ESDM Ungkap Konflik Venezuela Belum Guncang Harga Minyak Dunia, Alasannya karena Produksi
- ANTARA/Shutterstock/aa.
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai konflik politik yang terjadi di Venezuela belum memberikan dampak berarti terhadap harga minyak maupun aktivitas perdagangan minyak global.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengatakan kondisi tersebut tidak memicu perubahan signifikan pada pasar minyak dunia.
Anggia menjelaskan, meskipun Venezuela tercatat sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, tingkat produksinya masih relatif rendah.
“Tidak ada dampak signifikan terhadap kondisi perdagangan minyak dan harga,” ujarnya dikutip dari Antara, Selasa (6/1/2026).
Diketahui bahwa produksi minyak Venezuela rata-rata berada di bawah 1 juta barel per hari. Angka ini dinilai tidak sebanding dengan besarnya cadangan yang dimiliki.
Jubir Bahlil Lahadalia itu menambahkan, situasi di Venezuela tidak dapat disamakan dengan konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah
Menurutnya, dinamika geopolitik di Timur Tengah cenderung lebih mempengaruhi harga minyak global karena kawasan tersebut dihuni banyak negara anggota OPEC.
“Jadi, harga minyak bisa menjadi sangat dinamis,” kata Anggia.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gejolak geopolitik global, termasuk konflik di Venezuela, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi dan penguatan cadangan strategis minyak nasional.
“Sebagai antisipasi, kami harus terus meningkatkan cadangan strategis minyak nasional, optimalisasi produksi,” ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan bahwa hingga kini pemerintah belum melihat dampak langsung situasi di Venezuela terhadap pasokan maupun harga BBM di dalam negeri.
“Kita sumber crude-nya itu bukan dari sana. Jadi dari wilayah lain. Jadi masih stabil,” kata Laode usai penutupan Posko Nasional Sektor ESDM Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Jakarta, Senin (5/1).
Laode menegaskan, pemerintah tetap melakukan pemantauan intensif serta menyiapkan langkah antisipatif terhadap perkembangan situasi global yang berpotensi memengaruhi harga minyak dunia. “Antisipasi itu selalu ada,” ujarnya.
Pernyataan tersebut merespons meningkatnya tensi politik di Venezuela. Sejumlah media internasional melaporkan adanya serangan militer Amerika Serikat ke ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1).
Dalam pernyataan resminya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut pasukan AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya. Menyusul peristiwa tersebut, pemerintah Venezuela menetapkan status darurat nasional.
Load more