Kadin Ungkap Presiden Macron Minta Edisi Khusus Buku ‘We Buy From Indonesia-France’
- Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com – Ketertarikan dunia terhadap produk Indonesia semakin menguat. Presiden Prancis Emmanuel Macron bahkan disebut mengusulkan pembuatan edisi khusus We Buy From Indonesia-France setelah melihat buku tersebut bersama Presiden RI Prabowo Subianto.
Respons itu dinilai menjadi sinyal positif bahwa produk dan industri nasional semakin mendapat perhatian di pasar internasional.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, buku We Buy From Indonesia bukan sekadar katalog produk nasional, melainkan simbol penguatan promosi ekspor Indonesia ke pasar global.
“Waktu kami menyampaikan buku ini (We Buy From Indonesia) kepada Pak Presiden Macron dan di hadapan tentunya Pak Presiden Prabowo, mereka mengatakan, ‘Wah, kurang banyak nih dari 80 brand-nya nih yang Prancis, sehingga tolong bikin dong We Buy From Indonesia-French Edition’, contoh saja,” jelas dia, di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).
Menurut Anindya, respons tersebut menunjukkan besarnya peluang memperluas jaringan perdagangan Indonesia dengan berbagai negara. Ke depan, konsep serupa dapat dikembangkan dalam edisi khusus yang disesuaikan dengan pasar tujuan ekspor.
Ia menegaskan, We Buy From Indonesia merupakan bagian dari strategi membangun citra Indonesia sebagai pemasok penting dalam rantai pasok global sekaligus memperkuat promosi produk nasional.
“Bukan hanya sebuah buku, tapi ini sebuah simbol. Ini bisa menjadi Road to Trade Expo dari Kementerian Perdagangan yang saya lihat sendiri dari tahun ke tahun itu luar biasa,” tegasnya.
Anindya juga menyoroti capaian transaksi Trade Expo Indonesia yang menurutnya menunjukkan besarnya potensi perdagangan Indonesia di pasar internasional.
“Dan tadi Pak Mendag (Budi Santoso) mengatakan US$22,8 miliar itu bukan jumlah yang kecil, sangat-sangat besar dan banyak sekali partisipannya,” tutur dia.
Selain memperluas promosi produk nasional, Kadin juga ingin memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan dalam mencetak lebih banyak eksportir baru, khususnya dari kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Dan juga tadi kita bicara bagaimana Kadin diberikan kesempatan untuk bekerja sama untuk mendidik UMKM untuk ekspor yang sudah ada di Mendag,” tandas dia.
Anindya menambahkan, sinergi tersebut tidak hanya dilakukan di dalam negeri, tetapi juga melalui jaringan promosi perdagangan Indonesia di luar negeri, termasuk Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan kantor-kantor perdagangan yang berfokus memperluas akses pasar ekspor.
“Kami juga ingin berkolaborasi bahkan juga dengan ITPC atau pusat atau apa kantor-kantor di negara-negara yang memang fokusnya untuk memperbesar perdagangan,” tutupnya. (agr/rpi)
Load more