Nilai Tukar Rupiah Anjlok, BI Yakinkan akan Menguat Meski Dihantam Minyak Mahal dan Suku Bunga AS
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Ia menambahkan, kondisi tersebut turut diperparah oleh capital outflow dari emerging markets, termasuk Indonesia, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
“Dan Pak Menko tadi mengatakan terjadinya pelarian modal dari emerging market termasuk Indonesia,” kata Perry.
Selain faktor global, tekanan juga dipicu oleh kebutuhan dolar yang meningkat secara musiman, terutama pada periode April hingga Juni.
“Nah, memang dalam secara musiman April, Mei, Juni ini memang permintaan terhadap dolarnya tinggi. Ada untuk pembayaran repatriasi dividen, ada pembayaran utang, dan juga untuk jemaah haji,” ujarnya.
Meski demikian, Bank Indonesia tetap menilai tekanan tersebut bersifat sementara. Dengan fundamental ekonomi yang kuat, rupiah diyakini akan kembali stabil dan menguat dalam jangka menengah.
“Tapi rupiah adalah undervalue dan ke depan akan stabil dan cenderung menguat,” tegas Perry. (agr/rpi)
Load more