Rupiah Mulai Bangkit usai Tertekan Tajam, Sentimen Iran dan Ekonomi RI Jadi Penopang
- Antara
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Angka tersebut menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi Indonesia dalam empat tahun terakhir dan memberikan dorongan positif terhadap pergerakan rupiah di pasar keuangan.
Pelaku pasar menilai data pertumbuhan ekonomi tersebut memperlihatkan daya tahan ekonomi domestik masih cukup kuat di tengah ketidakpastian global.
Selain itu, pasar juga mulai berspekulasi adanya peluang kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia pada kuartal ini. Harapan tersebut ikut menopang pergerakan rupiah karena dapat meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik.
Rupiah Masih Dibayangi Tantangan Global
Meski rupiah mulai bergerak menguat, tekanan eksternal dinilai masih perlu diwaspadai. Pergerakan rupiah ke depan masih sangat dipengaruhi perkembangan geopolitik global, arah kebijakan suku bunga AS, serta pergerakan harga minyak dunia.
Ketegangan di Timur Tengah masih menjadi perhatian utama investor global karena dapat memicu lonjakan harga energi dan kembali menekan nilai tukar rupiah.
Di sisi lain, penguatan dolar AS juga masih menjadi faktor yang dapat membatasi ruang penguatan rupiah dalam jangka pendek.
Namun, membaiknya sentimen pasar global serta data ekonomi domestik yang positif memberi harapan bahwa rupiah dapat bergerak lebih stabil setelah mengalami tekanan cukup tajam dalam beberapa waktu terakhir.
Pertumbuhan Ekonomi Jadi Sentimen Positif Rupiah
Meski ekonomi Indonesia tumbuh tinggi secara tahunan, BPS juga mencatat pertumbuhan ekonomi secara triwulanan mengalami kontraksi.
Pada triwulan I 2026, ekonomi Indonesia tercatat terkontraksi sebesar 0,77 persen secara quarter-to-quarter (qtq) dibandingkan triwulan IV 2025.
Meski demikian, pasar tetap merespons positif capaian pertumbuhan tahunan tersebut. Kondisi itu ikut membantu menjaga stabilitas rupiah di tengah gejolak global yang masih berlangsung.
Pelaku pasar kini menanti langkah lanjutan Bank Indonesia serta perkembangan situasi geopolitik dunia untuk melihat arah pergerakan rupiah dalam perdagangan selanjutnya. (nsp)
Load more