Harga Emas Antam Turun dalam Sepekan, Sempat Anjlok Rp 40 Ribu sebelum Rebound di Akhir Pekan
- tim tvOne/Sri Wanasari
Daftar Harga Emas Antam Sepekan
Berikut rincian harga emas Antam per gram selama periode 23–28 Maret 2026:
-
Senin, 23 Maret 2026: Rp 2.843.000
-
Selasa, 24 Maret 2026: Rp 2.843.000
-
Rabu, 25 Maret 2026: Rp 2.850.000
-
Kamis, 26 Maret 2026: Rp 2.850.000
-
Jumat, 27 Maret 2026: Rp 2.810.000
-
Sabtu, 28 Maret 2026: Rp 2.837.000
Faktor Penyebab Penurunan Harga Emas
Penurunan harga emas dalam sepekan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor global yang cukup kuat menekan pasar logam mulia.
1. Penguatan Dolar AS
Ketika nilai dolar Amerika Serikat menguat, harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Kondisi ini menurunkan permintaan global terhadap emas.
2. Suku Bunga Tinggi
Kebijakan suku bunga tinggi yang dipertahankan bank sentral, khususnya The Fed, membuat instrumen seperti obligasi menjadi lebih menarik. Emas sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset) menjadi kurang diminati.
3. Kenaikan Imbal Hasil Obligasi
Naiknya yield obligasi pemerintah AS membuat investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang memberikan return lebih pasti dibandingkan emas.
4. Aksi Ambil Untung
Setelah sebelumnya harga emas sempat mencetak rekor tinggi, banyak investor melakukan aksi ambil untung (profit taking). Hal ini memicu tekanan jual yang berdampak pada penurunan harga.
5. Penurunan Permintaan Safe Haven
Meski konflik geopolitik masih berlangsung, pasar tampaknya menilai dampaknya tidak terlalu signifikan terhadap ekonomi global. Akibatnya, permintaan emas sebagai aset aman mengalami penurunan.
6. Kebutuhan Likuiditas
Dalam kondisi pasar yang bergejolak, investor kerap menjual emas untuk mendapatkan dana tunai guna menutup kerugian di aset lain.
Perang Tak Selalu Dorong Harga Emas Naik
Secara umum, konflik geopolitik seperti perang biasanya mendorong kenaikan harga emas karena meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Namun, kondisi saat ini menunjukkan fenomena berbeda.
Penguatan dolar AS yang cukup signifikan justru menekan harga emas. Selain itu, sebagian investor memilih menjual emas untuk menjaga likuiditas di tengah ketidakpastian pasar.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa harga emas tidak hanya dipengaruhi oleh faktor geopolitik, tetapi juga oleh dinamika kebijakan moneter global dan perilaku investor.
Koreksi harga seperti yang terjadi dalam sepekan terakhir merupakan hal yang wajar dalam siklus pasar. Meski demikian, emas masih tetap dianggap sebagai instrumen lindung nilai dalam jangka panjang. (nsp)
Load more