News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ultimatum Keras Purbaya Ancam ‘Obrak-Abrik’ Pajak–Bea Cukai: Ganti Perusahaan Swiss SGS

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ultimatum DJP dan Bea Cukai, ancam rombak besar-besaran hingga opsi diganti perusahaan Swiss SGS jika kinerja tak membaik.
Selasa, 27 Januari 2026 - 12:47 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan peringatan keras kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Bendahara Negara itu menegaskan siap melakukan perombakan besar-besaran di dua institusi strategis tersebut jika kinerja penerimaan negara tidak segera menunjukkan perbaikan signifikan.

Ultimatum itu disampaikan Purbaya secara terbuka usai memberikan sambutan dalam Tirto Indonesia Fiskal Forum di Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026). Ia menegaskan langkah tersebut bukan sekadar ancaman, melainkan rencana nyata jika reformasi yang sedang berjalan tidak membuahkan hasil konkret.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sebentar lagi Pajak dan Bea Cukai akan saya obrak-abrik. Kalau saya lakukan saat awal masuk September kemarin, pasti kacau karena masih fase akhir pertumbuhan penerimaan. Tapi sekarang waktunya evaluasi,” ujar Purbaya.

Meski begitu, ia mengaku optimistis pembenahan sumber daya manusia di DJP dan DJBC akan berdampak langsung terhadap peningkatan rasio pajak dalam jangka menengah. Menurutnya, kunci utama perbaikan penerimaan negara bukan hanya pada regulasi, tetapi juga pada kualitas dan integritas aparatur.

“Saya yakin dengan perbaikan orang-orang di Pajak dan Bea Cukai, ke depan tax ratio kita akan meningkat,” tegasnya.

Lebih jauh, Purbaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto bahkan telah menyiapkan opsi ekstrem jika kinerja Bea Cukai tidak kunjung membaik, yakni menyerahkan fungsi kepabeanan kepada perusahaan inspeksi global asal Swiss, Société Générale de Surveillance (SGS).

“Ini buat saya ancaman serius. Presiden bilang, kalau Bea Cukai tidak beres tahun ini, mungkin akhir tahun bisa diganti dengan SGS,” kata Purbaya.

Pernyataan tersebut menegaskan betapa seriusnya pemerintah dalam menata ulang dua mesin utama penerimaan negara. Opsi menyerahkan sebagian fungsi kepada pihak eksternal dinilai sebagai sinyal bahwa toleransi terhadap kinerja yang stagnan semakin menipis.

Ancaman serupa juga diarahkan kepada Direktorat Jenderal Pajak. Purbaya mengakui, pada tahun ini dirinya tidak lagi bisa berlindung di balik status menteri baru. Target penerimaan negara menjadi tolok ukur utama keberhasilannya sebagai Menteri Keuangan.

“Tahun ini saya tidak bisa bilang saya menteri baru. Kalau enggak beres, saya yang disikat duluan. Tapi sebelum itu, saya sikat dulu Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai,” ujarnya dengan nada tegas.

Meski melontarkan ultimatum keras, Purbaya menyampaikan keyakinannya bahwa jajaran pimpinan DJP dan DJBC telah menunjukkan komitmen untuk bekerja lebih agresif dalam memperbaiki kinerja. Ia menyebut, pimpinan kedua institusi tersebut telah sepakat mengikuti arah reformasi yang sedang digencarkan Kementerian Keuangan.

“Kami sudah berkomitmen untuk memperbaiki pekerjaan kami. Pak Bimo di Pajak dan jajaran Bea Cukai siap bekerja lebih baik di 2026,” katanya.

Tekanan keras Purbaya tidak lepas dari capaian penerimaan negara tahun sebelumnya yang dinilai belum memuaskan. Sepanjang 2025, penerimaan pajak tercatat mengalami kontraksi 0,72 persen menjadi Rp1.917,6 triliun, turun dibandingkan realisasi 2024 yang mencapai Rp1.931,6 triliun.

Sementara itu, penerimaan dari sektor bea dan cukai pada 2025 hanya tumbuh tipis sekitar 0,02 persen menjadi Rp300,3 triliun, nyaris stagnan dibandingkan capaian 2024 sebesar Rp300,2 triliun.

Berikut gambaran kinerja penerimaan negara:

  • Penerimaan Pajak 2025: Rp1.917,6 triliun (turun 0,72 persen)

  • Penerimaan Pajak 2024: Rp1.931,6 triliun

  • Penerimaan Bea dan Cukai 2025: Rp300,3 triliun (naik 0,02 persen)

  • Penerimaan Bea dan Cukai 2024: Rp300,2 triliun

Kondisi tersebut menjadi dasar pemerintah memberikan tekanan serius terhadap DJP dan DJBC, mengingat kedua institusi ini menyumbang mayoritas pendapatan negara yang menopang belanja pemerintah, pembangunan, hingga program perlindungan sosial.

Purbaya menegaskan, reformasi di tubuh DJP dan DJBC harus menghasilkan dampak nyata, mulai dari peningkatan kepatuhan wajib pajak, perbaikan layanan publik, hingga penindakan tegas terhadap praktik penyimpangan yang merugikan negara.

Menurutnya, jika kinerja penerimaan negara tidak segera membaik, maka perubahan struktural di dua institusi tersebut tidak dapat dihindari. Ia memastikan pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah ekstrem demi menjaga keberlanjutan fiskal nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini bukan sekadar soal angka, tapi soal kredibilitas negara dalam mengelola keuangan publik,” pungkas Purbaya.

