News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Sukses UMKM Gula Merah dari Sumenep, Rosidah Dua Dekade Membesarkan Usaha Berkat KUR BRI

Rosidah menceritakan kisahnya membesarkan usaha UMKM gula merah di Sumenep melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Unit Pragaan sejak tahun 2016.
Rabu, 29 Juli 2026 - 18:45 WIB
Kisah Sukses UMKM Gula Merah dari Sumenep.
Sumber :
  • BRI

Jakarta, tvOnenews.com – Asap tipis membubung dari dapur produksi sederhana di Desa Pragaan Laok, Kabupaten Sumenep. Di tengah aroma manis gula merah yang khas, Rosidah (50), dengan cekatan mengaduk adonan di atas tungku besar. Ia telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk melestarikan kuliner tradisional tersebut.

Bagi Rosidah, gula merah bukan sekadar komoditas dagang, melainkan bagian dari perjalanan hidupnya. Sejak 2006, ia mengembangkan usaha gula merah khas Madura dengan memanfaatkan air nira dari pohon siwalan atau lontar yang banyak tumbuh di Sumenep.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dua dekade lalu, perjalanan ini tentu tidak langsung berjalan mulus seperti sekarang. Pada awal merintis usaha, Rosidah harus berhadapan dengan berbagai keterbatasan, mulai dari alat produksi yang sangat tradisional hingga modal yang sering kali tersendat. Namun, keteguhan hati warga Sumenep ini tak pernah luntur demi menghidupi keluarga tercinta.

"Alhamdulillah seiring berjalannya waktu, kualitas gula merah buatan saya mulai dilirik konsumen. Permintaan mulai berdatangan," ungkapnya. Perlahan tapi pasti, jaringan pelanggannya pun mulai meluas ke berbagai daerah.

Namun, lompatan besar dalam skala usaha Rosidah sejatinya terjadi pada tahun 2016. Saat itu, ia menyadari bahwa permintaan pasar yang melonjak drastis tidak akan bisa terpenuhi tanpa adanya suntikan modal kerja yang signifikan. Di titik krusial inilah, Rosidah memutuskan untuk mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Unit Pragaan.

"Saya sudah lama jadi nasabah BRI, tapi baru tahun 2016 itu memberanikan diri mengajukan pinjaman KUR. Prosesnya cepat dan tim dari BRI sangat responsif. Saya memilih KUR ini karena selain bunganya rendah juga tidak ada agunan. Jadi cocok untuk usaha kecil seperti saya," urai Rosidah.

Langkah awal ini terbukti menjadi stimulus yang sangat tepat bagi geliat usahanya. Dana segar dari perbankan tersebut langsung dialokasikan khusus untuk memperkuat ketersediaan bahan baku di dapurnya.

Tiga tahun pertama pasca menjadi nasabah KUR BRI berjalan dengan sangat manis seiring dengan perputaran roda usahanya yang makin kencang. Setelah pinjaman pertamanya lunas dengan catatan komitmen yang bersih, Rosidah kembali mempercayakan pengembangan usahanya kepada BRI. Ia mengajukan pinjaman tahap kedua dengan nominal yang naik kelas menjadi Rp50 juta.

Dukungan finansial dari BRI ini tidak berhenti sampai di situ saja. Melihat rekam jejak usahanya yang terus tumbuh positif, pada tahun 2024 lalu, Rosidah kembali mendapatkan kepercayaan, di mana BRI memberikan kucuran dana KUR dengan nilai yang lebih besar.

Bagi Rosidah, kucuran modal kerja KUR dari BRI membawa manfaat nyata yang langsung mengubah peta bisnisnya. "KUR BRI ini sangat bermanfaat bagi kami. Khususnya untuk penyediaan bahan baku, peralatan produksi agar bisa memenuhi permintaan," tandasnya.

Dampak dari kecukupan modal ini membuat lini usaha Rosidah mengalami pertumbuhan yang pesat. Perempuan tangguh ini bahkan dengan bangga menyatakan bahwa setelah mendapatkan intervensi modal dari KUR BRI, usahanya kini makin berkembang. Skala produksi harian meningkat tajam demi memenuhi permintaan pasar yang tak pernah sepi.

Produksi gula merahnya pun terus meningkat. Jika sebelum mendapat dukungan KUR dari BRI rata-rata sekitar 200 kilogram per hari, kini produksinya meningkat menjadi kisaran 500 kilogram per hari.

"Alhamdulillah kami juga bisa membantu warga sekitar. Selain menerima hasil bahan baku dari mereka, kami juga membantu menyerap tenaga kerja. Jika awal-awal saya merintis usaha ini saya kerjakan sendiri, saat ini pekerja saya ada 6 orang," ungkapnya.

