Mendag Ingatkan Pentingnya Dukungan Konsumen untuk Kuatkan Produk Lokal, Bisa Tekan Laju Produk Impor
- Abdul Gani Siregar/tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengingatkan pentingnya peran konsumen dalam mendorong daya saing produk lokal Indonesia agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global.
Menurut Budi, konsumen memiliki posisi penting dalam mengawasi kualitas produk dan layanan yang beredar di pasar.
Oleh karena itu, kesadaran konsumen dinilai dapat memacu produsen untuk terus meningkatkan mutu produknya.
“Salah satu peran konsumen itu adalah bagaimana kita menggunakan produksi dalam negeri dengan baik, tapi dengan syarat, dengan syarat adalah produksinya atau produknya mempunyai daya saing,” kata Budi di sela perayaan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2026 di Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Menurut Budi, konsumen yang cerdas akan mendorong produsen lokal menghasilkan barang berkualitas dan berdaya saing. Dengan begitu, produk dalam negeri diharapkan mampu menekan masuknya barang impor.
“Nah siapa yang bisa menjadikan produk ini mempunyai daya saing? Ya salah satunya konsumen, karena konsumen ini yang mengontrol, baik produk maupun jasa, semua bisa dikontrol oleh konsumen,” ujar dia menambahkan.
“Kalau konsumen ini sudah mengerti mana yang produk bagus, mana yang tidak, maka otomatis produsen itu akan dikontrol untuk melakukan atau memproduksi produk yang punya daya saing. Kalau produk sudah punya daya saing, berarti, ya, kita bisa menahan laju impor,” kata Menteri yang akrab disapa Busan itu.
Lebih lanjut, dirinya juga menegaskan perlindungan konsumen harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap produsen lokal agar ekosistem perdagangan nasional tetap sehat dan berkelanjutan.
“Kita terus berkolaborasi dengan stakeholder terkait dan juga pelaku usaha. Kita kalau untuk melindungi konsumen, kita juga tidak bisa meninggalkan produsen, karena kita harus jalan bersama, kita tidak bisa berjalan sendiri,” ujar Budi.
Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, konsumen, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem perdagangan di Indonesia.
“Kalau produsen itu bisa memberikan layanan yang baik, bisa memberikan produk yang baik, pasti dia akan semakin bagus. Ketika kita mempunyai daya saing, yang diuntungkan juga produsen, tidak hanya konsumen. Jadi dua-duanya berjalan, perlunya kolaborasi antara produsen, konsumen, dan semua institusi yang terkait,” katanya. (ant/rpi)
Load more