Saham INET Melonjak 10%, Diborong Asing di Tengah Rights Issue Rp3,2 Triliun
- Antara
Setiap 1 HMETD dapat ditebus menjadi 1 saham baru INET dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham. Periode pelaksanaan rights issue saham INET berlangsung pada 8–22 Januari 2026.
Melalui aksi korporasi ini, perseroan menargetkan perolehan dana segar sekitar Rp3,2 triliun. Dana tersebut direncanakan digunakan untuk ekspansi jaringan, penguatan infrastruktur digital, serta peningkatan kapasitas layanan data, yang ke depan diharapkan berdampak positif terhadap kinerja fundamental dan valuasi saham INET.
Rincian Rights Issue Saham INET:
-
Jumlah HMETD: 12,78 miliar lembar
-
Harga pelaksanaan: Rp250 per saham
-
Periode pelaksanaan: 8–22 Januari 2026
-
Target dana: Sekitar Rp3,2 triliun
Rights issue ini menjadi salah satu alasan meningkatnya atensi investor terhadap saham Sinergi Inti Andalan Prima, karena potensi ekspansi bisnis diyakini dapat mendorong pertumbuhan pendapatan jangka menengah.
Prospek Saham INET ke Depan
Dengan tren teknikal yang masih positif, arus dana asing yang deras, serta katalis korporasi berupa rights issue, saham INET dinilai memiliki peluang melanjutkan penguatan dalam waktu dekat. Namun demikian, investor tetap disarankan mencermati volatilitas pasar serta risiko dilusi akibat penerbitan saham baru.
Secara keseluruhan, pergerakan harga saham INET yang melonjak lebih dari 10% dalam sehari menegaskan bahwa saham INET hari ini menjadi salah satu saham paling menarik di sektor telekomunikasi. Jika sentimen positif berlanjut dan aksi korporasi berjalan sesuai rencana, saham INET berpotensi tetap menjadi incaran investor dalam beberapa pekan ke depan. (nsp)
Load more