News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kesal dengan Narasi KPK, Noel: Iya Saya Gembong, Perintahkan Korupsi Massal!

Noel mengaku tidak akan mengajukan permohonan abolisi kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kasus korupsi yang menjeratnya. Namun, Ia tampak kesal dengan narasi dari KPK.
Senin, 19 Januari 2026 - 16:03 WIB
Immanuel Ebenezer Gerungan dalam sidang pembacaan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan periode 2024-2025 Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel, tampak kesal dengan narasi KPK yang seakan menyebutnya sebagai gembong korupsi.

Hal itu disampaikan Noel menjelang sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia bahkan mengaku tidak akan mengajukan permohonan abolisi kepada Presiden Prabowo Subianto terkait perkara dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 yang menjeratnya sebagai terdakwa.

"Presiden jangan dibebani hak seperti itu. Presiden fokus dengan kerja kerakyatannya saja," ujar mantan Wamenaker tersebut.

Lebih lanjut, Noel mengakui bahwa perbuatan yang disangkakan dalam perkara tersebut merupakan tanggung jawab pribadinya, sehingga dengan sadar harus menghadapi proses hukum tanpa melibatkan Presiden.

Sebagai informasi, Abolisi merupakan hak prerogatif Presiden untuk menghentikan proses hukum pidana terhadap seseorang atau sekelompok orang sebelum adanya putusan berkekuatan hukum tetap, dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Noel menilai, Presiden Prabowo tidak semestinya disibukkan dengan perkara yang menurutnya berskala kecil.

Ia memastikan tidak ada komunikasi dengan pihak Istana atau tim kepresidenan terkait permintaan abolisi untuk 'menyelamatkannya'.

"Presiden ngurusin bangsa ini, negara ini lebih penting daripada kasus yang kayak aib begini. Apalagi kita lihat orkestrasi yang dinarasikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai gembong," lantang Noel.

Noel kemudian berharap agar apa yang disebutnya sebagai orkestrasi tersebut dapat dihentikan, karena dinilai dibangun di atas kebohongan dan tidak mencerminkan penegakan hukum yang berkeadilan.

Politisi pecatan Gedindra ini lantas juga menyinggung pernyataan Presiden yang sebelumnya menilai penanganan korupsi selama ini terlalu menitikberatkan pada penindakan, bukan pencegahan.

"Sekarang saya dibilang gembong, iya saya gembong. Saya perintahkan seluruh kementerian korupsi massal, itu yang dijadikan berita biar keren," ungkapnya kesal.

Dalam perkara dugaan pemerasan pengurusan sertifikat K3 di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan, KPK menduga praktik pemerasan yang dilakukan Immanuel Ebenezer bersama 10 tersangka lainnya mencapai nilai Rp201 miliar.

"Dalam penyidikan perkara ini, yakni dari identifikasi oleh penyidik melalui rekening para tersangka, dugaan tindak pemerasan yang dilakukan mencapai Rp201 miliar untuk periode 2020-2025," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Menurut Budi, nilai tersebut belum termasuk pemberian dalam bentuk tunai maupun barang, seperti kendaraan, fasilitas ibadah haji dan umrah, serta bentuk keuntungan lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, pada 22 Agustus 2025, KPK resmi menetapkan Immanuel Ebenezer dan 10 orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Pada hari yang sama, Noel sempat berharap memperoleh amnesti dari Presiden Prabowo Subianto, namun ia justru diberhentikan dari jabatannya sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan. (ant/rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terduga Penculik Bocah 4 Tahun Tewas Dihakimi Massa di Rejang Lebong

Terduga Penculik Bocah 4 Tahun Tewas Dihakimi Massa di Rejang Lebong

Dalam rekaman CCTV terlihat seorang pria bernama Firman Wahyudi diduga mencoba menculik seorang bocah berusia 4 tahun di Desa Lubuk Belimbing, Kecamatan Sindang Beliti, Kabupaten Rejang Lebong, pada Senin pagi (27/4/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.
AVC Ungkap Kesalahan Bandung BJB Tandamata Usai Kalah dari Klub Tuan Rumah

AVC Ungkap Kesalahan Bandung BJB Tandamata Usai Kalah dari Klub Tuan Rumah

Tampil di Bangkok, Senin (27/4/2026), Bandung BJB Tandamata kalah lewat straight set 3-0 (25-22, 25-20, 25-22) dari Supreme TIP Chonburi-E.Tech. 
Green SM Buka Suara soal Kecelakaan Argo Bromo Anggrek dan KRL Bekasi: Dukung Investigasi dan Soroti Keselamatan

Green SM Buka Suara soal Kecelakaan Argo Bromo Anggrek dan KRL Bekasi: Dukung Investigasi dan Soroti Keselamatan

