News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Deal Dagang RI–AS Diteken, Tarif Turun Tapi Risiko Menggunung: Dari Banjir Impor hingga Tekanan UMKM

MoU dagang RI–AS resmi diteken. Tarif turun, tapi risiko banjir impor, tekanan UMKM, dan ketimpangan perdagangan mulai jadi sorotan.
Minggu, 22 Februari 2026 - 02:30 WIB
Presiden Prabowo Subianto
Sumber :
  • BPMI Setpres

Jakarta, tvOnenews.com - Kesepakatan dagang antara Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump resmi diteken pada 19 Februari 2026 sebagai kelanjutan framework kerja sama ekonomi yang telah dirintis sejak Juli 2025.

Perjanjian bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat ini disebut sebagai salah satu kesepakatan perdagangan terbesar dalam sejarah hubungan kedua negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di atas kertas, perjanjian ini menawarkan akses pasar yang lebih luas dan integrasi rantai pasok global. Namun di balik berbagai kemudahan tarif dan komitmen investasi, muncul kekhawatiran soal dampak jangka panjang terhadap neraca dagang, ketahanan industri nasional, hingga ruang kebijakan ekonomi domestik.

Berikut poin-poin utama dalam nota kesepakatan tersebut:

Poin Utama MoU Kesepakatan Dagang RI–AS

1. Penurunan Tarif Ekspor Indonesia ke AS

Amerika Serikat menurunkan tarif produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen.
Selain itu, sejumlah komoditas unggulan Indonesia mendapatkan tarif 0 persen, di antaranya:

  • Minyak sawit (CPO)

  • Kopi dan kakao

  • Karet

  • Komponen elektronik dan semikonduktor

  • Komponen pesawat terbang

Untuk produk tekstil dan pakaian tertentu, AS menerapkan skema tariff rate quota (TRQ) dengan tarif 0 persen dalam batas volume tertentu.

Makna strategis:
Produk ekspor Indonesia berpeluang lebih kompetitif di pasar AS, terutama sektor padat karya seperti tekstil dan alas kaki.

2. Indonesia Menghapus Bea Masuk Lebih dari 99 Persen Produk AS

Sebagai timbal balik, Indonesia membuka hampir seluruh pasar domestik bagi barang AS, meliputi:

  • Produk pertanian

  • Produk kesehatan dan farmasi

  • Makanan laut

  • Teknologi informasi dan komunikasi

  • Produk otomotif

  • Bahan kimia industri

Makna strategis:
Pasar Indonesia menjadi jauh lebih terbuka bagi barang impor berteknologi tinggi dan produk pangan dari AS.

3. Penghapusan Pembatasan Ekspor ke AS, Termasuk Mineral Penting

Indonesia sepakat menghapus berbagai pembatasan ekspor komoditas industri ke AS, termasuk mineral strategis yang selama ini menjadi bagian dari agenda hilirisasi nasional.

Makna strategis:
AS mendapat akses lebih stabil terhadap bahan baku industri, sementara Indonesia masuk lebih dalam ke rantai pasok global.

4. Komitmen Impor Besar-Besaran dari AS Senilai US$33 Miliar

Indonesia berkomitmen melakukan pembelian:

  • Energi dari AS senilai US$15 miliar

  • Barang dan jasa sektor penerbangan sekitar US$13,5 miliar

  • Produk pertanian lebih dari US$4,5 miliar

Makna strategis:
Kesepakatan ini bukan hanya soal ekspor, tetapi juga kontrak pembelian jangka panjang yang mengikat.

5. Penghapusan Hambatan Non-Tarif dan Perdagangan Digital

Indonesia akan:

  • Mengurangi hambatan regulasi produk pertanian AS

  • Membuka akses perdagangan digital

  • Menangani isu kelebihan kapasitas baja global

  • Menyederhanakan standar teknis perdagangan

Makna strategis:
Integrasi sistem perdagangan dan data menjadi lebih erat dalam ekosistem ekonomi digital lintas negara.

6. Pembentukan Dewan Perdagangan dan Investasi Bilateral

Kedua negara akan membentuk badan bersama untuk mengawasi implementasi perjanjian dan mengatasi ketidakseimbangan perdagangan.

