Ekonomi RI Melaju 5,61 Persen di Kuartal I 2026, Airlangga: Tertinggi di Antara Negara G20 yang Sudah Rilis Data
- ekon.go.id
Peningkatan mobilitas serta aktivitas belanja masyarakat selama periode tersebut turut memberikan kontribusi signifikan terhadap pergerakan ekonomi domestik.
Kondisi ini memperkuat peran konsumsi sebagai tulang punggung ekonomi nasional, terutama dalam menjaga stabilitas pertumbuhan di tengah tekanan eksternal.
Belanja Pemerintah Melonjak Tajam
Selain konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah juga menjadi faktor penting yang menopang pertumbuhan ekonomi. Airlangga mengungkapkan bahwa belanja pemerintah tumbuh signifikan hingga 21,81 persen.
Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp815 triliun, yang mencerminkan peningkatan aktivitas fiskal dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah.
“Belanja pemerintah tumbuh tinggi di angka 21,81 persen, di mana ini angkanya sekitar Rp815 triliun,” ungkap Airlangga.
Ia menambahkan bahwa angka tersebut berada di atas rata-rata historis dan didorong oleh percepatan realisasi belanja kementerian dan lembaga.
Stimulus Jadi Bantalan Gejolak Global
Berbagai stimulus dan kebijakan yang diterapkan pemerintah sepanjang triwulan I 2026 juga dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi nasional. Langkah-langkah tersebut tidak hanya mendorong pertumbuhan, tetapi juga menjadi bantalan terhadap dampak gejolak global.
Dalam konteks ini, kebijakan fiskal dan dorongan konsumsi domestik menjadi kunci dalam menjaga daya tahan ekonomi Indonesia.
Indikator Ekonomi Tunjukkan Tren Positif
Selain pertumbuhan ekonomi, sejumlah indikator makro lainnya juga menunjukkan perkembangan yang positif. Airlangga menyebut beberapa indikator yang menguatkan kualitas pertumbuhan ekonomi nasional.
Berikut indikator yang disoroti:
-
Inflasi April 2026: 2,42 persen
-
Indeks Keyakinan Konsumen: 122,9
-
Neraca perdagangan: surplus selama 71 bulan berturut-turut
Menurut Airlangga, kombinasi dari indikator tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya tinggi, tetapi juga berkualitas.
“Capaian ini memperkuat kualitas pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Kinerja ini sekaligus menjadi sinyal bahwa fondasi ekonomi domestik masih kuat, dengan dukungan konsumsi, belanja pemerintah, serta stabilitas indikator makro yang terjaga. (ant/nsp)
Load more