IHSG Anjlok ke Bawah 7.000 Jelang Cuti Bersama Lebaran 2026, Investor Dihantui Perang Timur Tengah
- istimewa - antaranews
Setidaknya terdapat 11 bank sentral dunia yang akan mengumumkan kebijakan moneternya, termasuk Bank Indonesia dan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed).
Di dalam negeri, Bank Indonesia dijadwalkan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 16–17 Maret 2026.
BI diperkirakan akan menahan suku bunga acuan di level 4,75 persen untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global dan menjelang cuti bersama Lebaran 2026.
Pasar Global Tunggu Keputusan The Fed
Dari Amerika Serikat, perhatian investor tertuju pada keputusan suku bunga The Fed yang akan diumumkan pada 19 Maret 2026 waktu Indonesia.
Saat ini, suku bunga The Fed berada di kisaran 3,5–3,75 persen setelah sebelumnya mengalami tiga kali pemangkasan.
Mayoritas analis memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada level tersebut. Bahkan, proyeksi pasar menunjukkan peluang mencapai 99,2 persen untuk kebijakan suku bunga tetap.
Namun, ketidakpastian inflasi dan kondisi ekonomi global tetap menjadi faktor yang akan memengaruhi arah kebijakan selanjutnya.
Konflik Timur Tengah Tambah Tekanan Pasar
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus memanas dan menjadi faktor dominan yang membayangi pasar keuangan global.
Militer Israel dilaporkan masih memiliki ribuan target di Iran, sementara pemerintah Iran menegaskan tidak melihat alasan untuk melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat.
Situasi semakin kompleks setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan meningkatkan serangan, termasuk terhadap fasilitas ekspor minyak Iran.
Ketegangan ini juga berdampak pada jalur vital energi dunia, termasuk Selat Hormuz, yang menjadi pusat distribusi minyak global.
Investor Waspada Jelang Libur Panjang
Dengan kombinasi sentimen global dan momentum cuti bersama Lebaran 2026, investor di Indonesia cenderung bersikap defensif.
Banyak pelaku pasar memilih menunggu kepastian arah kebijakan global dibandingkan mengambil risiko di tengah volatilitas tinggi.
Situasi ini membuat IHSG berpotensi tetap bergerak fluktuatif dalam jangka pendek, terutama hingga periode cuti bersama Lebaran 2026 berakhir.
Di tengah kondisi tersebut, pelaku pasar diimbau untuk lebih cermat dalam mengambil keputusan investasi, mengingat tekanan eksternal masih sangat dominan memengaruhi pergerakan pasar saham Indonesia. (nsp)
Load more