Kini, buah dari ketekunannya selama 20 tahun telah mengakar kuat. Rosidah berhasil mengunci hati banyak pelanggan tetap di berbagai wilayah di Madura. Pasar yang ia jangkau tidak lagi sebatas lingkungan sekitar desa, melainkan sudah meluas melintasi batas kabupaten, menjangkau daerah Pamekasan, Sampang, hingga Bangkalan.

Sistem pemasarannya pun kini berjalan lebih modern dan praktis berkat kepercayaan yang telah terbangun lama. Para pemilik toko dari Pamekasan hingga Sampang cukup menghubunginya melalui telepon untuk melakukan pemesanan.

Begitu pesanan masuk, Rosidah langsung menyiapkan logistik pengiriman untuk menyuplai toko-toko tersebut secara rutin.
Sejalan dengan peningkatan volume usaha, omzet penjualan gula merah Rosidah pun terus meroket dari waktu ke waktu. Pendapatan yang berlipat ganda ini tidak hanya membuat bisnisnya kian sehat secara finansial, tetapi juga menjadi mesin penggerak kesejahteraan bagi keluarganya. Keberhasilan usaha di desa ini bahkan mampu mengantarkan kedua anaknya membuka usaha di Surabaya.

Bagi Rosidah, kemitraan dengan BRI tidak hanya sebatas hubungan antara debitur dan kreditur, tetapi telah berkembang menjadi hubungan yang erat layaknya keluarga. Kedekatan tersebut terjalin melalui kunjungan rutin petugas BRI ke rumah dan dapur produksinya. Kehadiran petugas tidak dirasakan sebagai bentuk pengawasan, melainkan pendampingan yang tulus dan memberikan semangat dalam menjalankan usaha.

Melalui kunjungan tersebut, petugas BRI dapat melihat langsung perkembangan usaha sekaligus memberikan pendampingan dan pelatihan untuk mendukung pertumbuhan bisnis Rosidah. Komunikasi yang terjalin pun sangat terbuka, sehingga setiap kebutuhan konsultasi dapat segera memperoleh solusi. Selain itu, Rosidah juga merasakan manfaat dari fleksibilitas layanan BRI yang memungkinkan penambahan modal usaha di tengah masa pinjaman berjalan, sehingga kebutuhan operasional usahanya dapat tetap terpenuhi dengan baik.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengungkapkan, sebagai bank yang fokus pada pemberdayaan UMKM, BRI secara konsisten memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha di berbagai daerah guna mendorong peningkatan produktivitas, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat sektor riil yang menjadi fondasi perekonomian nasional.

Komitmen tersebut tercermin dari realisasi KUR BRI hingga Juni 2026 tercatat sebesar Rp 103,81 Triliun atau setara 54,63% dari kuota KUR BRI tahun ini sebesar Rp190 Triliun. Mayoritas penyaluran tersebut diarahkan ke sektor sektor produktif yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, dengan porsi mencapai 75,02% dari total KUR yang telah disalurkan.

“Kisah Rosidah membesarkan usaha Gula Merah di Sumenep jadi kisah inspiratif dari pelaku UMKM yang memanfaatkan KUR sebagai akses permodalan usaha dan terus berkembang melalui pemberdayaan BRI. Semoga kisah ini menjadi kisah inspiratif yang dapat direplikasi oleh pelaku UMKM lainnya di berbagai wilayah di Indonesia,” tegas Akhmad. (rpi)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR Setujui KAI Impor KRL Bekas Jepang, 23 Trainset Disiapkan untuk Jabodetabek

DPR Setujui KAI Impor KRL Bekas Jepang, 23 Trainset Disiapkan untuk Jabodetabek

DPR menyetujui KAI mengimpor 23 trainset KRL bekas untuk memenuhi lonjakan penumpang Jabodetabek, sambil tetap mendorong penguatan industri lokal.
Hasil Asian Games 2026: Wushu Tambah Pundi-pundi Medali untuk Tim Indonesia dari Tiga Kelas Hari Ini

Hasil Asian Games 2026: Wushu Tambah Pundi-pundi Medali untuk Tim Indonesia dari Tiga Kelas Hari Ini

Hasil Asian Games 2026 dari cabang olahraga Wushu yang mempertandingkan sejumlah nomor pada hari ini.
Rodri dan Lamine Yamal Masuk Nominasi, Luis de la Fuente: Pemain Timnas Spanyol Harus Menangkan Ballon d’Or!

Rodri dan Lamine Yamal Masuk Nominasi, Luis de la Fuente: Pemain Timnas Spanyol Harus Menangkan Ballon d’Or!

Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, mendukung semua pemainnya yang masuk dalam daftar nominasi Ballon d’Or. Lamine Yamal dan Rodri termasuk yang difavoritkan.
Ditawari KDM Bantuan Operasi, Ayah Habibi Bocah Penjual Siomay Justru Menolak

Ditawari KDM Bantuan Operasi, Ayah Habibi Bocah Penjual Siomay Justru Menolak

KDM menawarkan bantuan operasi untuk ayah Habibi Penjual Siomay yang sakit kanker usus. Namun, sang ayah menolak tawaran tersebut dan memilih pulang ke Cirebon.
BGN Tutup Permanen 4 Dapur MBG, 10.112 Penerima Manfaat Dialihkan

BGN Tutup Permanen 4 Dapur MBG, 10.112 Penerima Manfaat Dialihkan

BGN menghentikan permanen operasional empat dapur MBG karena masalah keamanan pangan. Sebanyak 10.112 penerima manfaat dialihkan ke SPPG lain.
Polres Bengkalis Amankan Pria Diduga Cabuli Anak Kandung di Siak Kecil

Polres Bengkalis Amankan Pria Diduga Cabuli Anak Kandung di Siak Kecil

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Yohn Mabel mengatakan, terduga pelaku diamankan pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 00.20 WIB di sebuah rumah di Kelurahan Rantau Badak, Kecamatan Muara Papalik, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

Trending

Gantikan Megawati Hangestri di Red Sparks, Zhong Hui Banjir Dukungan Volimania Jelang Liga Voli Korea 2026-2027

Gantikan Megawati Hangestri di Red Sparks, Zhong Hui Banjir Dukungan Volimania Jelang Liga Voli Korea 2026-2027

Pevoli China, Zhong Hui yang menggantikan Megawati Hangestri sebagai pemain Asia di Red Sparks, mendapatkan banyak dukungan dari volimania jelang bergulirnya Liga Voli Korea 2026-2027.
Kronologi Lengkap Video Mesum 'A Day in My Life' Viral, Pasangan Sesama Jenis yang Dikabarkan Terpapar HIV

Kronologi Lengkap Video Mesum 'A Day in My Life' Viral, Pasangan Sesama Jenis yang Dikabarkan Terpapar HIV

Video mesum a day in my life berseliweran di medsos, dengan banyak potongan pendek video. Namun hal ini masih menunggu keterangan selanjutnya dari Kepolisian.
Red Sparks Resmi Perkenalkan Skuad, Nomor Punggung 8 Warisan Megawati Hangestri Kini Dipakai Pemain Lain

Red Sparks Resmi Perkenalkan Skuad, Nomor Punggung 8 Warisan Megawati Hangestri Kini Dipakai Pemain Lain

Kurang lebih setahun dijaga oleh Ko Hee-jin, kini nomor punggung 8 milik Megawati Hangestri di Red Sparks secara resmi diberikan kepada pemain lain musim depan.
Fakta-fakta Kasus Savanna Azzahra: Gadis yang Kakaknya Selingkuh dengan Calon Suami hingga Hamil 3 Bulan

Fakta-fakta Kasus Savanna Azzahra: Gadis yang Kakaknya Selingkuh dengan Calon Suami hingga Hamil 3 Bulan

Inilah kumpulan fakta dari kasus Savanna Azzahra atau Anne, gadis yang kakaknya akui berselingkuh dengan calon suaminya hanya H-3 sebelum prosesi pernikahan.
Jay Idzes dan Dony Tri Gagal Perkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman: Kami Cukup Beruntung

Jay Idzes dan Dony Tri Gagal Perkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman: Kami Cukup Beruntung

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, merasa cukup beruntung dengan kembalinya para pemain diaspora ke skuadnya. Meski begitu, Jay Idzes dan Dony Tri Pamungkas gagal tampil akibat cedera.
Hillstate Harus Bayar Rp7 Miliar Per Musim Hanya untuk Duetkan Jordan Wilson dan Megawati Hangestri? Ini Detailnya

Hillstate Harus Bayar Rp7 Miliar Per Musim Hanya untuk Duetkan Jordan Wilson dan Megawati Hangestri? Ini Detailnya

Kurang lebih Rp7 miliar dana yang harus dikeluarkan Hyundai Hillstate pada musim depan demi menduetkan Megawati Hangestri dengan Jordan Wilson di V-League.
Karier Makin Bersinar! 6 Zodiak Ini Diprediksi Panen Peluang Emas pada 24 September 2026: Virgo Paling Menonjol

Karier Makin Bersinar! 6 Zodiak Ini Diprediksi Panen Peluang Emas pada 24 September 2026: Virgo Paling Menonjol

Memasuki 24 September 2026, sejumlah zodiak diprediksi memiliki perkembangan menarik dalam urusan pekerjaan dan karier. Siapa saja yang paling bersinar besok?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT