News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam, Ketegangan Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasokan Global

Harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi tiga tahun. Ketegangan Timur Tengah dan gangguan Selat Hormuz picu kekhawatiran pasokan global.
Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:00 WIB
Ilustrasi Harga Minyak Dunia
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Harga minyak mentah dunia kembali menunjukkan tren penguatan signifikan dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Lonjakan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga minyak jenis Brent sebagai acuan global ditutup di level US$112,57 per barel pada Jumat (27/3/2026), naik sekitar 4,2 persen. Posisi ini menjadi yang tertinggi sejak pertengahan 2022 dan mendekati rekor dalam beberapa tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, minyak jenis WTI juga menguat tajam dan ditutup di angka US$99,64 per barel, naik 5,5 persen. Penguatan ini menegaskan tren kenaikan harga energi yang terus berlanjut dalam beberapa pekan terakhir.

Lonjakan Dipicu Ketegangan dan Risiko Pasokan

Kenaikan harga minyak tidak lepas dari meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Meskipun Presiden AS, Donald Trump, menyatakan telah membuka jalur negosiasi, pasar belum sepenuhnya merespons positif.

Faktor utama yang mendorong lonjakan harga adalah kekhawatiran terhadap terganggunya distribusi minyak, khususnya melalui jalur strategis Selat Hormuz. Jalur ini merupakan salah satu titik vital perdagangan energi dunia.

Meski terdapat upaya diplomasi, pasar menilai risiko gangguan pasokan masih sangat tinggi. Hal ini membuat harga minyak tetap berada dalam tekanan naik.

Kinerja Mingguan dan Bulanan Menguat Signifikan

Secara mingguan, harga minyak Brent tercatat naik sekitar 0,38 persen. Namun jika dilihat dalam periode yang lebih panjang, lonjakannya jauh lebih signifikan.

Sejak konflik memanas pada akhir Februari 2026, harga minyak telah melonjak lebih dari 55 persen dalam waktu sekitar satu bulan. Bahkan sepanjang Maret, kenaikan diperkirakan menembus lebih dari 50 persen, menjadi salah satu penguatan terbesar sejak era 1990-an.

Sementara itu, minyak WTI mencatat tren positif selama enam pekan berturut-turut, menandakan tekanan pasar yang terus berlangsung.

Selat Hormuz Masih Jadi Titik Kritis

Ketidakpastian di Selat Hormuz menjadi perhatian utama pelaku pasar global. Jalur ini dilaporkan mengalami gangguan signifikan, dengan sekitar 17,8 juta barel minyak per hari terdampak.

Total gangguan pasokan bahkan diperkirakan mencapai hampir 500 juta barel sejak konflik berlangsung. Kondisi ini mempersempit ruang pasokan global dan meningkatkan tekanan terhadap harga.

Upaya sejumlah kapal untuk melintasi jalur tersebut juga masih menghadapi kendala. Bahkan, kapal milik perusahaan pelayaran besar dunia dilaporkan harus berbalik arah karena situasi yang belum aman.

Pasar Dinilai Mulai Rentan

Analis energi menilai bahwa pasar minyak global kini memasuki fase yang lebih rapuh. Cadangan yang sebelumnya menjadi penyangga mulai menipis seiring berlanjutnya gangguan pasokan.

Kondisi ini membuat pasar semakin sensitif terhadap setiap perkembangan di Timur Tengah. Bahkan, pernyataan diplomatik yang sebelumnya mampu meredakan ketegangan kini tidak lagi memberikan dampak signifikan.

Pelaku pasar kini lebih fokus pada durasi konflik dan dampak nyata terhadap pasokan, bukan sekadar pernyataan politik.

Potensi Harga Bisa Tembus Level Ekstrem

Sejumlah analis memperkirakan harga minyak masih berpotensi bergerak naik jika konflik terus berlanjut. Dalam skenario terburuk, harga minyak bahkan bisa menembus hingga US$200 per barel.

Sebaliknya, jika terjadi de-eskalasi dalam waktu dekat, harga berpotensi turun. Namun, diperkirakan tetap berada di atas level sebelum konflik terjadi.

Dampak Global dan Antisipasi Pasar

Lonjakan harga minyak ini tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga berpotensi memicu tekanan inflasi di berbagai negara. Kenaikan biaya energi akan berdampak pada biaya produksi dan distribusi secara luas.

