Profil Iman Rachman, Mantan Dirut BEI dengan Rekam Jejak Panjang di Pasar Modal
- Muhammad Heriyanto-Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Iman Rachman mendadak menjadi sorotan publik setelah mengumumkan pengunduran diri dari jabatan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/1). Keputusan tersebut diambil di tengah tekanan berat pasar modal nasional menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir.
Dalam konferensi pers di Gedung BEI, Iman Rachman menyatakan pengunduran dirinya sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar yang terjadi. Ia berharap langkah tersebut dapat memberi dampak positif bagi stabilitas dan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
“Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia menyatakan mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab terhadap apa yang terjadi dalam dua hari terakhir,” ujar Iman Rachman.
Rekam Jejak Panjang Iman Rachman di Pasar Modal
Profil Iman Rachman dikenal luas sebagai sosok profesional dengan pengalaman panjang di sektor keuangan dan pasar modal. Pria kelahiran Jakarta ini mengawali kariernya di industri pasar modal sebagai manajer di PT Danareksa Sekuritas pada periode 1998–2003.
Setelah itu, Iman Rachman melanjutkan karier sebagai Direktur Investment Banking di PT Mandiri Sekuritas selama lebih dari satu dekade, yakni pada 2003 hingga 2016. Pengalaman tersebut mengukuhkan reputasinya sebagai praktisi pasar modal yang memahami dinamika investasi, pembiayaan, serta pengembangan bisnis korporasi.
Jejak karier Iman Rachman tidak hanya berhenti di sektor swasta. Ia juga dipercaya menduduki berbagai posisi strategis di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN).
Pernah Menjabat Posisi Strategis di Sejumlah BUMN
Sebelum menjabat sebagai Dirut BEI, Iman Rachman mengemban berbagai peran penting di BUMN. Ia pernah menjadi Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) pada 2016–2018, lalu melanjutkan jabatan serupa di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) pada 2018–2019.
Pada 2019–2020, Iman Rachman dipercaya menjadi Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero). Selanjutnya, ia menjabat sebagai Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) pada periode 2020–2022.
Pengalaman lintas sektor tersebut membuat profil Iman Rachman dikenal sebagai figur yang mampu menjembatani kepentingan pasar modal, BUMN, dan sektor keuangan nasional.
Ditunjuk sebagai Dirut BEI pada 2022
Iman Rachman resmi ditetapkan sebagai Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022. Penunjukan tersebut mengacu pada hasil Rapat Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Surat OJK Nomor S-101/D.04/2022.
Selama menjabat sebagai Dirut BEI, Iman Rachman mendorong berbagai agenda penguatan pasar modal, termasuk pengembangan produk investasi, peningkatan literasi keuangan, serta transformasi digital di lingkungan bursa.
Latar Belakang Pendidikan Iman Rachman
Dari sisi akademik, profil Iman Rachman juga terbilang kuat. Ia meraih gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran pada 1995. Dua tahun kemudian, ia melanjutkan studi ke Inggris dan memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) bidang keuangan dari Leeds University Business School pada 1997.
Bekal pendidikan tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan karier Iman Rachman, terutama dalam memahami sistem keuangan global dan praktik pasar modal internasional.
Penghargaan yang Pernah Diraih
Sepanjang kariernya, Iman Rachman juga mengantongi sejumlah penghargaan bergengsi, antara lain:
-
CEO Visioner Terbaik 2020 versi BUMN Track
-
Best CFO 2017
-
2nd Winner Indonesia Best CFO 2018
-
Indonesia Future Business Leader 2016
Deretan penghargaan tersebut semakin memperkuat profil Iman Rachman sebagai salah satu figur penting di sektor keuangan nasional.
Pengunduran Diri di Tengah Tekanan IHSG
Pengunduran diri Iman Rachman terjadi di tengah tekanan besar terhadap pasar saham Indonesia. IHSG tercatat mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir, bahkan sempat memicu penghentian perdagangan sementara atau trading halt.
Situasi tersebut dipicu oleh keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara perlakuan indeks terhadap saham-saham Indonesia, termasuk pembekuan kenaikan bobot dan penambahan saham baru dalam indeks.
Meski demikian, Iman Rachman menegaskan bahwa pengunduran dirinya diharapkan dapat menjadi langkah terbaik bagi pasar modal Indonesia ke depan.
“Nanti akan ada pelaksana tugas sesuai ketentuan anggaran dasar sampai ditunjuk direktur utama yang baru,” ujar Iman Rachman.
Dengan rekam jejak panjang di pasar modal dan BUMN, profil Iman Rachman tetap menjadi sorotan publik, khususnya dalam perjalanan transformasi pasar keuangan Indonesia. (nsp)
Load more