Catat Pendapatan Rp16,2 Triliun, Begini Kinerja Keuangan MPMX 2025 di Tengah Tekanan Ekonomi
- MPMX
Jakarta, tvOnenews.com - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) mencatat kinerja keuangan yang lumayan solid sepanjang 2025 di tengah tekanan pasar.
Saat dinamika industri dan tantangan ekonomi, MPMX cukup mampu menjaga fundamental bisnis sekaligus menitikberatkan pada penciptaan nilai jangka panjang.
Selama tahun buku 2025, MPMX membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp16,2 triliun dengan laba bersih Rp462 miliar.
Secara tahunan, pendapatan sebenarnya turun tipis 1 persen. Sedangkan laba bersih terkoreksi 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan itu mencerminkan fase normalisasi setelah periode pertumbuhan tinggi sebelumnya.
Group Chief Executive Officer MPMX, Suwito Mawarwati, menilai 2025 sebagai periode penuh tantangan sekaligus menjadi momentum evaluasi internal bagi perusahaan.
Dia mengatakan, secara keseluruhan, tahun 2025 merupakan tahun yang dinamis dan menantang secara operasional, dengan kinerja keuangan yang berada di bawah capaian tahun 2024.
"Kami melihat dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi, termasuk tekanan terhadap daya beli masyarakat, tingkat suku bunga yang relatif masih tinggi, serta moderasi pertumbuhan konsumsi domestik," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).
"Kondisi tersebut tercermin pada melambatnya pertumbuhan di beberapa sektor yang terkait dengan konsumsi, termasuk industri otomotif roda dua dan pembiayaan konsumen," sambungnya.
Meski demikian, tekanan sepanjang 2025 justru dianggap menjadi titik penting untuk memperkuat strategi perusahaan suku cadang otomotif dan distributor Honda ini.
Evaluasi perlu dilakukan guna memperkokoh fondasi operasional dan meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan industri yang semakin cepat.
Peluang pertumbuhan diproyeksi masih terbuka, terutama seiring potensi perbaikan konsumsi domestik dan meningkatnya aktivitas ekonomi.
"Perseroan akan terus berfokus pada penguatan bisnis inti, peningkatan produktivitas operasional, serta optimalisasi portofolio usaha untuk memastikan Perseroan tetap kompetitif dan mampu menangkap peluang pertumbuhan secara berkelanjutan," tuturnya.
Diketahui bahwa kinerja tiap lini usaha menunjukkan variasi. Melalui MPMulia, pendapatan tercatat Rp15,2 triliun atau turun 2 persen secara tahunan, dengan penjualan distribusi mencapai 699 ribu unit.
Sementara itu, bisnis aftermarket tumbuh 3,5 persen. Di sisi ritel melalui MPMotor, penjualan mencapai 187 ribu unit, dengan pendapatan aftermarket melonjak 24 persen.
Load more