News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rupiah Terpuruk, Ekonom Sebut Ada Masalah Domestik yang Belum Selesai: Kepercayaan Investor Global Menurun

Ekonom Achmad Nur Hidayat menilai, anjloknya mata uang Indonesia justru membuka persoalan mendasar yang selama ini membayangi struktur ekonomi nasional.
Senin, 11 Mei 2026 - 13:21 WIB
Ilustrasi Rupiah
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Pelemahan rupiah yang terus menekan hingga menyentuh level terburuk dinilai bukan semata akibat gejolak global.

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menilai, anjloknya mata uang Indonesia justru membuka persoalan mendasar yang selama ini membayangi struktur ekonomi nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Achmad, nilai tukar pada dasarnya merupakan cerminan tingkat kepercayaan dunia terhadap kekuatan ekonomi sebuah negara. Ketika kepercayaan melemah, mata uang ikut tertekan.

“Nilai tukar pada dasarnya adalah ukuran kepercayaan. Semakin kuat kepercayaan dunia terhadap ekonomi suatu negara, semakin kuat pula mata uangnya,” ujarnya saat dihubungi, Senin (11/5/2026).

Ia menegaskan pelemahan rupiah tidak bisa terus menerus dibenarkan hanya dengan alasan faktor eksternal seperti konflik Timur Tengah atau kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS).

“Karena itu, pelemahan rupiah tidak bisa hanya dijelaskan dengan alasan eksternal seperti perang Timur Tengah atau suku bunga The Fed,” katanya.

Achmad mengakui tekanan global memang nyata. Konflik geopolitik, tingginya suku bunga AS, dan arus modal keluar dari negara berkembang disebut menjadi faktor yang ikut menekan rupiah. 

Namun ia menilai persoalan Indonesia jauh lebih kompleks karena banyak negara lain menghadapi tekanan serupa tanpa mengalami pelemahan sedalam rupiah.

“Namun negara lain juga menghadapi tekanan yang sama, tetapi tidak semua mata uang jatuh sedalam rupiah. Artinya ada persoalan domestik yang belum selesai,” ujarnya.

Ia menilai investor global masih melihat Indonesia dibayangi berbagai persoalan struktural, mulai dari ketidakpastian fiskal, lemahnya pendalaman industri, hingga ketergantungan tinggi terhadap impor energi dan bahan baku.

“Investor global melihat Indonesia masih menghadapi ketidakpastian fiskal, lemahnya pendalaman industri, serta ketergantungan tinggi pada impor energi dan bahan baku. Ketika kepercayaan menurun, permintaan terhadap dolar meningkat dan rupiah tertekan,” katanya.

Achmad menggambarkan kondisi ekonomi Indonesia layaknya kapal besar yang memiliki sumber daya melimpah, namun tidak ditopang mesin ekonomi yang cukup kuat untuk menghadapi badai global.

“Ibarat kapal besar, Indonesia sebenarnya memiliki ukuran dan sumber daya yang luar biasa. Tetapi kapal besar tanpa mesin yang kuat akan tetap mudah dihantam ombak,” ujarnya.

Ia menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap ekspor komoditas mentah yang membuat ekonomi domestik sangat rentan terhadap fluktuasi harga global. Ketika harga batu bara, nikel, atau sawit turun, penerimaan devisa ikut melemah sementara kebutuhan impor tetap tinggi.

“Kita terlalu bergantung pada ekspor komoditas mentah. Ketika harga batu bara, nikel, atau sawit turun, penerimaan devisa ikut melemah. Sementara kebutuhan impor tetap tinggi, terutama energi dan barang modal. Akibatnya permintaan dolar terus meningkat,” katanya.

Di tengah tekanan rupiah, cadangan devisa Indonesia juga terus tergerus. Data Bank Indonesia menunjukkan posisi devisa turun dari US$154,6 miliar pada Januari 2026 menjadi US$146,2 miliar pada April 2026.

Menurut Achmad, penurunan tersebut salah satunya dipicu intervensi besar-besaran untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di pasar.

“Penurunan ini salah satunya disebabkan intervensi besar besaran untuk menjaga stabilitas rupiah,” ujarnya.

Ia menilai kondisi itu menjadi ironi besar bagi Indonesia. Di satu sisi pemerintah dan bank sentral terus menggelontorkan devisa demi menjaga rupiah, namun di sisi lain akar persoalan struktural ekonomi belum dibenahi secara menyeluruh.

“Di sinilah letak ironi terbesar Indonesia. Kita membakar devisa untuk mempertahankan nilai tukar, tetapi akar kelemahan ekonominya belum diperbaiki,” tutupnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah pagi hari ini 11 Mei 2026 bergerak melemah 4 poin atau 0,02 persen.

Rupiah hari ini menjadi Rp17.386 per dolar AS, nyaris menyentuh angka Rp17.4000 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.382 per dolar AS. (agr/muu)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Debut Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate Langsung Panas, 4 Hari Kemudian Hadapi Mantan Klub: Red Sparks

Debut Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate Langsung Panas, 4 Hari Kemudian Hadapi Mantan Klub: Red Sparks

Debut Megawati Hangestri bersama Hyundai Hillstate dimulai 3 November 2026 melawan IBK Altos. Empat hari kemudian, ia menghadapi mantan klub Red Sparks
‎Usai Gagal di Piala AFF, John Herdman Siap Bawa Timnas Indonesia Bangkit dan Angkat Trofi FIFA ASEAN Cup

‎Usai Gagal di Piala AFF, John Herdman Siap Bawa Timnas Indonesia Bangkit dan Angkat Trofi FIFA ASEAN Cup

John ‎Herdman menyampaikan ambisinya menjelang pertandingan pertama Timnas Indonesia menghadapi Singapura.
Round Up Demo Hari Ini: Massa Buruh Bergerak dari Semanggi, UOB dan DPR Jadi Titik Aksi

Round Up Demo Hari Ini: Massa Buruh Bergerak dari Semanggi, UOB dan DPR Jadi Titik Aksi

Demo hari ini di Jakarta berlangsung di sejumlah titik. Massa buruh bergerak dari Semanggi menuju UOB dan aksi juga digelar di sekitar DPR/MPR.
Hasil Asian Games 2026: Tiga Wakil Berlaga di Babak Final, Tim Renang Indonesia Masih Belum Bisa Bawa Pulang Medali

Hasil Asian Games 2026: Tiga Wakil Berlaga di Babak Final, Tim Renang Indonesia Masih Belum Bisa Bawa Pulang Medali

Hasil Asian Games 2026 dari cabang olahraga renang dimana tterdapat iga wakil Indonesia bertanding do tiga nomor pada hari ini Kamis 24 September pagi tadi WIB.
Wushu Koleksi 5 Medali di Asian Games 2026, 3 Perunggu Tambahan dari Nomor Sanda

Wushu Koleksi 5 Medali di Asian Games 2026, 3 Perunggu Tambahan dari Nomor Sanda

Terbaru, ada tambahan tiga medali dari tiga pewushu nomor sanda, Bintang Reindra Nada Guitara, Fereddy Sinaga, dan Thania Kusumaningtyas, sama-sama mengamankan medali perunggu setelah langkah mereka terhenti di semifinal, Rabu (23/9/2026).
Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Badan Geologi Ungkap Jarak dan Bahayanya

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Badan Geologi Ungkap Jarak dan Bahayanya

Badan Geologi menemukan dua pulau baru di sekitar Anak Krakatau setelah aktivitas erupsi. Warga dan wisatawan dilarang mendekati kawasan tersebut.

Trending

Lupakan Megawati Hangestri, Red Sparks Sambut Musim Baru dengan Trio Bukilic, Yeum Hye-seon dan Zhong Hui

Lupakan Megawati Hangestri, Red Sparks Sambut Musim Baru dengan Trio Bukilic, Yeum Hye-seon dan Zhong Hui

Move on dari Megawati Hangestri, Red Sparks sambut musim baru V-League dengan trio Yeum Hye-seon, Vanja Bukilic dan Zhong Hui yang belum lama gelar photo shoot.
4 Fakta Terbaru dari Video Mesum A Day in My Life yang Viral di Media Sosial

4 Fakta Terbaru dari Video Mesum A Day in My Life yang Viral di Media Sosial

Media sosial dihebohkan dengan video berjudul A Day in My Life. Ternyata ada beberapa fakta yang baru disampaikan pihak Kepolisian.
Pertama Kali Berlatih dengan Megawati Hangestri, Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir dengan Hal Ini

Pertama Kali Berlatih dengan Megawati Hangestri, Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir dengan Hal Ini

Pertama kali berlatih dengan Megawati Hangestri, Kim Hee-jin mengungkap hal yang membuatnya terkesan. Simak proses adaptasi Mega di Hyundai Hillstate.
Fakta Terbaru Savanna Azzahra yang Ngaku Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak: Ternyata Rekayasa AI

Fakta Terbaru Savanna Azzahra yang Ngaku Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak: Ternyata Rekayasa AI

Kisah Savanna Azzahra, gadis yang curhat di TikTok kalau calon suaminya selingkuh dengan sang kakak hingga hamil tiga bulan ternyata merupakan rekayasa dari AI.
‎Pelatih Thailand Akui FIFA ASEAN Cup 2026 Lebih Berat dari Piala AFF, Timnas Indonesia Jadi Salah Satu Ancaman

‎Pelatih Thailand Akui FIFA ASEAN Cup 2026 Lebih Berat dari Piala AFF, Timnas Indonesia Jadi Salah Satu Ancaman

Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, langsung memasang target tinggi setelah tiba di Indonesia untuk mengikuti FIFA ASEAN Cup 2026. Juru taktik asal Inggris itu menegaskan Gajah Perang datang dengan ambisi membawa pulang gelar juara.
Polisi Minta Video Mesum Berkedok "A Day in My Life" Tidak Disebarluaskan Lagi

Polisi Minta Video Mesum Berkedok "A Day in My Life" Tidak Disebarluaskan Lagi

Pihak kepolisian meminta agar video mesum berkedok “A Day in My Life” tidak disebarluaskan lagi.
Polisi Ungkap Hubungan Singkat Dua Pemeran Video Mesum "A Day in My Life", dari Media Sosial Lanjut ke Pertemuan

Polisi Ungkap Hubungan Singkat Dua Pemeran Video Mesum "A Day in My Life", dari Media Sosial Lanjut ke Pertemuan

Polres Bogor mengungkap hubungan singkat dua pemeran video mesum “A Day in My Life” yang saat ini sedang viral di jagat maya. Dari perkenalan di media sosial, keduanya melanjutkan pertemuan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT