Dekarbonisasi Pertamina Capai 118% pada Semester 1 2026, Di Atas Target Pengurangan Emisi Tahunan
- Istimewa
Baron melanjutkan, dalam pengembangan bisnis rendah karbon, Pertamina terus mendorong pemanfaatan Sustainable Aviation Fuel (SAF), biogasoline, biodiesel, dan pembangkit energi rendah karbon. Pada pengembangan SAF, Pertamina menargetkan volume pengangkatan sebesar 27.000 kiloliter (KL) dan penjualan 6.000 KL pada 2026.
Pertamina turut mengembangkan biogasoline melalui pencampuran bioetanol sebesar lima persen pada bensin RON 95. Pada periode Januari hingga Juni 2026, realisasi penjualan biogasoline tercatat sebesar 23.280 KL.
Selain itu, keberlanjutan Pertamina juga selaras dengan perkembangan regulasi, transformasi portofolio menuju energi hijau, serta aksi korporasi perusahaan.
Pencapaian tersebut telah mengantarkan Pertamina sebagai perusahaan pelopor transisi energi hijau di Indonesia. Pada ajang KESGI Award 2026 yang diselenggarakan oleh Katadata ESG Sustainability Insight (KESGI) di Sudirman Hall, Jakarta, Kamis (17/9), Pertamina sukses memborong empat penghargaan utama di sektor Minyak dan Gas (Migas).
Dalam ajang bergengsi tersebut, Pertamina memboyong empat kategori penghargaan untuk pilar ESG, lingkungan, sosial. dan tata kelola. Pertamina dinilai berhasil menjalankan bisnis energi secara seimbang antara profitabilitas, kelestarian lingkungan, dan tata kelola yang akuntabel. (rpi)
Load more