Gen Z Digenjot Masuk Gig Economy, Pemerintah Siapkan Mesin Baru Ekonomi Digital
- Kemenko Perekonomian
“Ini sudah semakin modern, semakin virtual juga bisa kita lakukan nanti. Jadi dengan adanya model-model gig seperti ini, harapan kita ini akan ditargetkan di 15 kota. Kita targetkan sebanyak 3 ribu peserta dalam 1 bulan, sementara kalau tadi 300 peserta dalam satu term,” ungkap Deputi Ali.
Pelatihan Gig Economy untuk Gen Z di DIY digelar selama tiga hari. Hari pertama diisi dengan talkshow bertajuk “Gig Economy untuk Gen Z: Peluang dan Tantangan” serta sesi pelatihan awal. Pada kesempatan tersebut, Deputi Ali juga meninjau langsung kelas-kelas pelatihan dan berdialog singkat dengan para peserta. Program pelatihan berlanjut pada hari kedua dan ketiga, masing-masing pada 16 dan 17 Januari.
Agenda ini dinilai strategis karena tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga sarana menjaring dan memetakan talenta potensial serta ide-ide kreatif yang dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai modal ekonomi digital nasional.
“Saat ini, untuk smart factory maupun smart estate, semuanya butuh AI untuk bisa bersaing lebih cepat. Namun, pesan dari Pak Menko beda bahwa AI ini bukan malah tidak membutuhkan tenaga kerja, karena dasar dari AI adalah struktur data. Nah, struktur data itu dikerjakan oleh kita-kita, karena hal itu yang diolah menjadi solusi dari AI tersebut. Nanti juga akan dibuat di seluruh kota AI Open Challenge Competition, yang akan menjadi wadah menjaring seluruh ide dari adik-adik ini atau sebagai idea pool. Juga nanti yang memberikan ide tentu ada talent, jadi juga kita ada talent pool,” tutup Deputi Ali. (rpi)
Load more