Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas, Perkuat Produktivitas Pelabuhan Tanjung Priok
- Pelindo
Terminal ini juga dilengkapi area penumpukan (container yard) dengan luas sekitar 98.700 meter persegi dengan kapasitas mencapai 8.425 TEUs.
Layanan terminal didukung sejumlah peralatan antara lain 1 unit Quay Container Crane (QCC), 4 unit Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC), 1 unit Reach Stacker, 5 Head Truck beserta chassis, serta didukung oleh 70 personel.
Pada tahap berikutnya, kapasitas terminal akan semakin diperkuat melalui penambahan 2 unit QCC yang ditargetkan beroperasi pada Triwulan IV 2026.
Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Capt. Heru Susanto menyampaikan apresiasi atas pengoperasian Terminal 2 Petikemas yang dinilai akan memperkuat kualitas pelayanan kepelabuhanan di pelabuhan terbesar di Indonesia.
Guna memastikan operasional Terminal 2 Petikemas berjalan optimal dan berkesinambungan, pengoperasiannya tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.
Sejalan dengan hal tersebut, Pelindo diharapkan untuk terus melengkapi tata kelola serta seluruh ketentuan administrasi sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 50 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut.
"Kami mendukung upaya Pelindo dalam meningkatkan kapasitas dan produktivitas layanan kepelabuhanan. Sinergi antara regulator, operator, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan pelabuhan yang semakin efisien, aman, dan mampu mendukung kelancaran logistik nasional." ujar Heru.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang menjelaskan bahwa pengoperasian Terminal 2 Petikemas menjadi salah satu bagian dalam pengembangan konsep Pelindo Indonesia Network Pendulum (PINP), yaitu integrasi jaringan layanan peti kemas melalui pembentukan hingga 20 koridor pelayaran baru yang akan dikembangkan secara bertahap bersama perusahaan pelayaran, cargo owner, regulator, pemerintah daerah, dan pemilik depo peti kemas.
"Pembentukan koridor tersebut akan memperkuat skema pelabuhan hub and spoke, menciptakan keseimbangan arus muatan (cargo balancing), meningkatkan pemanfaatan kapasitas pelabuhan, serta upaya kontribusi pada penurunan biaya logistik nasional. Diharapkan pada tahap awal dapat terbentuk 7 koridor di semester IV 2026" jelas Farid.
Mengakhiri sambutannya, Direktur Utama Achmad Muchtasyar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung pengembangan hingga pengoperasian Terminal 2 Petikemas.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kolaborasi seluruh kementerian dan lembaga, regulator, mitra usaha, asosiasi, pelanggan, serta seluruh pemangku kepentingan. Sinergi yang telah terbangun menjadi fondasi penting dalam menghadirkan layanan kepelabuhanan yang semakin produktif, efisien, dan berdaya saing. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut untuk bersama-sama memajukan sektor logistik nasional," tutup Achmad. (rpi)
Load more