News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rupiah Tertekan 7 Hari Beruntun, Industri Mulai Waspadai Lonjakan Biaya Impor

Rupiah melemah tujuh sesi beruntun ke Rp17.758 per dolar AS. Industri manufaktur, tekstil, dan farmasi mulai menghadapi tekanan biaya impor.
Minggu, 20 September 2026 - 14:35 WIB
Mata uang Rupiah dan Dolar AS
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Jakarta, tvOnenews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Jumat, 18 September 2026. Rupiah ditutup turun 0,03 persen atau lima poin ke level Rp17.758 per dolar AS dari posisi perdagangan sebelumnya Rp17.753 per dolar AS.

Pelemahan tersebut memperpanjang tren negatif rupiah menjadi tujuh sesi perdagangan berturut-turut. Dalam sepekan, mata uang Garuda tercatat terkoreksi 0,83 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), rupiah berada di level Rp17.745 per dolar AS. Posisi tersebut menguat tipis dibandingkan hari sebelumnya, tetapi secara mingguan masih melemah 0,76 persen.

Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah penguatan dolar AS setelah Federal Reserve atau The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Pada 16 September 2026, The Fed menaikkan suku bunga ke kisaran 3,75-4,00 persen. 

Kenaikan suku bunga AS turut mendorong indeks dolar ke level 100. Kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap mayoritas mata uang kawasan Asia.

Mata Uang Asia Ikut Tertekan

Penguatan dolar AS tidak hanya berdampak terhadap rupiah. Sejumlah mata uang Asia juga mengalami tekanan, termasuk won Korea Selatan dan yen Jepang.

Di tengah tekanan tersebut, yuan China bergerak berbeda. Mata uang Negeri Tirai Bambu tersebut justru menguat hingga menembus level CNY 6,69 per dolar AS.

Pergerakan mata uang kawasan menjadi perhatian karena kebijakan moneter AS dan harga komoditas energi global turut memengaruhi arus modal serta sentimen pasar.

Di dalam negeri, tingginya harga minyak dunia juga menjadi salah satu faktor yang membayangi pergerakan rupiah. Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan risiko harga minyak masih menjadi perhatian pasar karena berada di atas asumsi dalam APBN.

“Penguatan obligasi pemerintah masih dibayangi risiko harga minyak yang masih di level tinggi di atas asumsi APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara),” ujar Rully.

Rully juga melihat ekspektasi terhadap berlanjutnya kebijakan pengetatan moneter AS hingga akhir tahun semakin kuat. Pelaku pasar bahkan memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober sudah berada di atas 50 persen.

Industri Manufaktur Hadapi Tekanan Bahan Baku Impor

Pelemahan rupiah mulai menjadi perhatian sektor riil, khususnya industri yang masih bergantung pada bahan baku impor.

Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti menilai depresiasi rupiah memberikan tekanan langsung terhadap industri manufaktur nasional. Ketergantungan terhadap bahan baku impor membuat biaya produksi meningkat ketika nilai tukar rupiah melemah.

Di sisi lain, pelaku usaha menghadapi keterbatasan untuk menaikkan harga jual karena daya beli masyarakat masih rendah.

“Pelaku usaha sulit menaikkan harga jual produk di tengah rendahnya daya beli masyarakat, sehingga margin keuntungan tertekan,” kata Esther, Kamis, 17 September 2026.

Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu panjang, perusahaan berpotensi mengambil langkah efisiensi operasional.

“Penurunan kinerja keuangan berpotensi memicu perusahaan untuk menahan rekrutmen baru atau melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) demi kelangsungan usaha,” tegasnya.

Industri Tekstil Menunggu Arah Rupiah

Tekanan nilai tukar juga dirasakan industri tekstil. Selain menghadapi kenaikan harga bahan baku impor seperti polyester, industri tersebut juga berhadapan dengan pelemahan permintaan ekspor.

Ketidakpastian ekonomi global juga membuat konsumen di luar negeri cenderung menahan belanja. Kondisi itu berpotensi semakin menekan permintaan ekspor produk tekstil.

Pelaku usaha tekstil kini masih memantau perkembangan nilai tukar sebelum menentukan volume produksi berikutnya..

China Soroti Stabilitas Yuan

Di tingkat regional, People's Bank of China (PBOC) menegaskan bahwa pergerakan mata uang tidak akan dimanfaatkan semata-mata untuk memperoleh keuntungan perdagangan.

Wakil Gubernur PBOC Lu Lei mengatakan China berkomitmen menjaga penetapan nilai tukar secara rasional dan tidak menjadikan depresiasi mata uang sebagai strategi untuk memperoleh keuntungan kompetitif perdagangan.

“China tidak membutuhkan dan tidak memiliki niat untuk memperoleh keuntungan kompetitif perdagangan melalui depresiasi mata uang,” ujar Lu.

Sementara itu, Kepala Ekonom Huafu Securities Guan Tao mengingatkan pelaku pasar agar menyikapi pergerakan yuan secara proporsional.

“Penguatan dan pelemahan yuan masing-masing memiliki manfaat dan kerugian. Jangan memberikan penilaian berlebihan terhadap arah pergerakannya,” ujar Guan.

