News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nilai Tukar Rupiah Anjlok, BI Yakinkan akan Menguat Meski Dihantam Minyak Mahal dan Suku Bunga AS

Gubernur BI menyebut secara fundamental, posisi mata uang rupiah yang terpuruk saat ini tidak mencerminkan kekuatan ekonomi Indonesia yang sebenarnya.
Selasa, 5 Mei 2026 - 20:47 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo dan Menko Airlangga seusai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Selasa (5/5/2026)
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkap, pandangan optimistis pemerintah terhadap nilai tukar rupiah di tengah tekanan global. Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Selasa (5/5/2026), rupiah disebut sedang berada di level undervalue dan berpotensi menguat ke depan.

Sebagaimana diketahui, nilai tukar Rupiah menyentuh di angka Rp17.400 per dolar Amerika Serikat (AS), dan ini menjadi satu titik terlemah mata uang Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perry menyebut pembahasan bersama Presiden menyoroti dua aspek utama nilai tukar, yakni kondisi fundamental ekonomi domestik dan tekanan jangka pendek dari faktor eksternal serta musiman.

“Tadi dibahas dan mendapatkan arahan dari Bapak Presiden mengenai nilai tukar. Berkaitan dengan dua hal penting mengenai nilai tukar,” ujarnya.

Menurutnya, secara fundamental, posisi rupiah saat ini tidak mencerminkan kekuatan ekonomi Indonesia yang sebenarnya.

“Bahwa yang pertama nilai tukar sekarang itu undervalue. Undervalue dan ke depan kita yakini akan stabil dan menguat. Kenapa undervalue? Tadi disampaikan oleh Pak Menko Perekonomian, fundamental kita itu kuat,” jelas Perry.

Ia merinci indikator ekonomi yang dinilai menjadi penopang utama penguatan rupiah, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi hingga stabilitas inflasi dan sektor keuangan.

“Pertumbuhan sangat tinggi 5,61%, inflasi rendah, kredit juga tumbuh tinggi, cadangan devisa juga kuat. Nah, ini adalah fundamental yang menunjukkan mestinya rupiah itu akan stabil dan cenderung menguat,” katanya.

Namun, dalam jangka pendek, tekanan terhadap rupiah tetap terjadi. Perry menegaskan, kondisi tersebut dipicu oleh kombinasi faktor global dan siklus musiman yang rutin terjadi setiap tahun.

“Nah, kenapa dalam jangka pendek ini ada tekanan-tekanan nilai tukar? Sebabnya ada dua yaitu ada faktor global dan kemudian pada faktor-faktor musiman,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari sisi global, tekanan datang dari lonjakan harga minyak dunia, kenaikan suku bunga Amerika Serikat, hingga penguatan dolar AS yang memicu arus keluar modal dari negara berkembang.

“Faktor globalnya apa yang menyebabkan tekanan nilai tukar dalam jangka pendek ini? Adalah satu harga minyak yang tinggi. Dua suku bunga Amerika yang juga meningkat tinggi, yield US Treasury 10 tahun sekarang adalah 4,47%. Demikian juga dolar yang menguat,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Daftar Penyesalan Shin Tae-yong di Balik Gagalnya Mimpi Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026

Daftar Penyesalan Shin Tae-yong di Balik Gagalnya Mimpi Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026

Shin Tae-yong tak menampik adanya sejumlah momen yang menjadi penyesalan terbesarnya selama menangani Timnas Indonesia. Jika melihat statistik, Indonesia mampu
Kondisi Finansial Zodiak 6 Mei 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Kondisi Finansial Zodiak 6 Mei 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Berikut ramalan kondisi finansial zodiak pada 6 Mei 2026 untuk enam zodiak terakhir, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces.
Dedi Mulyadi Sikapi Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu, Nostalgia Alibi Terdakwa Fitnah Eks Pegawai Korban

Dedi Mulyadi Sikapi Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu, Nostalgia Alibi Terdakwa Fitnah Eks Pegawai Korban

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) kembali mengingat momen mengundang Evan, mantan pegawai korban dalam kasus pembunuhan sekeluarga di Indramayu.
Kolaborasi Hasilkan Wakaf Produktif, Wakaf Salman Sulap Kebun Kelengkeng di Subang

Kolaborasi Hasilkan Wakaf Produktif, Wakaf Salman Sulap Kebun Kelengkeng di Subang

