Industri F&B dan Hospitality RI Tumbuh Pesat, Nilai Pasarnya Tembus Rp470 Triliun
- Freepik/rostyslav84
Sejalan dengan itu, sektor hospitality diperkirakan mampu tumbuh hingga tiga kali lipat pada 2030, didorong peningkatan investasi, pengembangan pariwisata berkelanjutan, dan permintaan masyarakat terhadap layanan serta pengalaman kuliner yang semakin berkualitas.
Selain inovasi produk, isu keberlanjutan juga mulai menjadi perhatian utama pelaku industri. Perusahaan kini dituntut menerapkan praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan, mulai dari penggunaan kemasan berkelanjutan, efisiensi energi, hingga pengurangan limbah operasional.
Marketing Communication Manager PT Pamerindo Indonesia, Leonarita Hutama, menilai keberlanjutan kini bukan lagi sekadar tren, melainkan bagian penting dari strategi pertumbuhan bisnis.
"Transformasi industri tidak hanya ditentukan oleh inovasi produk dan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha mengembangkan bisnis yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui FHI 2026, kami ingin menghadirkan platform yang mempertemukan perusahaan, inovator, dan pemangku kepentingan untuk berbagi solusi serta mempercepat adopsi praktik bisnis berkelanjutan di sektor makanan, minuman, dan hospitality," ujar Leonarita.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri, pelaku usaha F&B dan hospitality dijadwalkan berkumpul dalam ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 yang akan berlangsung pada 21-24 Juli 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta.
Pameran tersebut akan menghadirkan ratusan peserta dari puluhan negara, sekaligus menjadi wadah bagi pelaku industri untuk memperkenalkan inovasi, menjalin kemitraan bisnis, serta mendiskusikan berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi sektor makanan, minuman, dan hospitality di Indonesia. (cmi)
Load more