BUMN Tekstil Baru Bakal Dibentuk, Danantara Siapkan Integrator untuk Bangkitkan Industri
- tvOnenews/Julio Tri Saputra
Jakarta, tvOnenews.com - CEO Badan Pengatur Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani buka suara mengenai rencana pemerintah membentuk perusahaan BUMN baru di sektor tekstil.
Rosan membenarkan pemerintah telah sepakat untuk membentuk perusahaan pelat merah baru yang bergerak di sektor tekstil. Namun, rencana tersebut belum dipastikan akan terealisasi dalam waktu dekat.
Menurut Rosan, pemerintah tidak hanya membuka opsi untuk membangun perusahaan baru dari awal. Pemerintah juga akan melihat perusahaan tekstil yang sudah ada dan memiliki potensi untuk dikembangkan.
"Ya memang untuk BUMN Tekstil ini kita kembali lagi, karena kita sudah sepakat untuk membangun yang tidak hanya yang baru, tetapi juga akan melihat apabila ada beberapa perusahaan tekstil yang berpotensi untuk kita kembangkan, terutama dari segi mesinnya, dari segi teknologinya, kita terbuka gitu," kata Rosan usai rapat terbatas di Istana terkait industri tekstil, Selasa (22/9/2026).
BUMN Baru Disiapkan sebagai Integrator
Rosan menjelaskan perusahaan BUMN tekstil baru nantinya tidak hanya berdiri sebagai perusahaan baru. Entitas tersebut dirancang untuk dapat menjadi integrator sekaligus ikut mengembangkan perusahaan tekstil yang telah beroperasi.
Dengan konsep tersebut, perusahaan baru yang dibentuk pemerintah akan dapat bekerja sama dengan perusahaan tekstil yang sudah ada. Pengembangan juga akan diarahkan secara terintegrasi dalam satu kawasan.
"Kita akan bikin perusahaan baru memang. Akan bikin perusahaan baru untuk itu bisa mengembangkan perusahaan-perusahaan yang sudah ada. Kita lihat dan kita bisa berpartner dengan eksisting perusahaan tekstil yang sudah ada, tapi untuk yang terintegrasi. Itu kita akan yang menginisiasi, yang terintegrasi dalam satu kawasan," jelas Rosan.
Rosan mengatakan pemerintah juga terbuka terhadap potensi perusahaan tekstil yang dapat dikembangkan, khususnya dari sisi mesin dan teknologi.
Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam merancang pengembangan perusahaan BUMN tekstil yang baru.
Industri Tekstil Dilihat Bisa Ciptakan Banyak Lapangan Kerja
Menurut Rosan, sektor tekstil menjadi salah satu industri yang dilirik pemerintah karena memiliki kemampuan menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.
Meski demikian, pengembangan sektor tersebut tetap akan mempertimbangkan aspek investasi. Rosan menegaskan Danantara tetap mengutamakan tingkat pengembalian atau return yang baik dari investasi yang dikeluarkan.
Dengan pertimbangan tersebut, pembentukan perusahaan BUMN tekstil akan diarahkan tidak hanya untuk menghidupkan kembali industri, tetapi juga mengembangkan sektor tersebut dengan memperhatikan potensi investasi dan pengembangan teknologi.
Waktu Realisasi BUMN Tekstil Belum Dipastikan
Meski rencana pembentukan perusahaan BUMN tekstil telah disepakati pemerintah, waktu realisasinya belum ditentukan.
Rosan belum memberikan kepastian kapan perusahaan tersebut mulai dibentuk atau menjalankan kegiatan operasionalnya.
"Nanti dilanjut," kata Rosan saat ditanya mengenai waktu realisasi rencana BUMN tekstil tersebut.
Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria juga belum memberikan informasi mengenai modal awal yang akan digunakan untuk membentuk perusahaan baru tersebut.
"Mungkin nanti kita bahas khusus ya. Yang paling penting bagus kata bapak tadi," ujar Dony ketika ditanya mengenai modal awal pembentukan BUMN tekstil.
Danantara Pernah Disebut Siapkan US$6 Miliar
Rencana pembentukan BUMN tekstil sebelumnya telah disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Januari lalu.
Saat itu, Airlangga mengatakan Presiden telah mengingatkan mengenai keberadaan BUMN tekstil yang pernah dimiliki Indonesia dan rencana untuk menghidupkannya kembali.
Airlangga juga menyebut Danantara diperintahkan untuk menyiapkan pendanaan sebesar US$6 miliar untuk pendirian BUMN tekstil tersebut.
Dengan asumsi kurs Rp16.750 per dolar AS, nilai pendanaan US$6 miliar yang disebut Airlangga setara dengan sekitar Rp100,5 triliun.
"Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali sehingga pendanaan US$ 6 miliar nanti akan disiapkan oleh Danantara," tegas Airlangga.
Pemerintah Ingin Perkuat Rantai Industri Tekstil
Airlangga sebelumnya menjelaskan BUMN tekstil tersebut akan diarahkan untuk mendorong ekspor di seluruh rantai industri tekstil.
Rencana tersebut muncul ketika industri tekstil dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan. Pemerintah melihat masih terdapat kelemahan pada bagian tengah rantai nilai industri atau value chain.
"Nah kita ketahui memang kelemahan kita berada pada value chain yang di tengah yaitu tekstil dalam produksi benang, dalam produksi kain, printing, dan finishing," ungkap Airlangga.
Melalui rencana pembentukan BUMN tekstil baru, pemerintah ingin mengembangkan sektor tersebut secara terintegrasi, termasuk dengan melihat potensi perusahaan yang sudah ada serta pengembangan mesin dan teknologi.
Load more