Pasar domestik selanjutnya akan mencermati Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 September 2026. Jadwal tersebut merupakan agenda resmi RDG BI September 2026 yang berlangsung selama dua hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Maudy Ayunda Akhirnya Buka Suara usai Konten ‘Mindfulness’ Banjir Kritik, Akui Punya Privilese

Maudy Ayunda Akhirnya Buka Suara usai Konten ‘Mindfulness’ Banjir Kritik, Akui Punya Privilese

Maudy Ayunda akhirnya memberikan tanggapan setelah konten videonya yang membahas mindfulness in the age of bad news menjadi viral dan tuai kritik dari publik.
Ribuan Retaker Dokter Terlunta-lunta, PDMI Minta Presiden Prabowo Turun Tangan Soal Ijazah

Ribuan Retaker Dokter Terlunta-lunta, PDMI Minta Presiden Prabowo Turun Tangan Soal Ijazah

Ketua Pergerakan Dokter Muda Indonesia (PDMI) Mikawirdani meminta Presiden Prabowo turun tangan menyelesaikan persoalan yang dihadapi para retaker dokter.
Kemenag Batasi Penggunaan HP di Sekolah, Siswa dan Guru Tak Bisa Lagi Sembarangan

Kemenag Batasi Penggunaan HP di Sekolah, Siswa dan Guru Tak Bisa Lagi Sembarangan

Kemenag menerbitkan aturan baru soal penggunaan HP di sekolah. Siswa dan guru dibatasi menggunakan gawai selama kegiatan belajar mengajar.
Hasil Pertandingan Super League 2026-2027: Dewa United Kudeta Puncak Klasemen Usai Taklukkan PSS Sleman

Hasil Pertandingan Super League 2026-2027: Dewa United Kudeta Puncak Klasemen Usai Taklukkan PSS Sleman

Skor akhir 2-1 memastikan kemenangan Dewa United atas PSS Sleman di Banten International Stadium (BIS), Serang, Minggu (20/9/2026). 
Hasil Pertandingan Super League 2026-2027: Drama 3 Kartu Merah Terjadi dalam Kemenangan Borneo FC dari Bali United

Hasil Pertandingan Super League 2026-2027: Drama 3 Kartu Merah Terjadi dalam Kemenangan Borneo FC dari Bali United

Borneo FC memastikan kemenangan di laga kandang atas Bali United di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (20/9/2026). 
Resmi Jadi Suami Amanda Rigby, Segini Jumlah Mahar Pernikahan yang Diberikan Andre Taulany

Resmi Jadi Suami Amanda Rigby, Segini Jumlah Mahar Pernikahan yang Diberikan Andre Taulany

Kabar bahagia dari artis sekaligus komedian, Andre Taulany baru saja resmi menikahi Amanda Rigby. Segini jumlah mahar pernikahan yang diberikan komedian itu

Trending

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Pecahkan Rekor, Pelatih Hyundai Hillstate Bicara Jujur, hingga Vanja Bukilic Datangi Megatron

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Pecahkan Rekor, Pelatih Hyundai Hillstate Bicara Jujur, hingga Vanja Bukilic Datangi Megatron

Redaksi tvOnenews.com telah memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar Megawati Hangestri dan dunia olahraga voli. Berikut rangkumannya.
Lepas Rindu Jelang V-League, Kapten Red Sparks Sambangi Megawati Hangestri ke Suwon

Lepas Rindu Jelang V-League, Kapten Red Sparks Sambangi Megawati Hangestri ke Suwon

Setelah Vanja Bukilic, kini giliran pemain Red Sparks lainnya yakni kapten Yeum Hye-seon yang sempatkan diri kunjungi Megawati Hangestri langsung ke Suwon.
Rupiah Tertekan 7 Hari Beruntun, Industri Mulai Waspadai Lonjakan Biaya Impor

Rupiah Tertekan 7 Hari Beruntun, Industri Mulai Waspadai Lonjakan Biaya Impor

Rupiah melemah tujuh sesi beruntun ke Rp17.758 per dolar AS. Industri manufaktur, tekstil, dan farmasi mulai menghadapi tekanan biaya impor.
Persija Resmi Ajukan Banding Usai Sanksi Komite Disiplin PSSI Keluar, Tak Terima Terusir dari Kandang Hingga Denda Ratusan Juta

Persija Resmi Ajukan Banding Usai Sanksi Komite Disiplin PSSI Keluar, Tak Terima Terusir dari Kandang Hingga Denda Ratusan Juta

Persija keberatan dengan hukuman berupa dua pertandingan kandang di luar DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta denda tambahan yang dijatuhkan.
Belum Debut Resmi di Korea, Jordan Wilson Bongkar Pesan Megawati Hangestri Jelang V-League 2026/2027

Belum Debut Resmi di Korea, Jordan Wilson Bongkar Pesan Megawati Hangestri Jelang V-League 2026/2027

Belum debut resmi di Korea Selatan, Jordan Wilson bongkar pesan Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate jelang V-League 2026/2027.
Warga Inggris Berbondong-bondong Hina Elkan Baggott usai Main di Laga Milwall Vs West Ham, sampai Sebut Pemain Terkutuk Gara-gara Ini

Warga Inggris Berbondong-bondong Hina Elkan Baggott usai Main di Laga Milwall Vs West Ham, sampai Sebut Pemain Terkutuk Gara-gara Ini

Elkan Baggott disorot usai Millwall gagal mempertahankan keunggulan 2-0 atas West Ham. Sejumlah warga Inggris bahkan menyebutnya sebagai pemain kutukan.
Nasibnya Beda 180 Derajat, Apa Kabar Ferdy Sambo dan Bharada E yang Jadi Tersangka Utama Kematian Brigadir J?

Nasibnya Beda 180 Derajat, Apa Kabar Ferdy Sambo dan Bharada E yang Jadi Tersangka Utama Kematian Brigadir J?

Setelah 4 tahun berlalu sejak kasus kontroversial kematian Brigadir J, berikut kabar terbaru kehidupan Ferdy Sambo dan Bharada E yang jauh dari sorot kamera.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT