IHSG Ambruk Jelang Cuti Bersama Lebaran 2026, Ini Deretan Saham yang Layak Diborong Saat Diskon
- Antara
1. BUKA (Bukalapak)
-
Buy: 133–136
-
Target Price: 138–141
-
Stop Loss: 127
Saham BUKA menunjukkan perbaikan kinerja signifikan dengan laba bersih mencapai Rp3,14 triliun pada 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan pendapatan, terutama dari sektor gaming.
Secara teknikal, saham ini berpotensi melanjutkan kenaikan.
2. AMRT
-
Buy: 1435–1450
-
Target Price: 1480–1520
-
Stop Loss: 1390
AMRT menjadi salah satu saham ritel yang cukup stabil dan menarik untuk dikoleksi saat pasar melemah.
3. TBIG
-
Buy: 1460–1470
-
Target Price: 1520–1570
-
Stop Loss: 1390
Saham infrastruktur telekomunikasi ini dinilai memiliki prospek jangka panjang yang solid.
4. SSMS
-
Buy: 1300–1305
-
Target Price: 1345–1385
-
Stop Loss: 1235
SSMS bisa menjadi pilihan di sektor komoditas, terutama di tengah pergerakan harga global yang dinamis.
5. ENRG
-
Buy: 1380–1390
-
Target Price: 1430–1465
-
Stop Loss: 1300
ENRG menarik di tengah sentimen kenaikan harga energi akibat konflik global.
Aksi Korporasi Jadi Katalis Positif
Selain rekomendasi saham, terdapat sentimen positif dari aksi korporasi.
Salah satunya datang dari Astra International (ASII) yang berencana melakukan buyback saham dengan nilai maksimal Rp2 triliun.
Aksi ini dijadwalkan berlangsung mulai 16 Maret hingga 15 Juni, dan dinilai dapat memberikan sentimen positif bagi pergerakan saham ASII.
Strategi Investor Jelang Cuti Bersama Lebaran 2026
Dengan hanya dua hari perdagangan sebelum cuti bersama Lebaran 2026, investor dihadapkan pada pilihan strategis.
Sebagian memilih melakukan profit taking untuk menghindari risiko selama libur panjang, sementara lainnya memanfaatkan momentum untuk membeli saham di harga bawah.
Namun, penting untuk diingat bahwa kondisi pasar saat ini masih dipengaruhi sentimen global yang kuat, sehingga pergerakan harga saham bisa sangat fluktuatif.
Tetap Waspada dan Bijak Berinvestasi
Meski banyak peluang muncul saat IHSG anjlok, investor tetap harus berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Analisis fundamental dan teknikal tetap menjadi kunci utama dalam menentukan pilihan investasi, terutama menjelang cuti bersama Lebaran 2026.
Sebagai catatan, seluruh rekomendasi saham ini bersifat informatif dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan. (nsp)
Load more