bisa terjadi mungkin hanya lima, dan itu dekat sama Trump dia,” kata Yayan.
Meski demikian, Yayan menilai potensi disrupsi produksi minyak global akibat konflik tersebut relatif terbatas. Pasalnya, produksi minyak Venezuela saat ini jauh menurun dibanding masa lalu.
“Karena produksi dari Venezuela itu hanya kurang dari satu juta barrel per hari ya. Hanya 0,96 juta barrel per hari,” jelasnya.
Menurut Yayan, jika pun terjadi penyesuaian, dampaknya lebih terasa di kawasan Amerika dan tidak terlalu mempengaruhi pasar minyak global, termasuk Indonesia.
“Jadi dimungkinkan ya paling juga ada kenaikan, karena ada penyesuaian, tapi itu kan di benua Amerika Serikat, jadi tidak terlalu memberikan impact kepada Indonesia,” ucapnya.
Namun, Yayan menyoroti peluang lain bagi Indonesia seiring rencana kerja sama energi dalam kerangka Trump New Deal. Ia menilai skema tersebut berpotensi mendorong harga minyak tetap rendah.
Load more