IHSG Diproyeksi Bergerak Variatif, Rupiah dan Data Inflasi AS Jadi Penentu Arah Pasar
- Antara
Dari sentimen global, pelaku pasar saat ini menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan keluar pada Selasa. Data tersebut dinilai penting karena akan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter The Federal Reserve.
Selain itu, pasar global juga masih mencermati dinamika geopolitik yang berkembang. Namun sejauh ini, pelaku pasar belum menunjukkan respons negatif yang signifikan terhadap risiko geopolitik antara Iran dan Venezuela dengan AS.
AS dikabarkan berencana menerapkan tarif sebesar 25 persen terhadap negara-negara yang masih menjalin kemitraan dengan Iran. Di sisi lain, isu tuduhan kriminal terhadap Ketua The Fed Jerome Powell juga belum memberikan dampak besar terhadap pergerakan pasar.
Bursa Global Bergerak Beragam
Pada perdagangan sebelumnya, bursa saham Eropa mayoritas ditutup menguat. Indeks Euro Stoxx 50 naik 0,32 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,16 persen, dan DAX Jerman naik 0,57 persen. Sementara itu, indeks CAC Prancis sedikit melemah 0,04 persen.
Di Wall Street, seluruh indeks utama kompak ditutup menguat. Indeks Dow Jones naik 0,17 persen ke level 49.590,50, S&P 500 menguat 0,16 persen ke posisi 6.977,27, dan Nasdaq naik tipis 0,08 persen ke level 25.787,66.
Pergerakan bursa Asia pada pagi hari juga cenderung bervariasi. Indeks Nikkei melonjak 3,44 persen, Hang Seng menguat 1,35 persen, dan Strait Times naik 0,62 persen. Sementara itu, indeks Shanghai tercatat melemah 0,13 persen.
Kombinasi sentimen tersebut membuat pelaku pasar di dalam negeri masih bersikap selektif. IHSG diperkirakan bergerak dinamis dengan peluang naik maupun koreksi terbatas, seiring pelaku pasar menunggu kepastian dari data ekonomi global dan stabilitas domestik. (ant/nsp)
Load more