Cerita Astuti Bangun Usaha hingga Pimpin Bank Sampah, Tak Ingin Jamur Terbuang
- PNM
“Pembiayaan memberikan kesempatan bagi nasabah untuk memulai dan mengembangkan usahanya. Tetapi pemberdayaanlah yang membantu mereka menemukan cara untuk naik kelas. Ketika keduanya berjalan bersama, modal tidak berhenti menjadi pinjaman, tetapi dapat berubah menjadi produk yang lebih bernilai, usaha yang lebih kuat, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Kindaris.
Perjalanan Astuti menunjukkan bagaimana dampak sebuah usaha dapat berkembang melampaui urusan jual beli. Ketika usahanya semakin tumbuh, kepercayaan dirinya pun ikut berkembang. Ia kemudian dipercaya memegang peran sebagai Ketua Klasterisasi Bank Sampah di Kampung Madani, Waru, Penajam.
Peran tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan Astuti. Jika sebelumnya ia sibuk memastikan jamur hasil panen tidak terbuang, kini ia ikut mengajak masyarakat di lingkungannya untuk melihat barang yang dianggap tidak bernilai menjadi sesuatu yang dapat memberikan manfaat.
Dari seorang ibu rumah tangga yang berusaha menyelamatkan sisa panen, Astuti kini menjadi penggerak kepedulian lingkungan di kampungnya. Perubahan itu memperlihatkan bahwa pemberdayaan ekonomi dapat melahirkan dampak yang lebih luas ketika penerimanya memiliki kesempatan untuk tumbuh dan kemudian memberi manfaat kembali kepada lingkungan sekitar.
Kisah Astuti menjadi gambaran bahwa perjalanan usaha ultra mikro tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, ia berawal dari dapur kecil, hasil panen yang tidak laku, dan keberanian untuk mencoba satu cara baru. (rpi)
Load more