Green SM buka suara soal kecelakaan kereta Bekasi, dukung investigasi dan sampaikan duka. Daftar korban kecelakaan kereta masih jadi sorotan.
Race Direction MotoGP Spanyol 2026 Jelaskan Alasan Marc Marquez Lolos dari Penalti saat Sprint Race di Sirkuit Jerez

Race Direction MotoGP Spanyol 2026 Jelaskan Alasan Marc Marquez Lolos dari Penalti saat Sprint Race di Sirkuit Jerez

Race Direction MotoGP Spanyol 2026 ungkap mengapa Marc Marquez tidak mendapat penalti usai memotong lintasan menuju pitlane saat sprint race di Sirkuit Jerez.
DPR Soroti Darurat Perlintasan Sebidang Tak Kunjung Tuntas, Kecelakaan Terus Berulang

DPR Soroti Darurat Perlintasan Sebidang Tak Kunjung Tuntas, Kecelakaan Terus Berulang

Perlintasan sebidang dinilai jadi sumber berulangnya kecelakaan kereta api di Tanah Air. DPR mengingatkan, jalur rel seharusnya steril dari gangguan, sebagaimana standar di banyak negara.
Soal Nama Calon KSAL, Pengamat: Laksdya Irvansyah dan Laksdya Agus Hariadi Layak Masuk

Soal Nama Calon KSAL, Pengamat: Laksdya Irvansyah dan Laksdya Agus Hariadi Layak Masuk

Bursa calon Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) mulai mengerucut seiring dinamika suksesi di tubuh TNI AL. Sejumlah nama perwira tinggi disebut-sebut memiliki peluang, di antaranya Laksamana Madya Irvansyah dan Laksamana Madya Agus Hariadi

Trending

Netizen Berbondong-bondong Semprot Taksi Green SM dan Sebut Jadi Penyebab Kecelakaan KA Argo Bromo-KRL di Bekasi Timur: Boikot!

Netizen Berbondong-bondong Semprot Taksi Green SM dan Sebut Jadi Penyebab Kecelakaan KA Argo Bromo-KRL di Bekasi Timur: Boikot!

Detik-detik KRL menabrak taksi Green SM terekam jelas dan beredar luas di media sosial. Netizen yang geram pun ramai-ramai langsung memberikan komentar negatif.
Taksi Green SM Beri Klarifikasi Soal Dugaan Pemicu Tabrakan Maut KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur

Taksi Green SM Beri Klarifikasi Soal Dugaan Pemicu Tabrakan Maut KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur

Terjadi insiden kecelakaan maut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek menabrak Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur. Taksi Green SM berikan klarifikasi
Dipinggirkan John Herdman dari Timnas Indonesia, Rafael Struick Kini Benar-benar Fokus Bikin Konten di YouTube

Dipinggirkan John Herdman dari Timnas Indonesia, Rafael Struick Kini Benar-benar Fokus Bikin Konten di YouTube

Belum dapat panggilan lagi dari Timnas Indonesia setelah dilatih John Herdman, striker Dewa United Rafael Struick pilih fokuskan perhatian terhadap YouTube-nya.
Bung Ropan Sebut John Herdman Sia-sia Panggil Thom Haye dan Shayne Pattynama ke TC Timnas Indonesia

Bung Ropan Sebut John Herdman Sia-sia Panggil Thom Haye dan Shayne Pattynama ke TC Timnas Indonesia

Menurut Bung Ropan, Thom Haye dan Shayne Pattynama tidak bisa bermain untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026 sekalipun dipilih John Herdman ikut TC.
Kabar Zico Soree, Striker Keturunan Mojokerto di Eropa yang Pernah Berseragam Timnas Indonesia Era STY: Kini Jadi Mesin Gol Kasta 4 Belanda

Kabar Zico Soree, Striker Keturunan Mojokerto di Eropa yang Pernah Berseragam Timnas Indonesia Era STY: Kini Jadi Mesin Gol Kasta 4 Belanda

Kabar Zico Soree, penyerang keturunan Mojokerto yang menjelma jadi mesin gol kasta keempat Liga Belanda. Tampil bersama DVS '33 Ermelo, ia mencuri perhatian.
Masih Ingat Tragedi Bintaro 2? Kejadiannya Serupa dengan Tabrakan KA Argo Bromo-KRL di Bekasi Timur

Masih Ingat Tragedi Bintaro 2? Kejadiannya Serupa dengan Tabrakan KA Argo Bromo-KRL di Bekasi Timur

Tabrakan antara KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur seolah membuka kembali luka lama dalam sejarah kelam perkeretaapian tanah air lebih dari 1 dekade lalu.
Penumpang Ceritakan Detik-Detik KRL Diseruduk KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur

Penumpang Ceritakan Detik-Detik KRL Diseruduk KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur

Munir, penumpang yang berhasil menyelamatkan diri dari kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4), membeberkan kronologi peristiwa mencekam tersebut. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT