Kadin Sebut Program Makan Bergizi Gratis Butuh 700 Juta Telur per Tahun, China Siap Masuk Kolaborasi
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
“Namun yang paling penting, kami melihat bisnisnya oleh karenanya, pada akhir Juni, kami ingin menghadiri ekspo tersebut, tapi juga butuh rekomendasi dari teman-teman, baik dari BKPM, dari CCPIT, dari teman-teman Chamber of Commerce China,” jelas dia.
Anindya juga menekankan pentingnya memperluas jangkauan kerja sama hingga ke kota-kota potensial, guna memastikan investasi tidak hanya terpusat pada proyek besar, tetapi juga menyentuh pemberdayaan daerah di Indonesia.
“Kota mana lagi yang baiknya kita hadiri? Untuk supaya business to business itu bisa berjalan, bukan saja bisnis yang sudah besar, investasi yang miliaran dolar, tapi juga investasi yang tentunya membantu pemberdayaan daerah di Indonesia. Terutama pangan, dan tentunya terus kita butuhkan untuk ketahanan energi dan lain-lain,” ungkapnya.
Pernyataan ini mempertegas arah baru hubungan ekonomi Indonesia–Tiongkok dari sekadar investasi jumbo menuju kolaborasi yang lebih merata, langsung menyasar sektor pangan, energi, dan penguatan ekonomi daerah. (agr/rpi)
Load more