Ritel Indonesia Hadapi Perubahan Besar, Strategi Lama Mulai Ditinggalkan
- tvOnenews/Sumiyati.
Jakarta, tvOnenews.com - Industri ritel Indonesia tengah mengalami perubahan model bisnis. Pusat perbelanjaan yang sebelumnya bertumpu pada aktivitas transaksi kini dituntut menghadirkan pengalaman yang membuat konsumen mau datang, berinteraksi, dan kembali lagi.
Perubahan tersebut terlihat dari semakin kuatnya konsep lifestyle destination di pusat perbelanjaan. Konsumen tidak lagi hanya datang untuk membeli kebutuhan, tetapi juga mencari ruang untuk bersosialisasi, menikmati hiburan, mengikuti kegiatan komunitas, hingga mendapatkan layanan yang terhubung dengan kanal digital.
Riset pasar juga menunjukkan arah serupa. CBRE mencatat pasar ritel Jakarta pada 2026 mengalami pergeseran dari model berbasis transaksi menuju ekosistem yang berorientasi pada pengalaman. Segmen gaya hidup seperti makanan dan minuman, fesyen, olahraga, dan rekreasi diproyeksikan menjadi salah satu penggerak permintaan ruang ritel.
Di tengah perubahan tersebut, sejumlah pemain ritel mulai menata kembali struktur bisnisnya. Salah satunya PT Star Maju Sentosa yang memperkenalkan Joysparks Group sebagai identitas korporat baru untuk menaungi sejumlah lini usahanya.
Langkah tersebut menarik karena perusahaan yang sebelumnya dikenal melalui Star Department Store dan Happy Harvest Supermarket kini mencoba menempatkan bisnis-bisnis tersebut dalam satu ekosistem. Joysparks Group juga akan menaungi Lintas Bookstore yang dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir 2026.
Finance Director Joysparks Group Deddy Wongso mengatakan perubahan tersebut tidak terlepas dari perkembangan bisnis perusahaan yang kini memiliki lebih dari satu lini usaha.
“Joysparks Group lahir dari perjalanan perusahaan yang terus berkembang. Hari ini kami tidak lagi hanya mengelola satu atau dua brand, tetapi membangun sebuah ekosistem ritel yang saling melengkapi. Karena itu, kami membutuhkan identitas yang dapat menyatukan seluruh portofolio bisnis di bawah satu payung, sekaligus mencerminkan arah perusahaan ke depan. Kami berharap Joysparks Group dapat menjadi fondasi untuk terus tumbuh bersama pelanggan, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Deddy Wongso saat konferensi pers di Serpong, Tangerang, Selasa (18/8/2026).
Perubahan strategi seperti ini muncul ketika persaingan ritel semakin kompleks. Konsumen memiliki lebih banyak pilihan melalui e-commerce, sementara pusat perbelanjaan harus memberikan alasan tambahan agar masyarakat tetap datang secara fisik.
Laporan Kementerian Keuangan mengenai sektor ritel juga mencatat bahwa peritel perlu beradaptasi dengan perubahan preferensi konsumen yang berlangsung cepat, termasuk kebutuhan terhadap kualitas produk dan strategi omnichannel. Di sisi lain, pusat ritel juga semakin banyak mengembangkan konsep gaya hidup dan ruang terbuka untuk menangkap minat konsumen muda.
Dalam konteks tersebut, penggabungan sejumlah lini bisnis di bawah satu payung korporasi dapat dilihat sebagai upaya memperluas sumber pertumbuhan, bukan semata perubahan nama perusahaan.
Star Department Store menjadi bisnis yang telah dijalankan PT Star Maju Sentosa sejak 2007. Jaringan department store tersebut saat ini beroperasi di Summarecon Mall Serpong, Summarecon Mall Bekasi, dan Summarecon Mall Bandung dengan total area sekitar 30.000 meter persegi.
Kemudian ada Happy Harvest Supermarket yang mulai beroperasi pada Januari 2024. Bisnis ini bergerak di sektor supermarket dan telah memiliki empat lokasi, yakni di Summarecon Mall Serpong, Summarecon Mall Bekasi, Summarecon Mall Bandung, dan Summarecon Bogor.
Sementara itu, Lintas Bookstore menjadi bagian baru dari portofolio perusahaan. Gerai pertamanya direncanakan dibuka di Summarecon Mall Kelapa Gading pada akhir 2026, kemudian disusul gerai kedua di The Hood, Summarecon Serpong, pada kuartal pertama 2027. (cmi)
Load more