Pernyataan keras Menkeu ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa era kompromi terhadap kinerja rendah di sektor pajak dan kepabeanan telah berakhir, seiring meningkatnya tuntutan terhadap stabilitas fiskal dan pembangunan berkelanjutan. (agr/nsp)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dijual dari Harga Rp75 Ribu, Ini Daftar Harga Hingga Cara Beli Tiket Piala Asia Futsal 2026

Dijual dari Harga Rp75 Ribu, Ini Daftar Harga Hingga Cara Beli Tiket Piala Asia Futsal 2026

Federasi Futsal Indonesia (FFI) bersama AFC pun membuka penjualan tiket untuk pertandingan. Tiket pun dijual dari mulai harga Rp75 ribu untuk pertandingan di babak fase grup ini. 
Soal Dampak Hilirisasi Mineral Nasional dalam Lapangan Kerja, Legislator: Industrialisasi Harus Dipercepat

Soal Dampak Hilirisasi Mineral Nasional dalam Lapangan Kerja, Legislator: Industrialisasi Harus Dipercepat

Dampak dari kebijakan hilirisasi mineral nasional kini menunjukkan penciptaan lapangan kerja baru yang nyata. Bahkan, pengembangan proyek pengolahan dan
Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera Jadi Ciri Khas PNM di Industri Keuangan

Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera Jadi Ciri Khas PNM di Industri Keuangan

Pemberdayaan perempuan prasejahtera bukan sekadar program, melainkan unique selling point yang menjadi pembeda utama PNM dalam menghadirkan layanan keuangan.
Purbaya Ungkap Biang Kerok Penyebab Gangguan di Sistem Coretax

Purbaya Ungkap Biang Kerok Penyebab Gangguan di Sistem Coretax

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pihaknya bakal memperluas bandwith pada sistem Coretax agar tak lagi mengalami gangguan saat digunakan masyarakat luas
Alan Cardoso Resmi Berpisah dengan Persija Jakarta, Netizen Langsung Bereaksi

Alan Cardoso Resmi Berpisah dengan Persija Jakarta, Netizen Langsung Bereaksi

Alan Cardoso resmi berpisah dengan Persija Jakarta di paruh musim Super League 2025/2026. Begini reaksi dari netizen.
DPR Dorong Investigasi Menyeluruh Buntut Insiden Kecelakaan Maut Mobil Dinas TNI di Bandung

DPR Dorong Investigasi Menyeluruh Buntut Insiden Kecelakaan Maut Mobil Dinas TNI di Bandung

Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan dinas TNI dan menewaskan dua anggota Polri di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mendapat perhatian dari kalangan legislatif

Trending

Nasib Tanah Girik Mulai 6 Februari 2026: Benarkah Jadi Milik Negara? Ini Penjelasan Tegas BPN

Nasib Tanah Girik Mulai 6 Februari 2026: Benarkah Jadi Milik Negara? Ini Penjelasan Tegas BPN

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berikan penjelaskan soal surat tanah lama, seperti girik yang segera tidak berlaku lagi.
Jadi Saksi Roy Suryo di Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Rocky Gerung: Enggak Ada Urusan Memberatkan Meringankan 

Jadi Saksi Roy Suryo di Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Rocky Gerung: Enggak Ada Urusan Memberatkan Meringankan 

Diketahui, pemenuhan panggilan pemeriksaan ini dilakukan sebagai saksi meringankan, atas permintaan dari tersangka Roy Suryo Dkk.
Fakta-fakta Penjual Es Gabus Dituduh Pakai Spons Ternyata Hoaks, Berujung Anggota Polri-TNI Minta Maaf

Fakta-fakta Penjual Es Gabus Dituduh Pakai Spons Ternyata Hoaks, Berujung Anggota Polri-TNI Minta Maaf

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, jajanan pasar yang sempat diduga terbuat dari spons tersebut dinyatakan aman dan layak untuk dikonsumsi.
Misteri Tewasnya Janda di Ponorogo: Luka Robek di Kepala dan Anak yang Menghilang dari Rumah

Misteri Tewasnya Janda di Ponorogo: Luka Robek di Kepala dan Anak yang Menghilang dari Rumah

Kabar duka sekaligus mengerikan datang dari Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Seorang janda bernama Nur Aini (55) ditemukan tidak bernyawa di dalam kediamannya pada Senin (26/1). 
Viral Penjual Es Gabus Dituding Pakai Bahan Spons, Aparat TNI-Polri Akui Terlalu Cepat Ambil Kesimpulan, Langsung Minta Maaf ke Kakek Sudrajat

Viral Penjual Es Gabus Dituding Pakai Bahan Spons, Aparat TNI-Polri Akui Terlalu Cepat Ambil Kesimpulan, Langsung Minta Maaf ke Kakek Sudrajat

Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan dua aparat TNI-Polri yang menuding es gabus yang dijual seorang pedagang berisikan spons. 
Terungkap, Penyebab Ressa Rizky Rossano Tiba-tiba Mengetahui Asal-Usul Dirinya sebagai Anak Denada

Terungkap, Penyebab Ressa Rizky Rossano Tiba-tiba Mengetahui Asal-Usul Dirinya sebagai Anak Denada

Terungkap penyebab Ressa Rizky Rossano mengetahui asal-usul dirinya sebagai anak Denada, berawal dari pengakuan keluarga dan pencarian kebenaran sejak kecil.
Media Prancis Bingung usai Eks Pemain PSG Layvin Kurzawa Rela Tinggalkan Eropa Demi Gabung Persib Bandung

Media Prancis Bingung usai Eks Pemain PSG Layvin Kurzawa Rela Tinggalkan Eropa Demi Gabung Persib Bandung

Persib kembali membuat kejutan besar di bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026. Media Prancis sorot tajam keputusan Layvin Kurzawa ke Persib Bandung.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT