Bank-Bank BUMN Menghijau, Tapi Ada Satu yang “Nyungsep”! Saham Telkom Indonesia Jadi Pengecualian di Tengah Reli Perbankan
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Pergerakan saham perusahaan pelat merah kembali menarik perhatian investor pada perdagangan 10 Maret 2026. Mayoritas saham bank BUMN terlihat menguat dan stabil, sementara satu emiten besar justru mengalami tekanan tajam.
Data perdagangan menunjukkan saham perbankan seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), serta Bank Central Asia (BBCA) masih bergerak positif. Namun di sisi lain, saham Telkom Indonesia (TLKM) justru terkoreksi cukup dalam.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sektor perbankan masih menjadi penopang utama pasar saham Indonesia, terutama dalam kelompok BUMN.
Saham Bank BUMN Stabil Menguat
Saham bank-bank besar terlihat relatif stabil sepanjang sesi perdagangan.
Saham Bank Mandiri (BMRI) menjadi salah satu yang mencatatkan penguatan paling signifikan dengan kenaikan sekitar 1,87 persen ke level Rp4.910 per saham. Kinerja ini menunjukkan bahwa sentimen terhadap bank terbesar di Indonesia tersebut masih cukup kuat.
Sementara itu saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) juga mencatatkan kenaikan tipis sekitar 0,56 persen ke level Rp3.590. BBRI masih menjadi salah satu saham favorit investor karena dominasi bisnis mikro dan fundamental yang kuat.
Saham Bank Negara Indonesia (BBNI) juga bergerak positif dengan kenaikan 0,47 persen ke level Rp4.310. Dengan rasio price to earnings sekitar 8 kali, saham ini masih dinilai relatif murah dibandingkan beberapa bank besar lainnya.
Di luar bank BUMN, saham Bank Central Asia (BBCA) juga ikut menguat sekitar 0,73 persen ke posisi Rp6.950, menunjukkan bahwa sektor perbankan secara umum masih mendapatkan sentimen positif dari pasar.
Telkom Jadi “Anomali” di Tengah Kenaikan
Berbeda dengan saham perbankan, saham Telkom Indonesia (TLKM) justru mengalami tekanan cukup besar.
Harga TLKM tercatat turun sekitar 3,87 persen ke level Rp2.980 per saham, menjadikannya salah satu saham BUMN dengan penurunan terbesar pada sesi perdagangan tersebut.
Tekanan terhadap TLKM bisa dipengaruhi beberapa faktor, seperti sentimen sektor telekomunikasi yang sedang menghadapi persaingan ketat, kebutuhan investasi besar untuk pengembangan jaringan digital, serta rotasi dana investor yang lebih memilih sektor perbankan.
Load more