Purbaya Temukan Banyak Masalah dalam Keuangan MBG di Daerah, BGN Diminta Segera Benahi
- Antara
"Saya belum ketemu Ketua BGN. Dia masih konsolidasi, begitu sudah selesai konsolidasi, saya datang ke sana," ujarnya.
Dengan demikian, belum terdapat keputusan final mengenai efisiensi anggaran MBG. Pembahasan mengenai anggaran akan dilakukan setelah proses konsolidasi di BGN selesai.
Pengawasan Keuangan SPPG Diperketat
Pemanfaatan Kanwil Ditjen Perbendaharaan untuk mengawasi pertanggungjawaban keuangan SPPG sebelumnya dilakukan atas permintaan Kepala BGN Nanik S Deyang.
Permintaan tersebut disampaikan dalam pertemuan Nanik dengan Purbaya pada 25 Juni 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan anggaran SPPG di daerah.
Selain Kanwil Ditjen Perbendaharaan, pengawasan juga melibatkan perangkat Kementerian Keuangan lainnya di tingkat kabupaten dan kota, termasuk Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
Dengan melibatkan jajaran Kementerian Keuangan di daerah, pengawasan terhadap pertanggungjawaban keuangan SPPG diharapkan dapat dilakukan secara lebih terstruktur.
Purbaya sebelumnya menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan oleh BGN. Kementerian Keuangan juga ikut terlibat untuk memastikan pengelolaan anggaran SPPG dapat diawasi dari sisi yang berbeda.
"Jadi pengawasannya akan lebih terstruktur dan yang awasi bukan BGN sendiri, tetapi di tempat saya juga. Kita nggak akan kongkalikong. Kalau yang awasi BGN sendiri kan ada vested interest (kepentingan pribadi)," kata Purbaya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2026).
Kini, temuan mengenai sejumlah kekurangan dalam pertanggungjawaban keuangan MBG di daerah akan dilaporkan kepada BGN. Hasil pengawasan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan aturan serta mekanisme pengelolaan keuangan program MBG.
Sementara pembahasan mengenai efisiensi anggaran MBG masih menunggu konsolidasi BGN dan pertemuan antara Purbaya dengan Kepala BGN Sudaryono.
Load more