Kelas Menengah dan Daya Beli Masyarakat Perlu Diperkuat, Kadin Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Industri
- Kadin Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Institute (KII) bersama Katadata menggelar forum "KII 8% Club: Bedah Katadata Indonesia Middle Class Insight (KIMCI) 2026 dan Implikasinya bagi Dunia Usaha" di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Kamis (4/06/2026).
Dalam forum ini, Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi Kadin Indonesia Aviliani, menegaskan bahwa penguatan daya beli masyarakat menjadi salah satu kebutuhan utama dunia usaha saat ini.
Menurutnya, meskipun tingkat konsumsi masyarakat masih relatif tinggi, terdapat kesenjangan yang perlu mendapat perhatian agar permintaan domestik dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.
“Dari sisi pengusaha, tentu kami menginginkan demand yang jauh lebih baik. Karena itu diperlukan kerja sama antara dunia usaha, masyarakat, dan pemerintah untuk mendorong peningkatan permintaan serta memperkuat aktivitas ekonomi,” ujar Aviliani.
Salah satu langkah yang dinilai dapat dilakukan adalah memperluas keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai pasok industri nasional. Aviliani menjelaskan bahwa Kadin Indonesia telah melakukan kajian mengenai pengembangan model kolaborasi yang memungkinkan UMKM menjadi bagian dari supply chain perusahaan-perusahaan anggota Kadin.
Menurutnya, hasil kajian tersebut kini perlu ditindaklanjuti melalui implementasi yang didukung berbagai insentif dari pemerintah agar tercipta daya tarik bagi UMKM maupun perusahaan besar untuk menjalin kemitraan yang lebih erat.
“UMKM merupakan sektor yang menyerap banyak tenaga kerja. Jika mereka dapat terhubung dengan rantai pasok industri yang lebih besar, maka manfaat ekonominya akan sangat luas. Namun proses ini membutuhkan pembinaan, peningkatan kapasitas, dan waktu yang cukup panjang agar kualitas UMKM semakin baik,” katanya.
Aviliani menambahkan, keberhasilan UMKM untuk naik kelas dan menjadi bagian dari rantai nilai global (global value chain) tidak hanya akan memperkuat daya saing usaha nasional, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kelas menengah Indonesia.
“Ketika UMKM naik kelas dan terintegrasi dalam global value chain, maka pendapatan masyarakat akan meningkat. Pada akhirnya, hal itu akan memperkuat kelas menengah dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif KII Mulya Amri, menyoroti hasil kajian yang menunjukkan adanya tekanan terhadap kelompok kelas menengah. Menurutnya, fenomena tersebut tidak boleh dipandang sekadar sebagai perubahan statistik, melainkan sebagai indikator penting yang mencerminkan kondisi konsumsi nasional.
“Penurunan kelas menengah bukan sekadar statistik, melainkan sinyal bahwa mesin konsumsi nasional sedang mengalami tekanan serius. Karena itu, diperlukan pemahaman yang lebih mendalam agar berbagai temuan riset dapat diterjemahkan menjadi langkah-langkah konkret,” kata Mulya.
Ia menjelaskan, KII 8% Club dibentuk sebagai ruang dialog berbasis data yang bertujuan menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan dunia usaha dan proses perumusan kebijakan publik.
“Kami ingin memastikan bahwa data dan hasil riset dapat diubah menjadi wawasan yang relevan bagi pelaku usaha sekaligus menjadi dasar advokasi kebijakan yang efektif,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Ferry Irawan, menyampaikan bahwa pengembangan kelas menengah menjadi salah satu agenda penting pemerintah karena perannya yang sangat besar terhadap perekonomian nasional.
Menurut Ferry, kelas menengah memiliki kontribusi signifikan terhadap konsumsi rumah tangga, jumlah tenaga kerja produktif, serta pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Oleh sebab itu, pemerintah terus berupaya menciptakan berbagai kebijakan yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan kelompok tersebut.
“Bagaimana mendorong dan menumbuhkembangkan kelas menengah menjadi salah satu program penting pemerintah. Dari sisi konsumsi, jumlah penduduk, maupun kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi, kelas menengah memiliki peran yang sangat signifikan,” ujarnya.
Ferry juga mengapresiasi inisiatif Kadin Indonesia melalui KII 8% Club yang menghadirkan forum diskusi berbasis riset untuk membahas tantangan ekonomi nasional dan merumuskan berbagai solusi yang dapat dijalankan secara kolaboratif.
“Kami sangat menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh Kadin. Apalagi semangat yang diusung adalah mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Untuk itu, kami siap berkolaborasi,” pungkasnya. (rpi)
Load more