Prabowo Diminta Batalkan Impor 105 Ribu Mobil India untuk Kopdes, Kadin Soroti Industri Otomotif RI Terancam
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia meminta Presiden Prabowo Subianto meninjau ulang dan membatalkan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga dari India senilai Rp24,66 triliun untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Rencana impor kendaraan dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU) dinilai berisiko melemahkan industri otomotif nasional. Kebijakan tersebut disebut tidak mendorong pergerakan ekonomi domestik dan bertolak belakang dengan agenda industrialisasi yang tengah digencarkan pemerintah.
Padahal, pelaku industri otomotif dalam negeri menyatakan siap memenuhi kebutuhan kendaraan pikap yang diperlukan KDKMP alias Kopdes.
“Setelah menerima pandangan dari pelaku industri otomotif dan asosiasi kami mengimbau Bapak Presiden agar membatalkan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Saleh Husin, Minggu (22/02/2026).
Menurut Saleh yang juga mantan Menteri Perindustrian, rencana impor tersebut tidak sejalan dengan visi dan program kerja Presiden. Ia menegaskan, perusahaan otomotif nasional telah menyatakan kesiapan memenuhi kebutuhan kendaraan KDKMP.
"Padahal disatu sisi Bapak Presiden sudah menetapkan ekonomi tumbuh 8% nah untuk mencapai itu salah satu faktor adalah industri dalam negeri harus tumbuh agar kita dapatkan nilai tambah dan lapangan kerja tercipta serta multiplayer efeknya ikut berkembang. Nah harusnya kita dukung keinginan Bapak Presiden tersebut bukan justru mematikan investasi dan industri yang sudah ada."
Saleh menilai kebutuhan kendaraan pikap untuk KDKMP seharusnya menjadi momentum memperkuat industri otomotif nasional.
Impor CBU berpotensi menekan sektor yang telah lama dibangun, terutama industri komponen sebagai rantai pasok utama perakitan kendaraan bermotor. Jika kondisi ini berlanjut, keberlanjutan produksi mobil dalam negeri dapat terancam.
Industri komponen seperti mesin, bodi, sasis, ban, aki, kursi, hingga perangkat elektronik memegang peran penting dalam struktur industri otomotif.
"Semakin kuat produksi komponen otomotif lokal, semakin tinggi TKDN, penyerapan tenaga kerja, dan efek pengganda terhadap perekonomian. Sebaliknya, jika pasar didominasi kendaraan impor dalam bentuk utuh, maka industri komponen nasional ikut tertekan dan agenda hilirisasi serta industrialisasi dapat melemah,” papar Saleh.
Load more