Investasi RI Tembus Rp1.931 Triliun, Serap 2,7 Juta Tenaga Kerja di Tengah Ketidakpastian Global
- TVR Parlemen
Jakarta, tvOnenews.com – Investasi di Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipengaruhi konflik geopolitik, perang dagang, hingga gangguan rantai pasok dunia.
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan realisasi investasi Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp1.931 triliun. Nilai tersebut disebut turut menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Menurut Prabowo, pertumbuhan investasi tersebut menunjukkan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia tetap terjaga meskipun kondisi global menghadapi berbagai tekanan.
Investasi Tembus Rp1.931 Triliun Sepanjang 2025
Prabowo mengatakan Indonesia harus semakin mampu berdiri di atas kaki sendiri ketika dunia menghadapi berbagai ketidakpastian. Namun, di tengah kondisi tersebut, investasi di dalam negeri tetap mengalami pertumbuhan.
“Alhamdulillah, karena kerja keras kita, karena kepercayaan rakyat kepada Pemerintah, di tengah ketidakpastian global, investasi tetap tumbuh,” kata Prabowo.
Sepanjang 2025, realisasi investasi Indonesia mencapai Rp1.931 triliun. Investasi tersebut juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja dengan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.
Capaian tersebut kemudian berlanjut pada tahun 2026. Pada semester pertama 2026, realisasi investasi telah mencapai Rp1.010 triliun.
Dalam periode yang sama, investasi tersebut disebut menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.
Angka tersebut menunjukkan investasi tidak hanya dilihat dari nilai modal yang masuk, tetapi juga dari kemampuan kegiatan investasi dalam membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,45 Persen
Selain mencatat pertumbuhan investasi, Prabowo juga menyampaikan perkembangan ekonomi nasional sepanjang awal 2026.
Ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 tumbuh 5,61 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada semester pertama 2026 mencapai 5,45 persen.
Menurut Prabowo, angka tersebut menjadi pertumbuhan kuartal pertama dan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
Pertumbuhan ekonomi dan realisasi investasi tersebut menjadi salah satu capaian yang disampaikan pemerintah di tengah kondisi perekonomian global yang masih menghadapi tekanan.
Namun, Prabowo menegaskan bahwa tingginya pertumbuhan ekonomi dan investasi bukanlah tujuan akhir dari pembangunan nasional.
Prabowo: Investasi Harus Ciptakan Lapangan Kerja
Prabowo menekankan bahwa investasi harus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Karena itu, pemerintah tidak hanya melihat besarnya nilai investasi, tetapi juga dampaknya terhadap kehidupan rakyat.
Menurutnya, setiap investasi yang masuk harus mampu menciptakan pekerjaan. Kebijakan pemerintah juga harus diarahkan untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat.
“Tetapi saya tegaskan: pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan rakyat,” ujar Prabowo.
Ia kemudian menegaskan orientasi pemerintah dalam mengelola pertumbuhan ekonomi dan investasi.
“Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan. Setiap kebijakan harus memperbaiki kehidupan rakyat. Itulah orientasi Pemerintah yang saya pimpin,” lanjutnya.
Investasi Didorong untuk Hilirisasi dan Industrialisasi
Dalam pidatonya, Prabowo juga mengungkapkan pemerintah mendorong pemanfaatan keuntungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mempercepat hilirisasi.
Melalui Danantara, pemerintah disebut telah melakukan groundbreaking 13 proyek hilirisasi pada 6 Februari 2026 dan 13 proyek hilirisasi lainnya pada 29 April 2026.
Proyek tersebut mencakup pengolahan batu bara menjadi DME, hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, serta pengolahan atau smelter alumina menjadi aluminium.
Menurut Prabowo, berbagai proyek tersebut menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja baru. Pemerintah juga mulai menjalankan proyek waste to energy sebagai bagian dari pengembangan industri.
Selain mendorong hilirisasi, pemerintah juga menggunakan keuntungan BUMN untuk melakukan investasi melalui pembelian perusahaan-perusahaan terbaik dunia. Langkah tersebut ditujukan untuk memperoleh teknologi, manajemen, dan akses pasar yang dapat membantu Indonesia masuk lebih jauh ke dalam rantai pasok dunia.
Diplomasi Ekonomi Buka Pasar dan Tarik Investasi
Pertumbuhan investasi juga tidak terlepas dari hubungan ekonomi Indonesia dengan berbagai negara. Prabowo mengatakan Indonesia terus memperkuat kerja sama dengan berbagai kawasan dan negara, termasuk ASEAN, BRICS, Uni Eropa, Amerika Serikat, China, Jepang, India, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, dan kawasan Pasifik.
Menurutnya, prinsip politik luar negeri Indonesia juga diarahkan untuk membuka pasar bagi produk Indonesia, membawa investasi dan teknologi, serta menciptakan pekerjaan bagi masyarakat.
“Persahabatan kita harus membuka pasar bagi produk Indonesia, membawa investasi dan teknologi, dan menciptakan pekerjaan bagi rakyat Indonesia,” kata Prabowo.
Dari sisi perdagangan, pemerintah mencatat 25 perjanjian dagang telah terimplementasi. Lima di antaranya merupakan perjanjian dagang baru yang diimplementasikan dalam satu tahun terakhir.
Selain itu, terdapat dua perjanjian dagang yang masih dalam proses ratifikasi, 13 perjanjian dalam proses perundingan, serta dua perjanjian yang menunggu jadwal penandatanganan.
Capaian investasi dan perdagangan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian global sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Load more