Desil 1-10 Jadi Penentu Beli Pertalite, Ini Arti, Perbedaan dan Cara Ceknya
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Istilah desil kini ramai diperbincangkan setelah pemerintah mengkaji pembatasan pembelian BBM bersubsidi Pertalite bagi masyarakat yang masuk desil 9 dan 10.
Desil selama ini lebih banyak dikenal dalam pembahasan bantuan sosial (bansos). Namun, pemerintah kini menggunakan pengelompokan tingkat kesejahteraan tersebut dalam pembahasan penyaluran subsidi energi.
Rencana tersebut membuat masyarakat perlu memahami apa sebenarnya arti desil, bagaimana perbedaan desil 1 hingga 10, serta bagaimana cara mengetahui posisi desil dalam data pemerintah.
Apa Itu Desil?
Desil merupakan pengelompokan penduduk atau rumah tangga berdasarkan tingkat kesejahteraan relatif. Masyarakat dibagi menjadi 10 kelompok, mulai dari desil 1 hingga desil 10.
Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi kesejahteraan relatif suatu rumah tangga. Sebaliknya, semakin tinggi angka desil, semakin tinggi pula tingkat kesejahteraannya dibandingkan kelompok lain dalam basis data.
Dengan kata lain, desil bukan jenis bantuan sosial dan bukan pula keputusan final yang otomatis menentukan seseorang berhak mendapatkan bansos atau tidak.
Desil digunakan pemerintah sebagai salah satu alat untuk memetakan kondisi sosial-ekonomi masyarakat dan membantu menentukan sasaran berbagai program pemerintah.
Dalam data sosial-ekonomi, pemeringkatan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai kondisi rumah tangga. Karena itu, dua keluarga yang berada dalam desil sama belum tentu memiliki kondisi kehidupan yang benar-benar identik.
Data desil juga bersifat dinamis. Posisi sebuah keluarga dapat berubah ketika data sosial-ekonomi diperbarui.
Kenapa Desil 9 dan 10 Dikaitkan dengan Pertalite?
Pembahasan mengenai desil kembali mencuat karena pemerintah sedang mematangkan rencana membatasi pembelian Pertalite untuk masyarakat desil 9 dan 10.
Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mengkaji mekanisme teknis kebijakan tersebut.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah membahas kemungkinan pembatasan subsidi Pertalite secara bertahap bagi kelompok dengan tingkat pengeluaran tinggi.
Salah satu mekanisme yang dikaji adalah sistem di SPBU yang dapat secara otomatis menolak transaksi Pertalite dari konsumen yang masuk desil 9 dan 10. Kelompok tersebut nantinya diarahkan menggunakan BBM nonsubsidi seperti Pertamax.
Alasan pemerintah mengkaji kebijakan ini berkaitan dengan ketepatan sasaran subsidi energi. Data Susenas yang digunakan pemerintah menunjukkan sekitar 79 persen BBM subsidi dinikmati rumah tangga desil 5 hingga 10.
Sementara itu, kelompok desil 9 dan 10 disebut mengonsumsi sekitar 23 persen volume Pertalite nasional.
Karena itu, pemerintah menilai pembatasan terhadap kelompok dengan tingkat pengeluaran tertinggi dapat menjadi salah satu cara mengurangi subsidi yang dinikmati masyarakat yang dinilai lebih mampu.
Ini Perbedaan Desil 1 sampai 10
Secara sederhana, desil menggambarkan posisi relatif rumah tangga dalam kelompok kesejahteraan. Berikut gambaran kategori pengeluaran per kapita yang digunakan dalam pembahasan tersebut:
-
Desil 1: di bawah Rp500 ribu per kapita per bulan.
-
Desil 2: Rp500 ribu-Rp700 ribu per kapita per bulan.
-
Desil 3: Rp700 ribu-Rp900 ribu per kapita per bulan.
-
Desil 4: Rp900 ribu-Rp1,2 juta per kapita per bulan.
-
Desil 5: Rp1,2 juta-Rp1,5 juta per kapita per bulan.
-
Desil 6: Rp1,5 juta-Rp1,8 juta per kapita per bulan.
-
Desil 7: Rp1,8 juta-Rp2,3 juta per kapita per bulan.
-
Desil 8: Rp2,3 juta-Rp3,5 juta per kapita per bulan.
-
Desil 9: Rp3,5 juta-Rp5 juta per kapita per bulan.
-
Desil 10: di atas Rp5 juta per kapita per bulan.
Namun, angka tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari pengelompokan kesejahteraan yang digunakan pemerintah. Desil bukan sekadar label berdasarkan satu angka pendapatan, karena pemeringkatan juga berkaitan dengan data sosial-ekonomi rumah tangga.
Apa Bedanya Desil 1, 2, 3 dan 4?
Desil 1 sampai 4 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif lebih rendah dan tingkat kerentanan yang cenderung lebih tinggi.
Desil 1 berada di posisi paling bawah. Kelompok ini umumnya menjadi prioritas dalam berbagai program perlindungan sosial.
Desil 2 masih berada dalam kelompok rentan, tetapi posisi kesejahteraannya relatif lebih tinggi dibandingkan desil 1.
Desil 3 juga termasuk kelompok rentan. Kondisi keluarga, jumlah tanggungan, serta keberadaan anggota keluarga seperti anak sekolah, lansia, ibu hamil, atau penyandang disabilitas dapat menjadi faktor dalam program tertentu.
Desil 4 masih termasuk kelompok yang kerap menjadi prioritas program bansos. Namun, berada di desil 4 tidak otomatis membuat seseorang menerima seluruh bantuan pemerintah.
Lalu, Apa Arti Desil 5?
Desil 5 berada di posisi menengah bawah. Kelompok ini sering menimbulkan pertanyaan karena kondisi ekonominya tidak selalu sepenuhnya stabil.
Keluarga desil 5 masih dapat menghadapi tekanan ekonomi, terutama jika memiliki banyak tanggungan atau mengalami perubahan pendapatan.
Namun, desil 5 tidak otomatis menjadi penerima seluruh bansos. Kelayakan tetap bergantung pada kriteria program, kuota, validasi, serta penetapan penerima.
Bagaimana dengan Desil 6 sampai 10?
Desil 6 hingga 10 berada pada tingkat kesejahteraan relatif yang lebih tinggi. Karena itu, kelompok tersebut umumnya bukan prioritas utama program bansos berbasis kemiskinan.
Meski demikian, desil tinggi tidak berarti seseorang otomatis dilarang menerima seluruh bantuan pemerintah. Program dengan kriteria khusus dapat memiliki aturan berbeda.
Hal yang sama berlaku untuk desil 8. Masuk desil 8 tidak otomatis berarti sebuah keluarga tergolong kaya secara absolut.
Sementara itu, desil 9 dan 10 kini menjadi perhatian khusus karena dikaitkan dengan rencana pembatasan subsidi Pertalite.
Apa Manfaat Mengetahui Desil?
Mengetahui posisi desil dapat membantu masyarakat memahami bagaimana kondisi rumah tangganya tercatat dalam basis data sosial-ekonomi pemerintah.
Informasi tersebut juga dapat menjadi acuan awal untuk mengetahui kemungkinan seseorang masuk dalam sasaran program perlindungan sosial tertentu.
Namun, masyarakat tidak seharusnya menganggap angka desil sebagai jaminan mendapatkan atau kehilangan bantuan. Setiap program memiliki ketentuan, kuota, dan proses verifikasi masing-masing.
Dalam konteks kebijakan Pertalite, informasi desil juga menjadi penting karena pemerintah sedang mengkaji penggunaan data tersebut untuk menentukan kelompok yang dapat mengakses subsidi BBM.
Bagaimana Cara Cek Desil?
Masyarakat dapat melakukan pengecekan melalui kanal resmi pemerintah, termasuk layanan Cek Bansos Kementerian Sosial.
Pengecekan dapat dilakukan dengan memasukkan NIK sesuai KTP pada layanan resmi yang tersedia. Informasi yang muncul bergantung pada data yang tercatat dalam sistem.
Selain secara daring, masyarakat dapat meminta bantuan pengecekan melalui desa atau kelurahan dengan membawa dokumen kependudukan seperti KTP dan KK.
Jika data dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya, masyarakat dapat mengajukan pembaruan data melalui mekanisme resmi yang tersedia.
Kenapa Desil Bisa Berubah?
Desil bukan data yang bersifat permanen. Posisi sebuah keluarga dapat berubah setelah pemutakhiran data.
Perubahan pekerjaan, pendapatan, jumlah anggota keluarga, kepemilikan aset, kondisi tempat tinggal, alamat, hingga perubahan data kependudukan dapat memengaruhi posisi tersebut.
Karena desil merupakan peringkat relatif, perubahan juga dapat terjadi ketika kondisi keluarga lain dalam basis data berubah.
Karena itu, masyarakat yang merasa posisi desilnya tidak sesuai sebaiknya mengajukan pembaruan melalui kanal resmi, bukan menggunakan jasa pihak yang menjanjikan dapat menaikkan atau menurunkan desil secara instan. (nsp)
Load more