Gandeng Korea Selatan, Indonesia akan Bangun Pusat Pelatihan Siber Nasional untuk Perkuat Pertahanan Digital
- Ist
Salah satu peserta dari Indonesia, R. Tjahjo Khurniawan selaku Deputi Bidang Strategi dan Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi BSSN, menyampaikan, “Mengalami dan mempelajari secara langsung kebijakan dan sistem respons keamanan siber Korea memberikan kontribusi besar dalam merumuskan arah kebijakan serta pengelolaan pusat pendidikan dan pelatihan keamanan siber Indonesia di masa depan,” ujarnya pada Rabu (18/2/2026).
Saat ini, STEALIEN bertindak sebagai pelaksana utama proyek KOICA melalui konsorsium bersama Universitas Ajou dan Solutek System.
Sebelumnya, konsorsium tersebut telah menggelar pelatihan jangka pendek bagi dosen dan praktisi Indonesia pada Januari lalu. Selanjutnya, pelatihan undangan jangka menengah bagi calon pengajar CSVC dijadwalkan berlangsung pada Maret hingga Agustus 2026.
Kim Gye-young, Direktur Eksekutif STEALIEN sekaligus penanggung jawab proyek KOICA, menilai pelatihan bagi pejabat tinggi ini menjadi forum strategis untuk membahas elemen kunci dalam pengembangan SDM keamanan siber.
Menurutnya, penguatan kapasitas tidak boleh berhenti pada aspek pendidikan, tetapi harus terintegrasi dalam kebijakan dan sistem nasional. Ia berharap pengalaman Korea dalam perumusan dan tata kelola kebijakan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan sistem pendidikan dan pelatihan keamanan siber di Indonesia.
STEALIEN sendiri dikenal sebagai perusahaan offensive security yang didukung para white hacker kelas dunia, dengan pendekatan keamanan dari perspektif penyerang. Perusahaan ini memiliki lini bisnis utama meliputi solusi keamanan aplikasi mobile AppSuit, layanan red team penetration testing dan konsultasi keamanan terpadu, riset serta pengembangan teknologi peretasan dan keamanan, hingga pengelolaan platform pelatihan siber Cyber Drill System. (rpi)
Load more