7. Turunan 11 Nota Kesepahaman Bisnis Senilai US$38,4 Miliar

Kerja sama mencakup:

  • Pengembangan mineral penting

  • Penguatan rantai pasok semikonduktor

  • Pembelian jagung dan kapas

  • Industri furnitur dan bahan baku tekstil daur ulang

  • Hilirisasi silika untuk industri chip

Nilai awal proyek semikonduktor saja diperkirakan mencapai US$4,9 miliar dan berpotensi berkembang hingga lebih dari US$26 miliar.

Efek Samping yang Mulai Dikhawatirkan

Meski membawa peluang ekspor dan investasi, struktur kesepakatan ini dinilai asimetris karena konsesi Indonesia jauh lebih besar dibandingkan penurunan tarif yang diterima.

1. Risiko Banjir Impor dan Tekanan Neraca Dagang

Penghapusan hampir seluruh tarif produk AS berpotensi:

  • Memicu lonjakan impor pangan, energi, dan manufaktur

  • Menggerus surplus perdagangan Indonesia

  • Meningkatkan ketergantungan pada produk luar negeri

2. Ancaman bagi Industri Domestik dan UMKM

Produk lokal harus bersaing langsung dengan barang AS yang:

  • Lebih murah karena bebas tarif

  • Didukung teknologi dan subsidi besar

  • Masuk ke pasar tanpa banyak hambatan regulasi

Sektor pertanian dan manufaktur ringan dinilai paling rentan terdampak.

3. Beban Fiskal dan Subsidi Energi Berpotensi Naik

Komitmen impor energi bernilai besar dapat:

  • Meningkatkan tekanan terhadap APBN

  • Memperbesar kebutuhan subsidi energi

  • Mengurangi fleksibilitas kebijakan energi nasional

4. Ketimpangan Akses Pasar

Tarif ekspor Indonesia masih 19 persen, sementara produk AS masuk hampir tanpa beban.
Kondisi ini dinilai menciptakan ketidakseimbangan dalam praktik perdagangan.

5. Risiko terhadap Agenda Hilirisasi dan Kedaulatan Data

Kemudahan investasi dan integrasi sistem perdagangan dikhawatirkan:

  • Mengurangi kontrol terhadap pengolahan mineral dalam negeri

  • Membatasi ruang kebijakan industri strategis

  • Membuka ketergantungan pada ekosistem teknologi luar negeri

Peluang Tetap Ada, Tapi Butuh Pengamanan Kebijakan

Di sisi lain, kesepakatan ini juga membuka peluang Indonesia masuk ke rantai pasok teknologi tinggi, terutama sektor semikonduktor yang selama ini sulit ditembus negara berkembang.

Namun tanpa strategi pengaman yang kuat, manfaat ekspor berisiko kalah cepat dibanding tekanan impor yang langsung terasa di pasar domestik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perjanjian ini dijadwalkan berlaku 60 hari setelah diratifikasi legislatif masing-masing negara. Masa tersebut menjadi krusial bagi Indonesia untuk menghitung ulang dampak fiskal, industri, dan perlindungan pasar dalam negeri sebelum implementasi penuh berjalan.

Kesepakatan dagang ini pada akhirnya bukan sekadar soal tarif, melainkan tentang bagaimana Indonesia menjaga keseimbangan antara membuka pasar global dan mempertahankan fondasi ekonominya sendiri. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

100 Hari Kerja, Kepala BGN Paparkan "Transformasi MBG 2.0" hingga Ajak Publik Terlibat

100 Hari Kerja, Kepala BGN Paparkan "Transformasi MBG 2.0" hingga Ajak Publik Terlibat

Kepala BGN Sudaryono memaparkan “Transformasi MBG 2.0” di 100 hari kerjanya. Dia memastikan permasalahan yang ditemukan di era sebelumnya dibenahi di MBG 2.0 ini.
Timnas Indonesia U-15 Jadi Tim Terbaik ASEAN di Fase Kompetisi Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA, Malaysia Langsung Tergelincir

Timnas Indonesia U-15 Jadi Tim Terbaik ASEAN di Fase Kompetisi Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA, Malaysia Langsung Tergelincir

Pada fase kompetisi, setiap tim termasuk tim perwakilan ASEAN di dalam fase grup bergabung dengan tier sesuai dengan posisi akhir klasemen fase grup Piala Dunia dan Festival U-15 2026.
Ole Romeny Cedera, Rafael Struick Bicara soal Kans Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia

Ole Romeny Cedera, Rafael Struick Bicara soal Kans Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia

Striker Timnas Indonesia, Rafael Struick, berbicara soal kembali ke skuad Garuda. John Herdman pun berpotensi tidak bisa mengandalkan Ole Romeny untuk bulan depan.
Kepala BGN Tidak Tutup Mata soal Adanya Permasalahan MBG di Era Sebelumnya, Singgung soal Yayasan Calo

Kepala BGN Tidak Tutup Mata soal Adanya Permasalahan MBG di Era Sebelumnya, Singgung soal Yayasan Calo

Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya tidak menutup mata soal adanya permasalahan MBG di era sebelumnya. Di 100 hari ini, Sudaryono meyakini istilah trust is good but control is better.
Tak Perlu Lagi Ribet Urus Izin, Bahlil Siapkan Terobosan Besar untuk Industri Migas RI

Tak Perlu Lagi Ribet Urus Izin, Bahlil Siapkan Terobosan Besar untuk Industri Migas RI

Pemerintah menyiapkan perubahan besar dalam tata kelola sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) melalui RUU Migas. Kini, tak perlu lagi ribet urus izin.
Kabakom: Ekonomi Tumbuh dan Gaji Buruh Naik dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo

Kabakom: Ekonomi Tumbuh dan Gaji Buruh Naik dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo

Menurut Kabakom, capaian dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka terlihat dalam pertumbuhan ekonomi beserta kenaikan gaji buruh.

Trending

Timnas Indonesia Terancam Batal Away ke Timur Tengah, Erick Thohir Siapkan Opsi Ini

Timnas Indonesia Terancam Batal Away ke Timur Tengah, Erick Thohir Siapkan Opsi Ini

Situasi Timur Tengah yang belum stabil mengancam agenda FIFA Matchday November 2026. Erick Thohir membuka opsi negara dan lawan pengganti bagi Timnas Indonesia.
Jadwal Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA: Tampil di Perempat Final Tier C, Berpeluang Lawan Prancis

Jadwal Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA: Tampil di Perempat Final Tier C, Berpeluang Lawan Prancis

Usai dua hasil positif di babak 32 dan 16 besar Tier C, Timnas Indonesia U-15 akan tampil di babak perempat final untuk memperebutkan peringkat 65-72 dunia di babak semifinal Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026.
Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Nasib nahas menimpa ART asal Banten, SR. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan usai dibuang majikannya di pinggir jalan, Selangor, Malaysia, pada 16 Oktober.
Kepala BGN: Lebih dari 2.000 Dapur MBG Ditutup Karena Tidak Memenuhi Syarat Higienis dan Sanitasi

Kepala BGN: Lebih dari 2.000 Dapur MBG Ditutup Karena Tidak Memenuhi Syarat Higienis dan Sanitasi

Kepala BGN Sudaryono mengatakan lebih dari 2.000 dapur MBG ditutup karena tidak memenuhi syarat higienis dan sanitasi. Menurut dia, dapur yang memiliki sertifikat terkait higienis dan sanitasi saja belum tentu layak apalagi dapur yang tidak punya.
Ketua RT Bongkar Sosok DBM Sebelum Kasus Mutilasi Ibu dan Anak Terungkap di Madiun

Ketua RT Bongkar Sosok DBM Sebelum Kasus Mutilasi Ibu dan Anak Terungkap di Madiun

Ketua RT di Jalan Kunir, Kota Madiun, Bibit, ungkap keseharian Dwi Bagus Martono (DBM), tersangka mutilasi istri siri dan anaknya. DBM dikenal sebagai sosok.
Ratusan Rumah di Jakarta Barat Dipasang Stiker “Rumah Memilah”, Warga Kini Punya Tanggung Jawab Baru

Ratusan Rumah di Jakarta Barat Dipasang Stiker “Rumah Memilah”, Warga Kini Punya Tanggung Jawab Baru

Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Kelurahan Kembangan Selatan tengah menggalakkan gerakan sadar lingkungan dengan cara yang unik. 
Dibuang ke Hutan dengan Luka Bakar 50 Persen, Begini Kondisi Memilukan ART Banten yang Disiksa Majikan di Malaysia

Dibuang ke Hutan dengan Luka Bakar 50 Persen, Begini Kondisi Memilukan ART Banten yang Disiksa Majikan di Malaysia

Nasib tragis menimpa perempuan inisial SR (22), seorang asisten rumah tangga (ART) asal Banten yang menjadi korban penyiksaan keji oleh majikannya di Malaysia. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT