KEK Batang Amankan Listrik 24 Jam, Proyek Energi Terbarukan Disiapkan hingga 180 MW
- Istimewa
Batang, tvOnenews.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang terus memperkuat fondasi sebagai kawasan industri modern dan berdaya saing global. Pengelola kawasan, PT Kawasan Industri Terpadu Batang, resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Jateng Petro Energi (JPEN) untuk menjamin keandalan pasokan listrik 24 jam sekaligus mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dengan kapasitas investasi hingga 180 megawatt (MW).
Kerja sama ini menandai langkah strategis KEK Industropolis Batang dalam menjawab kebutuhan utama investor, yakni kepastian energi yang stabil, berkualitas, dan berkelanjutan. Dengan catudaya listrik yang andal serta rencana pengembangan energi hijau, kawasan ini diarahkan menjadi ekosistem industri masa depan yang kompetitif di tingkat nasional maupun global.
Sebagai bagian dari Holding BUMN Danareksa, PT Kawasan Industri Terpadu Batang menempatkan sektor energi sebagai tulang punggung pengembangan kawasan. Direktur Utama PT KITB, A.A. Putu Ngurah Wirawan, menegaskan bahwa kawasan industri modern tidak lagi hanya mengandalkan penyewaan lahan, melainkan harus mampu membangun model bisnis berkelanjutan.
Menurutnya, pengelolaan utilitas seperti listrik, gas, dan pengolahan limbah menjadi sumber pendapatan jangka panjang (recurring income) sekaligus penentu daya tarik kawasan. Kolaborasi dengan JPEN dinilai melengkapi kesiapan infrastruktur energi KEK Industropolis Batang agar mampu memberikan kepastian operasional bagi tenant industri, baik nasional maupun multinasional.
“Keandalan energi adalah faktor krusial bagi industri. Investor membutuhkan jaminan listrik tanpa gangguan, efisiensi biaya, serta kepastian standar keberlanjutan. Kerja sama ini menjadi fondasi penting dalam membangun kawasan industri yang modern dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Dari sisi mitra, JPEN menyatakan komitmennya untuk menghadirkan sistem energi terintegrasi di kawasan tersebut. Direktur Utama JPEN, Dwi Budi Sulistiyana, menyampaikan bahwa pihaknya akan menyiapkan cetak biru pengembangan energi yang mencakup pasokan listrik berkualitas tinggi selama 24 jam penuh.
Tak hanya fokus pada keandalan, JPEN juga menyiapkan investasi EBT hingga 180 MW yang bersumber dari berbagai energi terbarukan. Rencana pengembangan tersebut meliputi pembangkit listrik tenaga surya melalui panel surya, tenaga bayu atau angin, hingga potensi energi gelombang laut yang dinilai memiliki prospek besar untuk menopang kebutuhan industri jangka panjang.
Diversifikasi sumber energi ini diharapkan dapat meningkatkan stabilitas sistem kelistrikan kawasan sekaligus menekan ketergantungan pada energi fosil. Dengan bauran energi yang lebih hijau, KEK Industropolis Batang ditargetkan mampu memenuhi standar premium industrial estate yang kini menjadi pertimbangan utama investor global.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa KEK Industropolis Batang merupakan etalase investasi provinsi sekaligus bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
Menurutnya, kawasan industri saat ini tidak cukup hanya menawarkan lahan dan akses logistik. Investor global semakin selektif dan menempatkan kepastian pasokan energi serta komitmen terhadap energi terbarukan sebagai faktor penentu utama. Jawa Tengah sendiri menargetkan bauran energi terbarukan sebesar 22 persen, sehingga kawasan industri harus berada di garis depan implementasi kebijakan tersebut.
“Kawasan ini harus memiliki daya saing nasional dan global. MoU ini tidak boleh berhenti di atas kertas, tetapi harus segera ditindaklanjuti agar KEK Industropolis Batang benar-benar menjadi ikon green economy di Jawa Tengah,” tegasnya.
Penandatanganan MoU tersebut turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga perwakilan BUMN dan BUMD. Kehadiran para pejabat ini mencerminkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap pengembangan KEK Industropolis Batang sebagai pusat industri berkelanjutan.
Dengan penguatan infrastruktur energi yang andal dan berorientasi hijau, KEK Industropolis Batang kian memantapkan posisinya sebagai magnet investasi strategis. Pasokan listrik 24 jam yang stabil, ditopang proyek EBT berskala besar, menjadi nilai tambah signifikan di tengah persaingan kawasan industri nasional.
Ke depan, langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kepercayaan investor, tetapi juga mendorong transformasi industri Jawa Tengah menuju arah yang lebih berkelanjutan, efisien, dan berdaya saing tinggi di pasar global. (nsp)
Load more