Solusi Mandiri dari Bantul: Cara TPS 3R GO-SARI Atasi Masalah Sampah dari Sumbernya
- Istimewa
Pada 2026, pengelolaan TPS 3R GO-SARI diperkuat dengan pemanfaatan energi bersih melalui PLTS berkapasitas 6,6 kWp dengan baterai 10 kWh.
Energi yang dihasilkan dimanfaatkan untuk mendukung operasional berbagai peralatan pengolahan sampah.
Local Hero Program DEB GO-SARI Rehabcycle sekaligus pengelola TPS 3R GO-SARI, Hendry, mengatakan pemanfaatan PLTS mampu mengurangi biaya listrik operasional hingga sekitar 60 persen.
Biaya listrik yang sebelumnya mencapai Rp3,5 juta–Rp4 juta per bulan kini menjadi sekitar Rp1,5 juta–Rp2 juta per bulan.
“Dengan dibantu PLTS, kebutuhan listrik kami bisa dihemat sampai sekitar 60 persen. Teman-teman juga tetap bisa bekerja ketika terjadi pemadaman listrik,” ujar Hendry.
Manfaat ekonomi GO-SARI juga dirasakan langsung para pekerja. Ardian Sajidanto, yang telah bekerja hampir 2,5 tahun di TPS 3R GO-SARI, mengatakan pekerjaan tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan bagi keluarganya.
“Dari segi pendapatan, Alhamdulillah bisa membantu ekonomi saya dan keluarga. Bisa untuk membeli susu anak juga,” ujar Ardian.
Manfaat program terus diperluas. Pengolahan sampah turut melibatkan kelompok lansia serta warga binaan Rutan Kelas IIB Bantul dalam pengolahan plastik menjadi eco furniture.
Layanan GO-SARI juga diperkuat melalui aplikasi Gosari Lestari yang mendukung pembayaran layanan persampahan, tabungan sampah anorganik, hingga pemasaran produk hasil pengolahan.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut, pada 12 Agustus 2026 Pertamina menyerahkan secara simbolis dukungan PLTS Program Desa Energi Berdikari serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja TPS 3R GO-SARI.
Pada kesempatan yang sama, sebanyak 771 paket sembako disalurkan kepada masyarakat prasejahtera di sekitar wilayah program.
Dari persoalan sampah, masyarakat Guwosari kini membangun kegiatan produktif yang memberikan manfaat berlapis.
Sampah yang berakhir di pembuangan dapat ditekan, lapangan kerja terbuka, sumber penghasilan tumbuh, sementara energi bersih membantu membuat kegiatan pengolahan semakin efisien.
“Harapannya mereka bisa mandiri, bisa berdikari, dan tanpa pembimbingan kita mereka juga bisa melanjutkan dan meningkatkan lagi pendapatan yang dihasilkan,” kata Taufik. (dpi)
Load more