Deal Dagang RI–AS Diteken, Tarif Turun Tapi Risiko Menggunung: Dari Banjir Impor hingga Tekanan UMKM
- BPMI Setpres
5. Risiko terhadap Agenda Hilirisasi dan Kedaulatan Data
Kemudahan investasi dan integrasi sistem perdagangan dikhawatirkan:
-
Mengurangi kontrol terhadap pengolahan mineral dalam negeri
-
Membatasi ruang kebijakan industri strategis
-
Membuka ketergantungan pada ekosistem teknologi luar negeri
Peluang Tetap Ada, Tapi Butuh Pengamanan Kebijakan
Di sisi lain, kesepakatan ini juga membuka peluang Indonesia masuk ke rantai pasok teknologi tinggi, terutama sektor semikonduktor yang selama ini sulit ditembus negara berkembang.
Namun tanpa strategi pengaman yang kuat, manfaat ekspor berisiko kalah cepat dibanding tekanan impor yang langsung terasa di pasar domestik.
Perjanjian ini dijadwalkan berlaku 60 hari setelah diratifikasi legislatif masing-masing negara. Masa tersebut menjadi krusial bagi Indonesia untuk menghitung ulang dampak fiskal, industri, dan perlindungan pasar dalam negeri sebelum implementasi penuh berjalan.
Kesepakatan dagang ini pada akhirnya bukan sekadar soal tarif, melainkan tentang bagaimana Indonesia menjaga keseimbangan antara membuka pasar global dan mempertahankan fondasi ekonominya sendiri. (nsp)
Load more