Saham Sektor Telekomunikasi Tarik Minat Investor, Infrastruktur Perlu Ditingkatkan
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Jakarta, tvOnenews.com -Â Saham BACH belakangan waktu turut menarik minat pelaku pasar sejak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada harga IPO Rp442 per saham.
Lantas, BACH mencatatkan penguatan 24,43 persen pada hari pertama perdagangan hingga menyentuh level Rp880 dalam beberapa hari berikutnya.Â
Prospek sektor infrastruktur telekomunikasi dinilai masih menjanjikan seiring transformasi digital, pengembangan jaringan 5G, serta meningkatnya kebutuhan layanan berbasis artificial intelligence (AI) dan cloud computing di tengah meningkatnya minat investor terhadap emiten tersebut.
Pengamat CORE Indonesia Dipo Satria Ramli mengatakan kebutuhan pembangunan menara telekomunikasi maupun jaringan fiber optic masih tinggi karena meningkatnya kebutuhan pelanggan maupun korporasi hingga peluang sektor berpotensi terus alami pertumbuhan.
"Masih besar 3-5 tahun ke depan, kebutuhan untuk tower dan fiber optic masih tinggi karena kebutuhan customer dan corporate yang terus meningkat," kata Dipo kepada awak media, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Dipo menjelaskan transisi dari jaringan 4G menuju 5G membutuhkan densitas menara yang lebih tinggi melalui pembangunan microcells.Â
Selain itu, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi industri tersebut.Â
Dipo menekankan sektor pendukung telekomunikasi memiliki peran yang sangat strategis.Â
“Sangat strategis karena mereka adalah penentu keandalan dan keberlanjutan infrastruktur telekomunikasi dan ekonomi digital," katanya.
Ia menambahkan kebutuhan terhadap infrastruktur dasar, seperti listrik, menara telekomunikasi, jaringan serat optik, hingga kabel bawah laut masih menjadi kebutuhan utama.
Sedangkan, kata Dipo, meningkatnya penggunaan internet, AI, dan cloud computing akan menjadi faktor pendorongnya.
Menurutnya pasokan listrik yang belum stabil serta jaringan fiber optic yang belum terintegrasi di beberapa daerah membuat peran perusahaan pendukung sangat penting di Indonesia.
"Tanpa reliability dari internet dan telekomunikasi, ekonomi digital tidak bisa terbangun," tegasnya.
Di sisi lain, pengamat Pasar Modal Menteng Kleb, Fauzan Luthsa memberikan gambaran mengapa emiten di sektor pendukung telekomunikasi mendapat perhatian besar dari investor.
Menurutnya, meningkatnya perhatian terhadap BACH juga tidak terlepas dari masuknya Grup Djarum melalui PT Global Teknologi Perkasa (GTP) sebagai pemegang saham pengendali perseroan.
Load more