News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Marketing Makin Canggih, tapi Belum Tentu Bikin Penjualan Naik, Kok Bisa?

Marketing makin mengandalkan digital, data, dan AI, tetapi investasi besar belum tentu menaikkan penjualan. Ini tantangan baru bagi CMO.
Minggu, 6 September 2026 - 21:58 WIB
Ilustrasi kegiatan jual beli barang saat melakukan transaksi uang mirip riba
Sumber :
  • Istockphoto

Jakarta, tvOnenews.com - Besarnya anggaran marketing belum tentu menjamin pertumbuhan bisnis. Di tengah semakin masifnya penggunaan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), perusahaan justru menghadapi tuntutan baru agar setiap rupiah yang dikeluarkan untuk pemasaran dapat dibuktikan dampaknya terhadap omzet.

Riset Warta Ekonomi terhadap 114 perusahaan menunjukkan tantangan tersebut masih cukup besar. Sebanyak 94,74% perusahaan yang dinilai telah melakukan ekspansi maupun inovasi dan mendapatkan pengakuan eksternal atas kekuatan mereknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, 96,49% perusahaan tercatat aktif menjalankan kampanye pemasaran dalam satu tahun terakhir. Sebanyak 86,84% juga telah memanfaatkan teknologi digital, data, dan/atau AI untuk memperkuat pengalaman pelanggan.

Namun, tingginya adopsi teknologi belum otomatis menghasilkan pengembalian investasi yang tinggi.

Sebanyak 61,11% perusahaan tercatat memiliki ROI marketing di bawah 10%. Di sisi lain, 61,54% perusahaan yang memiliki data pertumbuhan pendapatan yang dapat diverifikasi tercatat tumbuh di atas median 7,4%.

Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan marketing saat ini bukan lagi sekadar soal seberapa besar anggaran yang dikeluarkan, tetapi seberapa besar pertumbuhan tambahan yang dihasilkan dari investasi tersebut.

AI Tak Otomatis Bikin Penjualan Naik

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Kamdani mengatakan besarnya investasi marketing dan teknologi tidak otomatis membuat perusahaan lebih mudah menciptakan pertumbuhan.

“Bukan hanya how much are we investing, but how much incremental growth every investment creates,” ujar Shinta.

Menurutnya, CMO harus mampu membaca sinyal pasar, menerjemahkan data menjadi insight, mengalokasikan sumber daya, hingga menghubungkan aktivitas marketing dengan hasil bisnis.

Karena itu, keputusan mengenai segmentasi pelanggan, pemilihan kanal, alokasi media, pembangunan merek hingga portofolio produk perlu dilihat sebagai keputusan untuk mengalokasikan growth capital, bukan sekadar aktivitas pemasaran.

Shinta juga mengingatkan perusahaan agar tidak menjadikan AI sebagai strategi utama.

“AI bukan strategi, decision advantage adalah strateginya. AI hanyalah enabler untuk meningkatkan speed of insight, precision of targeting, prediction capability, personalization, dan decision velocity,” katanya.

Shinta menyebut sekitar 70% perusahaan menempatkan AI sebagai prioritas penting dengan rata-rata 15% anggaran marketing dialokasikan untuk teknologi tersebut. Namun, baru sekitar 30% organisasi yang dinilai benar-benar siap menggunakannya secara optimal.

Sekitar 70% proses juga dinilai belum cukup matang untuk diperluas, sementara 38% perusahaan masih menghadapi kesenjangan talenta dan keahlian.

Artinya, tantangan perusahaan bukan lagi sekadar memiliki AI, tetapi bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk menghasilkan keputusan yang lebih tepat dan cepat.

Teknologi Harus Menghasilkan Customer Preference

Menurut Shinta, teknologi dan data baru memberikan nilai ketika mampu menciptakan relevansi bagi pelanggan.

