BI Ungkap Deflasi Awal Tahun, Inflasi 2026–2027 Diproyeksi Jinak di Kisaran Target
- dok. Bank Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com — Bank Indonesia (BI) mencatat dinamika harga yang relatif terkendali pada awal 2026. Indeks Harga Konsumen (IHK) Januari 2026 tercatat mengalami deflasi bulanan, sementara inflasi tahunan masih berada dalam koridor sasaran bank sentral.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IHK Januari 2026 mengalami deflasi sebesar 0,15 persen secara bulanan (month to month/mtm).
Kondisi ini mencerminkan tekanan harga yang masih terjaga, terutama dari sisi inflasi inti serta penurunan harga pada kelompok pangan bergejolak dan harga yang diatur pemerintah.
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, secara bulanan IHK Januari 2026 tercatat deflasi sebesar 0,15% (mtm). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang secara umum terkendali serta deflasi pada kelompok volatile food dan administered prices,” ujar Ramdan dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis (5/2/2026).
Meski secara bulanan mengalami deflasi, inflasi tahunan tercatat sedikit meningkat. BI mencatat inflasi IHK secara tahunan mencapai 3,55 persen (year on year/yoy), naik dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 2,92 persen (yoy).
Kenaikan ini, menurut BI, tidak menunjukkan tekanan struktural baru, melainkan dipengaruhi faktor pembanding tahun lalu.
Ke depan, Bank Indonesia tetap optimistis stabilitas harga akan terjaga. BI memproyeksikan inflasi pada 2026 dan 2027 secara tahunan akan menurun dan berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen.
“Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi 2026 dan 2027 secara tahunan akan menurun sehingga tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%,” lanjut Ramdan.
Optimisme tersebut ditopang oleh konsistensi kebijakan moneter yang dijalankan BI, serta kuatnya sinergi pengendalian inflasi antara bank sentral dan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).
Selain itu, penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional turut menjadi faktor penopang stabilitas harga.
BI juga menilai berakhirnya pengaruh base effect akibat rendahnya inflasi Januari 2025, yang dipicu oleh kebijakan diskon tarif listrik, turut memengaruhi dinamika inflasi tahunan saat ini.
Dengan kombinasi kebijakan yang terjaga dan koordinasi lintas sektor yang erat, BI menegaskan komitmennya untuk memastikan stabilitas harga tetap terpelihara guna mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (agr/rpi)
Load more