BDMN Melonjak 25 Persen ke Level Tertinggi 3 Tahun, Ada Apakah Gerangan?
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Rabu (22/4/2026). Saham BDMN melesat hingga 25 persen dan menyentuh level Rp3.850 per saham, sekaligus menjadi posisi tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, saham BDMN mengalami peningkatan tajam dengan nilai transaksi mencapai Rp147 miliar dan volume perdagangan sebesar 40,55 juta saham. Angka ini jauh melampaui rata-rata transaksi harian 20 hari terakhir yang hanya sekitar 4,65 juta saham.
Kinerja saham BDMN yang melonjak ini melanjutkan tren positif sejak pertengahan April 2026. Bahkan sehari sebelumnya, saham BDMN juga telah menguat hingga 18,46 persen.
Rumor Go Private dan Aksi MUFG Dorong Saham BDMN
Lonjakan saham BDMN tak lepas dari beredarnya rumor di pasar terkait potensi aksi korporasi besar. Salah satu isu yang mencuat adalah rencana akuisisi sisa saham BDMN oleh MUFG Bank dengan harga premium di atas pasar.
Selain itu, muncul pula spekulasi bahwa BDMN berpotensi melakukan delisting atau go private. Isu ini berkaitan dengan ketentuan free float minimum sebesar 15 persen yang dinilai sulit dipenuhi oleh BDMN.
Saat ini, kepemilikan saham BDMN memang didominasi oleh MUFG Bank yang menguasai sekitar 92,47 persen saham. Sementara porsi kepemilikan publik hanya berkisar 7,47 persen hingga 7,55 persen.
Kondisi ini membuat saham BDMN menjadi sorotan investor, karena peluang aksi korporasi seperti go private dinilai semakin terbuka.
Pergerakan Saham BDMN Berbalik Arah Setelah Tekanan Panjang
Saham BDMN sebelumnya sempat mengalami tekanan dalam beberapa tahun terakhir. Pada Juli 2023, saham BDMN berada di kisaran Rp3.280 sebelum akhirnya turun ke level Rp2.400-an dan bergerak cenderung stagnan.
Namun, dalam beberapa hari terakhir, saham BDMN menunjukkan lonjakan drastis. Kenaikan ini menjadi momentum yang telah lama dinantikan oleh investor setia saham BDMN.
Lonjakan tajam saham BDMN juga membuatnya menyentuh batas auto reject atas (ARA) pada sesi perdagangan pagi, menandakan tingginya minat beli di pasar.
Dividen BDMN Jadi Sentimen Tambahan
Selain rumor aksi korporasi, sentimen positif saham BDMN juga datang dari pembagian dividen. BDMN telah menetapkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp142,19 per saham.
Total nilai dividen BDMN mencapai sekitar Rp1,38 triliun hingga Rp1,39 triliun, atau setara 35 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp3,97 triliun.
Keputusan pembagian dividen BDMN tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 31 Maret 2026.
Berikut jadwal penting terkait dividen BDMN:
-
Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 9 April 2026
-
Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 10 April 2026
-
Recording date: 13 April 2026
-
Pembayaran dividen: 30 April 2026
Pembagian dividen BDMN ini turut menjadi daya tarik bagi investor, terutama di tengah kenaikan harga saham yang signifikan.
Kepemilikan Investor dan Sorotan Pasar pada BDMN
Saham BDMN juga menjadi perhatian karena masuk dalam portofolio investor kawakan Lo Kheng Hong. Per 28 Februari 2026, ia tercatat memiliki 28,51 juta saham BDMN atau sekitar 0,29 persen.
Jumlah tersebut meningkat menjadi 30,19 juta saham atau sekitar 0,3 persen per 31 Maret 2026. Kenaikan kepemilikan ini semakin memperkuat sentimen positif terhadap saham BDMN di kalangan investor ritel.
Di sisi lain, sebelumnya lembaga riset Nomura sempat menurunkan target harga saham BDMN menjadi Rp2.590 dari sebelumnya Rp2.750. Namun, pergerakan terbaru saham BDMN justru melampaui proyeksi tersebut.
BDMN Jadi Sorotan, Investor Tunggu Kepastian Aksi Korporasi
Dengan lonjakan harga yang tajam, saham BDMN kini menjadi salah satu yang paling diperhatikan di pasar. Kombinasi antara rumor go private, dominasi kepemilikan MUFG, serta pembagian dividen membuat saham BDMN berada dalam momentum yang kuat.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi terkait rencana aksi korporasi tersebut. Investor pun masih menunggu kepastian mengenai arah strategis BDMN ke depan.
Pergerakan saham BDMN dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bagaimana sentimen pasar dan isu strategis dapat mendorong kenaikan harga secara signifikan dalam waktu singkat. (nsp)
Load more