Perusahaan perlu memperpendek jarak antara informasi yang dimiliki mengenai pelanggan dengan tindakan yang diberikan kepada mereka. Data dan personalisasi yang tepat dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, mendorong pendapatan, sekaligus menekan biaya layanan.

Pengalaman tersebut juga harus konsisten di berbagai kanal. Pelanggan tidak melihat perusahaan berdasarkan kanal yang terpisah, melainkan sebagai satu kesatuan pengalaman.

“Loyalty is built across journey,” ujarnya.

Karena itu, customer preference perlu diterjemahkan menjadi customer loyalty yang pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan bisnis.

Anggaran Marketing Jadi Growth Capital

Shinta menilai pengukuran marketing juga tidak cukup berhenti pada evaluasi kampanye.

Hasil pengukuran harus menjadi dasar untuk menentukan investasi berikutnya melalui proses investasi, pengukuran, pembelajaran, optimalisasi, dan realokasi.

“Anggaran pemasaran harus diberlakukan sebagai growth capital yang terus dioptimalkan,” kata Shinta.

Ia merangkum pertumbuhan berkelanjutan dalam tiga hal, yakni Decision Advantage, Customer Preference, dan Capital Accountability.

Sementara itu, CEO Warta Ekonomi Muhamad Ihsan mengatakan perubahan tersebut membuat posisi CMO semakin strategis. CMO tidak lagi hanya bertanggung jawab terhadap merek dan kampanye, tetapi juga harus menghubungkan marketing dengan teknologi, data, inovasi, kebutuhan pelanggan dan pertumbuhan bisnis.

“Tantangan bagi pemimpin pemasaran adalah bagaimana seluruh elemen tersebut dapat terhubung secara lebih kuat dengan penciptaan nilai dan pertumbuhan bisnis yang terukur,” ujar Ihsan.

23 Perusahaan Raih Penghargaan

Pembahasan mengenai perubahan peran CMO tersebut menjadi bagian dari Indonesia Best CMO Awards 2026 yang digelar Warta Ekonomi dengan tema “Accelerating Business Growth through Intelligent Marketing and Digital Innovation”.

Sebanyak 23 perusahaan dari berbagai sektor menerima penghargaan atas strategi dan kinerja pemasarannya.

Penerima penghargaan tersebut berasal dari sektor industri kimia, asuransi, minyak dan gas, otomotif, properti, perbankan, multifinance, consumer goods, logistik, jasa keuangan, hingga farmasi.

Beberapa perusahaan yang menerima penghargaan antara lain PT Petrokimia Gresik, Great Eastern General Insurance Indonesia, Asuransi Kredit Indonesia, Tugu Insurance, Prudential Life Assurance, PGN, Wuling Motors, Perumnas, Bank Jakarta, Bank CIMB Niaga, Mandiri Tunas Finance, Ajinomoto Indonesia, JNE, Kimia Farma, dan Phapros.

Penghargaan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa peran pemimpin marketing kini semakin dekat dengan agenda pertumbuhan bisnis. Namun, tantangan utamanya tetap sama: memastikan teknologi, data, dan anggaran yang dikeluarkan benar-benar menghasilkan pertumbuhan yang terukur.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Soal KMP Batumandi, Kesiapsiagaan Krisis dan Investigasi Jadi Kunci Perbaikan

Soal KMP Batumandi, Kesiapsiagaan Krisis dan Investigasi Jadi Kunci Perbaikan

Sebanyak 420 penumpang dan 40 awak KMP Batumandi berhasil dievakuasi. Kesiapsiagaan penanganan darurat diapresiasi, sementara investigasi tetap diperlukan.
Apakah Karyawan Kontrak Bisa Dapat BSU 2026 Rp900 Ribu? Ini Syarat yang Perlu Diketahui

Apakah Karyawan Kontrak Bisa Dapat BSU 2026 Rp900 Ribu? Ini Syarat yang Perlu Diketahui

