Industri F&B dan Hospitality RI Tumbuh Pesat, Nilai Pasarnya Tembus Rp470 Triliun
- Freepik/rostyslav84
Jakarta, tvOnenews.com – Industri makanan, minuman (food and beverage/F&B) dan hospitality di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang semakin kuat seiring meningkatnya konsumsi masyarakat, bangkitnya sektor pariwisata, serta perubahan gaya hidup yang mendorong aktivitas makan di luar rumah (dining out) hingga staycation.
Kondisi tersebut turut mengerek nilai pasar sektor Hotel, Restaurant, and Institutional (HRI) Indonesia menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
Mengacu pada laporan Food Service – Hotel, Restaurant and Institutional Annual 2025, nilai pasar HRI Indonesia mencapai US$29 miliar atau sekitar Rp470 triliun (kurs Rp16.200 per dolar AS) sepanjang 2024. Capaian tersebut bahkan telah melampaui level sebelum pandemi COVID-19.
Pertumbuhan itu didorong oleh ekspansi jaringan hotel dan restoran, meningkatnya popularitas specialty coffee dan premium bakery, serta semakin luasnya penggunaan layanan pesan-antar makanan berbasis digital.
Meski prospeknya menjanjikan, pelaku industri menghadapi tantangan baru. Persaingan regional yang semakin ketat, meningkatnya permintaan produk premium, hingga penerapan kewajiban sertifikasi halal menjadi faktor yang mendorong perusahaan untuk terus berinovasi dan meningkatkan daya saing.
Di tengah dinamika tersebut, kolaborasi antar pelaku industri dinilai menjadi salah satu kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan sektor F&B dan hospitality.
Portfolio Director Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026, Meysia Stephanie, mengatakan pertumbuhan industri tidak hanya bergantung pada besarnya pasar, tetapi juga kemampuan seluruh pelaku usaha dalam membangun kemitraan dan beradaptasi terhadap perubahan.
"Pertumbuhan industri tidak hanya ditentukan oleh besarnya pasar, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi, beradaptasi terhadap perubahan tren, serta memanfaatkan inovasi dan teknologi. FHI hadir sebagai platform yang mempertemukan seluruh ekosistem industri dalam satu forum bisnis, sehingga pelaku usaha dapat membangun kemitraan strategis, menemukan solusi baru, sekaligus meningkatkan daya saing industri di tingkat global," ujar Meysia dalam keterangannya, dikutip Sabtu (11/7/2026).
Prospek industri juga ditopang oleh fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih kuat. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 5,8-6,3 persen pada 2026, sementara nilai Produk Domestik Bruto (PDB) diproyeksikan mencapai US$6,13 triliun pada 2028.
Load more