Di sisi lain, pelaku pasar global kini bersikap lebih berhati-hati. Volatilitas harga diperkirakan akan tetap tinggi selama ketegangan belum mereda.

Tren Grafik Tunjukkan Lonjakan Tajam

Berdasarkan pergerakan grafik mingguan, baik minyak Brent maupun WTI menunjukkan lonjakan signifikan terutama pada awal hingga pertengahan Maret.

Kenaikan tajam ini mencerminkan respons pasar terhadap eskalasi konflik serta meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan global. Meski sempat mengalami koreksi, tren umum masih menunjukkan penguatan.

Pasar Menunggu Kepastian

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, pasar global masih menanti kepastian dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Keputusan terkait pembukaan jalur distribusi serta stabilitas kawasan akan menjadi faktor penentu arah harga minyak ke depan.

Selama ketidakpastian masih berlangsung, harga minyak diperkirakan tetap berada dalam tren fluktuatif dengan kecenderungan menguat. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

30 Jam Terjebak Teruntuhan, Wanita Korban Gempa Kolombia Selamat

30 Jam Terjebak Teruntuhan, Wanita Korban Gempa Kolombia Selamat

Tim penyelamat di Kota Cali, Kolombia berhasil mengevakuasi seorang wanita bernama Diana yang terjebak selama sekitar 30 jam di bawah reruntuhan akibat gempa bumi kuat yang melanda negara tersebut
Karhutla Belum Padam, Penutupan Wisata Gunung Bromo Diperpanjang hingga 15 Agustus

Karhutla Belum Padam, Penutupan Wisata Gunung Bromo Diperpanjang hingga 15 Agustus

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengumumkan perpanjangan penutupan melalui akun Instagram resminya @bbtnbtsbromotenggersemeru.
Bilal Hasan Menang KO di Dana White's Contender Series, The Indo Ninja Menanti Kontrak UFC dari Dana White

Bilal Hasan Menang KO di Dana White's Contender Series, The Indo Ninja Menanti Kontrak UFC dari Dana White

Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan mengaku menanti kontrak UFC dari Dana White usai meraih kemenangan impresif lewat KO di Dana White's Contender Series.
Perusak Bendera Merah Putih di Bantul dan Palang KA Sleman Dipastikan Orang yang Sama, Polisi Bongkar Motifnya

Perusak Bendera Merah Putih di Bantul dan Palang KA Sleman Dipastikan Orang yang Sama, Polisi Bongkar Motifnya

Polisi memastikan aksi perusakan bendera Merah Putih di Kabupaten Bantul dan palang perlintasan kereta api (KA) di Kabupaten Sleman pada 9 Agustus 2026 dilakukan oleh orang yang sama. 
Sidang Perdana Kasus Daycare Little Aresha Digelar Pekan Depan, 5 Hakim Siap Adili 13 Terdakwa

Sidang Perdana Kasus Daycare Little Aresha Digelar Pekan Depan, 5 Hakim Siap Adili 13 Terdakwa

Perkara dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha segera memasuki babak persidangan. Sidang perdana terhadap 13 terdakwa dijadwalkan digelar pekan depan di Pengadilan Negeri Yogyakarta. 
Sidang Perdana Kasus Pelecehan Santriwati Ponpes Ndholo Kusumo di Pengadilan Negeri Pati Digelar Tertutup

Sidang Perdana Kasus Pelecehan Santriwati Ponpes Ndholo Kusumo di Pengadilan Negeri Pati Digelar Tertutup

Mantan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Ashari, terdakwa dalam perkara dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santriwatinya, mulai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Pati, Selasa (11/8/2026).

Trending

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan Dana White's Contender Series, salah satunya ada pertarungan antara Bilal Hasan melawan Mridul Saikia.
Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link live streaming Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Bilal Hasan akan menantang Mridul Saikia untuk memperebutkan tiket ke UFC.
No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

Inilah tampang jelas dari gadis baju putih yang diduga sebagai inisiator dalam menawarkan sebotol miras gratis dengan hafalan surat Ad-Dhuha di booth Newport.
Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan akan menantang atlet asal India untuk membuka jalan menuju panggung UFC.
Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Hasil Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Cetak Sejarah, Hantam Mridul Saikia Sampai KO Dalam 45 Detik!

Hasil Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Cetak Sejarah, Hantam Mridul Saikia Sampai KO Dalam 45 Detik!

Hasil Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1, Bilal Hasan berhasil membantai lawannya lewat KO kilat di ronde pertama.
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT