Pemerintah Tahan Gejolak Harga Pangan Jelang Lebaran, Stok Beras Disebut Masih Surplus 17 Juta Ton
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah mengklaim stabilitas harga pangan tetap terjaga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.Â
Pasalnya, program stabilisasi pasokan dan distribusi pangan telah diperkuat sehingga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat tetap terjaga dalam periode krusial menjelang Lebaran.
Langkah antisipasi difokuskan pada periode satu minggu sebelum hingga satu minggu setelah Idul Fitri, yang selama ini kerap diwarnai dinamika harga di pasar.
Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy menyampaikan pemerintah telah mengantisipasi potensi fluktuasi harga tersebut sejak awal.
"Kita lihat beberapa tahun terakhir, kalau kondisi di bulan Ramadan itu minus satu minggu dan plus satu minggu biasanya ada fluktuasi. Jadi seminggu sebelum dan seminggu setelah Lebaran pemerintah akan mengantisipasinya," kata Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).
Bapanas memperkirakan gejolak harga pangan pokok kemungkinan terjadi pada rentang waktu tersebut, sebagaimana pola yang berulang setiap tahun.
Menurut Sarwo, tren tersebut sudah menjadi pola musiman. Karena itu pemerintah menyiapkan berbagai program intervensi pangan lebih awal guna meredam lonjakan harga dan menjaga stabilitas pasar.
Ia menegaskan, prioritas utama pemerintah adalah memastikan kecukupan produksi pangan nasional. Setelah itu, berbagai program intervensi akan digencarkan agar dapat langsung dirasakan masyarakat.
"Hal pertama yang dipastikan pemerintah adalah pemenuhan dari produksi dalam negeri. Kita lihat produksi dalam negeri masih sangat cukup. Sebagian besar ketersediaan pangan pokok strategis kita dapat dipenuhi dari hasil kerja keras petani-petani Indonesia sendiri," ujar dia.
Bapanas memperkirakan stok beras nasional hingga akhir April 2026 masih mencatat surplus sekitar 17,2 juta ton. Sementara itu, komoditas jagung diproyeksikan surplus 4,8 juta ton.
Untuk minyak goreng, ketersediaan nasional diperkirakan surplus 3,5 juta ton.
Komoditas protein hewani juga menunjukkan kondisi aman. Produksi daging ayam diproyeksikan surplus sekitar 727 ribu ton hingga April, sementara gula konsumsi diperkirakan surplus 595 ribu ton. Produksi telur ayam bahkan diprediksi berlebih sekitar 349 ribu ton.
Pada komoditas hortikultura, cabai rawit diperkirakan surplus 105 ribu ton, cabai besar 74 ribu ton, dan bawang merah sekitar 57 ribu ton. Kesembilan komoditas pangan tersebut sepenuhnya berasal dari produksi dalam negeri.
Load more