Wakaf Salman membuktikan bahwa ekosistrm wakaf tak hanya berorientasi pada keberlanjutan aset, tetapi juga pada dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi masyarakat.
Kondisi Finansial Zodiak 6 Mei 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Kondisi Finansial Zodiak 6 Mei 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Berikut ramalan kondisi finansial zodiak pada 6 Mei 2026 untuk enam zodiak pertama, Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo.
Tuntutan JPU ke Ibam di Kasus Chromebook Nadiem Disorot Pakar, Singgung Fakta Persidangan hingga Skenario Proyek

Tuntutan JPU ke Ibam di Kasus Chromebook Nadiem Disorot Pakar, Singgung Fakta Persidangan hingga Skenario Proyek

Pakar hukum menilai pertanggungjawaban dalam kasus Chromebook harus disesuaikan dengan peran serta tindakan masing-masing terdakwa, termasuk Ibrahim Arief sebagai konsultan.

Trending

Respons Tegas Koh Dondy Tan soal Sertifikat Mualaf Richard Lee yang Dicabut: Yayasan punya Hak

Respons Tegas Koh Dondy Tan soal Sertifikat Mualaf Richard Lee yang Dicabut: Yayasan punya Hak

Tengah ramai isu sertifikat mualaf Richard Lee yang dicabut Koh Hanny Kristianto menjadi perhatian publik. Juga direspons oleh Pendakwah Koh Dondy Tan
Salah Ucap saat Beri Sambutan di Depan Jemaah Calon Haji, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Maaf, Saya Belum Tidur

Salah Ucap saat Beri Sambutan di Depan Jemaah Calon Haji, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Maaf, Saya Belum Tidur

Gubernur Malut Sherly Tjoanda salah ucap kata saat hendak melepas jemaah calon haji Maluku Utara dari embarkasi 13 Makassar yang hendak bertolak ke tanah suci.
Kabar Terbaru Proses Naturalisasi 3 Pemain Keturunan Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026, Satu Nama Mundur Sementara

Kabar Terbaru Proses Naturalisasi 3 Pemain Keturunan Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026, Satu Nama Mundur Sementara

Kabar terbaru proses naturalisasi pemain keturunan jelang perjuangan Timnas Indonesia di ajang FIFA Matchday Juni 2026 mendatang, ada nama baru yang muncul?
3 Alasan Utama Koh Hanny lakukan Pencabutan Sertifikat Mualaf Richard Lee

3 Alasan Utama Koh Hanny lakukan Pencabutan Sertifikat Mualaf Richard Lee

Isu pencabutan sertifikat mualaf Richard Lee tengah menjadi sorotan publik. Di tengah dokter yang dikenal juga sebagai Selebgram itu tersandung kasus
Bursa Transfer Persib Bandung: Jurnalis Belanda Ungkap Kiper Eredivisie Selangkah Lagi Susul Thom Haye dan Eliano Reijnders

Bursa Transfer Persib Bandung: Jurnalis Belanda Ungkap Kiper Eredivisie Selangkah Lagi Susul Thom Haye dan Eliano Reijnders

Media Belanda mengungkap kabar terbaru soal aktivitas Persib Bandung di bursa transfer musim panas. Seorang pemain Eredivisie dilaporkan bisa segera menyusul Thom Haye dan Eliano Reijnders.
Bukan Kalah Kualitas! Pelatih Irak Akui Timnas Indonesia Jadi Korban Sistem Curang AFC dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Bukan Kalah Kualitas! Pelatih Irak Akui Timnas Indonesia Jadi Korban Sistem Curang AFC dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Pelatih Irak Graham Arnold ungkap ketidakadilan sistem playoff AFC yang rugikan Timnas Indonesia: Arab Saudi nikmati istirahat 6 hari, Indonesia cuma 3 hari.
FIFA Beri Restu, Timnas Indonesia Punya Opsi Kiper 199 Cm Berdarah Surabaya Peraih Trofi Pemain Terbaik Eredivisie

FIFA Beri Restu, Timnas Indonesia Punya Opsi Kiper 199 Cm Berdarah Surabaya Peraih Trofi Pemain Terbaik Eredivisie

Sorotan publik sepak bola Indonesia kini mengarah ke Belanda. Nama Kayne van Oevelen tiba-tiba mencuri perhatian setelah tampil gemilang bersama FC Volendam.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT