INDEF Dorong Produk Sawit Indonesia Tembus Pasar Ekspor
- istimewa
Eisha meyakini pelaku UMKM berbasis kelapa sawit memiliki peluang untuk memenuhi standar dan kualifikasi pasar global tersebut.
Apalagi jika berkaca kepada keberhasilan program hilirisasi sawit yang sukses meningkatkan nilai tambah (added value) produk secara signifikan.
Secara umum hilirisasi sawit dapat meningkatkan nilai ekonomi produk antara tiga hingga 10 kali lipat. Bahkan, nilai tambah untuk produk bernilai tinggi seperti vitamin E dan oleokimia tertentu dapat mencapai lebih dari 30 kali lipat.
Meski demikian, ia mengharapkan pemerintah tetap memberi pendampingan dan dukungan kepada UMKM yang beriorientasi ekspor.
Dukungan tersebut dapat mencakup penguatan kapasitas keuangan, pemberian insentif, hingga bantuan teknis (technical assistance) untuk mendorong produktivitas dan menurunkan biaya produksi.
“Tantangan menjadi eksportir cukup besar bagi UMKM. Terlebih, untuk menembus pasar global yang mana memiliki barrier cukup besar di tengah keterbatasan kapasitas finansial dan produksi dari UMKM,” ujarnya.
Selama ini pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus mendorong pengembangan UMKM berbasis kelapa sawit yang berorientasi ekspor.
Hal tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat industri sawit nasional sekaligus mendorong pengembangan industri yang berkelanjutan.
Eisha menambahkan, pemerintah dapat memperkuat dukungan kepada UMKM berorientasi ekspor melalui pemetaan pasar potensial, pencarian calon pembeli (potential buyer), serta memfasilitasi business matching antara pelaku UMKM dengan mitra usaha di pasar global.
“Perwakilan Indonesia di luar negeri, atase perdagangan, dan ITPC perlu lebih aktif melakukan pemetaan potensi pasar bagi UMKM ekspor,” pungkasnya. (muu)
Load more