Sinar Mas Gandeng iFLYTEK Bangun Raksasa AI di Indonesia, Pendidikan dan Kesehatan akan Jadi Fokus
- Sinar Mas
Pendekatan ini memungkinkan peningkatan kualitas pembelajaran melalui sistem pendidikan yang lebih personal dan berbasis data. Selain itu, program ini juga menekankan pengembangan talenta AI lokal sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Dengan memastikan platform teknologi dikelola oleh tenaga profesional Indonesia, BTS berupaya membangun fondasi kuat bagi ekosistem pendidikan digital nasional yang berkelanjutan.
Penerapan teknologi ini telah diuji di lingkungan pendidikan. CEO Tzu Chi School, BK Wong, menyampaikan bahwa tim pengembang AI di sekolah tersebut melihat keunggulan papan tulis pintar iFLYTEK dibandingkan perangkat serupa lainnya.
Para pengajar di sekolah tersebut juga merasakan manfaat langsung dari teknologi tersebut. Salah satu guru menyebut fitur seperti AI Board Writing, AI Tutor, dan AI Recording System kini menjadi perangkat penting yang membantu proses pembelajaran di kelas.
Dengan menggabungkan kebutuhan praktis pengajaran dengan teknologi mutakhir, kemitraan ini dinilai mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih adaptif dan berdaya saing.
"Ini adalah langkah strategis untuk membawa AI kelas dunia ke dalam ekosistem pendidikan Indonesia dan memperluas akses yang merata terhadap pembelajaran berkualitas di seluruh negeri," tambah Marlo Budiman, CEO DSST, dikutip Jumat (6/3/2026).
Mewujudkan Ekosistem Layanan Kesehatan yang Inklusif
Selain sektor pendidikan, BTS juga menargetkan penguatan layanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.
Inisiatif ini diarahkan untuk membantu mengatasi keterbatasan tenaga medis serta persoalan fragmentasi data kesehatan yang masih menjadi tantangan di Indonesia.
Solusi yang dikembangkan memanfaatkan Spark Medical Large Model, sistem AI yang disebut memiliki tingkat kinerja melampaui 96,3 persen peserta manusia dalam ujian lisensi medis.
Teknologi tersebut akan difokuskan untuk meningkatkan kapasitas layanan kesehatan primer serta mempercepat proses skrining penyakit tuberkulosis atau TB.
Pendekatan berbasis teknologi ini diharapkan mampu memperkuat sistem kesehatan nasional dengan menyediakan dukungan medis berkualitas tinggi, sekaligus membantu menutup kesenjangan antara jumlah tenaga medis yang tersedia dengan kebutuhan layanan kesehatan nasional.
"Kolaborasi kami merupakan komitmen terhadap ekuitas kesehatan dan ketahanan jangka panjang infrastruktur medis Indonesia," tambah Liu Yang, VP iFLYTEK Smart Healthcare. "Dengan mengintegrasikan penalaran klinis tingkat lanjut ke dalam pemberian layanan lokal, kami menjembatani kesenjangan geografis dan memastikan bahwa keahlian medis kelas dunia menjadi hak dasar bagi setiap warga negara, bukan sekadar hak istimewa berdasarkan lokasi."
Load more