Road to Pekan Reksa Dana 2026, OJK dan Makmur Genjot Literasi Investasi di Sumatera
- Ist
Jakarta, tvOnenews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) melanjutkan program literasi investasi reksa dana ke luar Pulau Jawa.
Kali ini, kegiatan digelar di Medan, Sumatera Utara, pada 14-15 April 2026 lalu dengan kembali menggandeng PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Pekan Reksa Dana 2026, setelah sebelumnya diselenggarakan di Semarang. Seluruh rangkaian ini menjadi pemanasan menuju acara puncak yang akan berlangsung pada 27 April 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Program ini difokuskan untuk meningkatkan literasi dan inklusi investasi reksa dana di wilayah luar Pulau Jawa, khususnya Sumatera Utara yang jumlah investornya masih relatif tertinggal dibandingkan kota besar seperti Jakarta.
Pelaksanaan sosialisasi di Medan berlangsung selama dua hari dan mencakup tiga lokasi, dengan sasaran mahasiswa serta perwakilan media. Pada 14 April 2026, kegiatan diawali di Universitas Satya Terra Bhinneka, kemudian dilanjutkan dengan sesi penguatan pemahaman reksa dana bagi 20 perwakilan media di Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara.
Keesokan harinya, program berlanjut di STIE Bina Karya Tebing Tinggi. Secara total, kegiatan ini diikuti lebih dari 300 mahasiswa.
Acara ini juga dihadiri Kepala Direktorat Pengawasan PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Sumatera Utara, Yusri, serta Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Sumatera Utara, Muhammad Pintor Nasution.
Kehadiran keduanya menunjukkan sinergi antarlembaga dalam mendorong perluasan inklusi pasar modal di daerah.
"Teman-teman semua di sini, penting sekali untuk mulai mengenal investasi dan selalu tekankan prinsip legal dan logis dalam memilih aset investasi," ujar Yusri kepada para peserta.
"Pasar modal akan selalu mengalami fluktuasi, naik maupun turun. Namun yang terpenting bagi setiap investor adalah memahami profil risiko diri sendiri dan memegang teguh prinsip bahwa investasi adalah komitmen jangka panjang. Dengan pemahaman itu, investor dapat tetap tenang dan tidak mengambil keputusan secara emosional ketika kondisi pasar tidak sesuai ekspektasi," sambung Pintor Nasution.
Dari pihak Makmur, Associate Director Sales & Marketing Endang Cahyani memberikan pemaparan terkait kemudahan berinvestasi melalui platform digital. Ia menekankan bahwa mahasiswa dapat mulai berinvestasi dengan nominal kecil.
"Saat ini, mahasiswa bisa mulai belajar untuk menyisihkan dibandingkan menyisakan. Investasi di reksa dana sudah sangat mudah karena bisa dimulai dari Rp10.000 saja," jelas Ibu Endang dalam pemaparannya.
Penguatan materi juga disampaikan Ketua Presidium Dewan APRDI, Lolita Liliana, yang menyoroti pentingnya konsep pertumbuhan majemuk dalam investasi jangka panjang.
"Pelajari investasi sedini mungkin dan pahami tentang compounding growth. Investasi secara berkala, walaupun sedikit, akan membentuk kebiasaan baik untuk masa depan," pesan Ibu Lolita kepada para peserta.
Program literasi ini berhasil menjangkau ratusan mahasiswa dan puluhan perwakilan media, mencerminkan kolaborasi erat antara OJK, Bursa Efek Indonesia, APRDI, dan Makmur dalam memperluas akses investasi di luar Pulau Jawa.
Partisipasi Makmur dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen untuk tidak hanya sebagai penyedia layanan investasi, tetapi juga sebagai mitra edukasi keuangan masyarakat. Upaya ini dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi Sumatera Utara yang masih memiliki ruang besar dalam peningkatan inklusi investasi. (rpi)
Load more