Rupiah Melemah Jadi Rp17.289 per Dolar AS, Dipicu Ketegangan AS-Iran yang Tingkatkan Harga Energi
- Antara/Rivan Awal Lingga
Mengutip Gubernur BI Perry Warjiyo, sambung dia, kebijakan ini bertujuan mengurangi tekanan di pasar spot valuta asing sekaligus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.
“Pelemahan yang cukup tajam pada pembukaan hari ini juga mencerminkan reaksi pasar domestik terhadap sentimen global yang berkembang sebelumnya dimana permintaan dolar AS sudah meningkat,” kata Amru.
Amru mengatakan pada awal perdagangan kondisi likuiditas yang relatif lebih tipis membuat tekanan lebih mudah mendorong pelemahan rupiah secara signifikan.
Secara keseluruhan, dia menilai pelemahan rupiah mencerminkan kombinasi penguatan dolar AS, meningkatnya risiko global dan keterbatasan ruang kebijakan domestik.
Meski BI memperkuat langkah stabilisasi lewat intervensi valas dan kebijakan DNDF, tekanan jangka pendek disebut-sebut masih cukup besar.
“Ke depan arah rupiah akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik, arah kebijakan Federal Reserve serta efektivitas bauran kebijakan domestik dalam menjaga stabilitas pasar keuangan,” pungkasnya. (ant/nsi)
Load more