Apakah karyawan kontrak bisa mendapat BSU 2026 Rp900 ribu? Simak syarat penerima, cara cek status, dan informasi terbaru dari Kemnaker.
Bungkam Persib di Menit Akhir, Pelatih Madura United Apresiasi Daya Juang Laskar Sapi Kerrab

Bungkam Persib di Menit Akhir, Pelatih Madura United Apresiasi Daya Juang Laskar Sapi Kerrab

Madura United berhasil meraih kemenangan penting saat menjamu Persib Bandung pada pekan keenam Super League 2026-2027.
Pria Tak Sengaja Tekan Tombol SOS KRL Bogor-Jakarta Kota, KAI Minta Maaf Jika Buat Penumpang Panik

Pria Tak Sengaja Tekan Tombol SOS KRL Bogor-Jakarta Kota, KAI Minta Maaf Jika Buat Penumpang Panik

Peristiwa pria tak sengaja menekan tombol SOS atau tombol darurat di KRL rute Bogor-Jakarta Kota viral di media sosial. Petugas pun memastikan tidak terjadi keadaan darurat atas alarm SOS yang menyala.
McLaren Upgrade Mobil Jelang GP Amerika Serikat Demi Salip Red Bull

McLaren Upgrade Mobil Jelang GP Amerika Serikat Demi Salip Red Bull

McLaren masih menempati posisi ketiga klasemen konstruktor Formula 1 dengan enam seri tersisa. 
4 Pernyataan Tegas MUI soal Rencana Konser Andrea Bocelli di Indonesia

4 Pernyataan Tegas MUI soal Rencana Konser Andrea Bocelli di Indonesia

MUI membuka ruang dialog soal konser Andrea Bocelli. Ini bagian dari upaya tabayun agar persoalan dapat dibahas secara terbuka dan menghasilkan pemahaman utuh.

Trending

Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Cek jadwal KRL hari ini 23 Oktober 2026 rute Bogor-Jakarta Kota sebelum berangkat. Perlu dicatat, jadwal KRL bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan operasional.
Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Pemilik Kanchanaburi FC menegaskan dukungannya kepada Park Hang-seo di tengah kontroversi akibat kritik keras terhadap wasit Thailand. Ia memastikan posisi.
Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Eks anggota TNI berinisial MF (49) luka-luka usai dibacok tetangganya, akibat masalah renovasi rumah di Perumahan JGC, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
Bukan Megatron, Megawati Hangestri Lagi-lagi Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Bukan Megatron, Megawati Hangestri Lagi-lagi Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Megawati Hangestri kembali mendapat julukan baru dari media Korea setelah mencetak 29 poin bersama Hyundai Hillstate di KOVO Cup 2026.
Viral Penumpang KRL Tak Sengaja Tekan Tombol SOS, Gerbong Mendadak Panik!

Viral Penumpang KRL Tak Sengaja Tekan Tombol SOS, Gerbong Mendadak Panik!

Video penumpang KRL rute Bogor–Jakarta viral setelah tombol SOS tak sengaja tertekan. Simak penjelasan KAI Commuter, fungsi tombol darurat, dan cara menggunakannya.
Kisah Mualaf Christian Rontini, Pemain yang Mengenal Islam di Indonesia dan Kagumi Sosok Legenda Timnas

Kisah Mualaf Christian Rontini, Pemain yang Mengenal Islam di Indonesia dan Kagumi Sosok Legenda Timnas

Masih ingatkah anda dengan pemain bola, Christian Rontini? berikut kisah inspiratif dan perjalanan spiritualnya selama di i Indonesia.
Berpeluang Rebut Puncak Klasemen di Phillip Island, Marc Marquez Pilih Santai Hadapi MotoGP Australia 2026

Berpeluang Rebut Puncak Klasemen di Phillip Island, Marc Marquez Pilih Santai Hadapi MotoGP Australia 2026

Juara bertahan musim ini, Marc Marquez memutuskan untuk menghadapi MotoGP Australia akhir pekan ini dengan santai dan tanpa beban.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT